Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » “Perut Kenyang Hari Ini dibayar Tanah Berlubang Esok Hari: Ironi Reklamasi dan Nasib Anak-anak Penambang”

“Perut Kenyang Hari Ini dibayar Tanah Berlubang Esok Hari: Ironi Reklamasi dan Nasib Anak-anak Penambang”

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sel, 2 Des 2025

Mochtar Kusumaatmadja pernah menegaskan bahwa hukum seharusnya berfungsi sebagai sarana pembaruan masyarakat (law as a tool of social engineering). Artinya, hukum tidak boleh berhenti pada regulasi, melainkan harus mampu mendorong perubahan perilaku sosial dan ekonomi ke arah yang lebih adil dan berkelanjutan. Ketika lubang-lubang bekas tambang masih menjadi pemandangan sehari-hari, kita patut bertanya: pembaruan seperti apa yang telah dicapai hukum pertambangan hari ini?

Lebih jauh, Satjipto Rahardjo mengingatkan melalui konsep hukum progresif bahwa hukum harus berpihak pada manusia, pada keadilan yang hidup di masyarakat. Hukum tidak boleh menjadi alat formalistik yang justru melegitimasi ketidakadilan. Dalam konteks pertambangan, jika yang diuntungkan adalah segelintir, sementara yang mewarisi kerusakan adalah anak-anak para penambang, maka jelas hukum belum berjalan secara progresif. Ia justru ikut membungkus ketimpangan itu dengan dalih legalitas.

Anak-anak di Antara Dua Lubang

Di sekolah, anak-anak itu belajar tentang cita-cita. Ada yang ingin menjadi guru, polisi, dokter, bahkan pengacara lingkungan. Namun ketika mereka pulang, yang menyambut bukanlah tanah yang subur, melainkan tanah yang retak oleh ekskavator. Mereka hidup di antara dua lubang: lubang di perut hari ini dan lubang di tanah masa depan.

Mereka tidak berdaya memilih dilahirkan sebagai anak penambang. Mereka tidak berperan dalam keputusan izin tambang, rencana reklamasi, atau kelalaian perusahaan. Tapi merekalah yang paling mungkin merasakan akibatnya kelak: banjir buatan manusia, tanah amblas, air tercemar, dan ruang hidup yang menyempit.

Inilah bentuk ketidakadilan antargenerasi yang paling nyata. Hari ini, generasi tua mengisi perut dengan menggali bumi. Esok, generasi muda mewarisi lubang tanpa tahu harus diisi dengan apa—apakah harapan, atau hanya penyesalan?

Reklamasi yang seharusnya menjadi jembatan antara eksploitasi dan pemulihan berubah menjadi janji yang tak kunjung ditepati. Sementara itu, negara kerap sibuk menghitung kontribusi ekonomi pertambangan, tetapi abai menghitung biaya sosial dan ekologis yang ditanggung masyarakat.

Kebijakan yang Kehilangan Keberpihakan

Pemerintah sering berbicara tentang pembangunan berkelanjutan, green economy, dan transisi energi. Namun semua itu akan menjadi jargon kosong jika tanah-tanah bekas tambang tetap dibiarkan seperti luka terbuka. Tanpa penegakan hukum yang tegas, semua kebijakan itu hanya berhenti di podium dan dokumen perencanaan.

Padahal, keberpihakan negara bisa diukur dari hal yang sangat konkret:

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fiola Febioni Siswi PBS PT Timah Ukir Prestasi Taklukkan Olimpiade Geografi

    Fiola Febioni Siswi PBS PT Timah Ukir Prestasi Taklukkan Olimpiade Geografi

    • calendar_month Jum, 18 Apr 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “PT Timah melalui program Pemali Boarding School sangat mendukung Fiola dalam mengikuti olimpiade ini. Semua kebutuhan, termasuk transportasi dan akomodasi, difasilitasi dengan baik,” ungkapnya. Selain dukungan fasilitas, Fiola juga merasa bahwa beasiswa yang ia terima dari PT Timah melalui PBS telah membuka jalan baginya untuk meraih prestasi yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan. “Melalui beasiswa […]

  • Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Analisis XAUUSD Berpotensi Turun ke US.066

    Prediksi Harga Emas Hari Ini: Dupoin Futures Analisis XAUUSD Berpotensi Turun ke US$4.066

    • calendar_month Sab, 24 Okt 2026
    • account_circle Vritimes
    • 0Komentar

    Selain faktor teknikal, Dupoin Futures menilai perkembangan ekonomi Amerika Serikat masih menjadi penentu penting bagi harga emas. Mengacu pada rangkuman Reuters, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury dapat memberikan tekanan tambahan terhadap logam mulia. Hal ini terjadi karena emas tidak menghasilkan bunga, sehingga menjadi relatif kurang menarik ketika […]

  • KAI Logistik Salurkan 1,7 Juta Paket, Tebar Diskon Sepanjang Agustus

    KAI Logistik Salurkan 1,7 Juta Paket, Tebar Diskon Sepanjang Agustus

    • calendar_month Sel, 18 Agu 2026
    • account_circle VRITIMES
    • 0Komentar

    Paket yang dikirimkan pelanggan melalui KALOG Express pun beragam, mulai dari pakaian, kosmetik, buku, makanan, perlengkapan rumah tangga, hingga berbagai produk hasil produksi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Untuk mendukung kebutuhan tersebut, KAI Logistik juga terus memperluas jaringan pelayanan KALOG Express. Hingga saat ini, sebanyak 295 Service Point telah beroperasi di berbagai wilayah, sehingga pelanggan dapat […]

  • Ini Harapan Ketua DPRD Basel di HUT ke-21 Kabupaten Bangka Selatan

    Ini Harapan Ketua DPRD Basel di HUT ke-21 Kabupaten Bangka Selatan

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Erwin mengatakan pembangunan fasilitas yang ada di Basel merupakan hasil uang rakyat, oleh sebab itu dirinya meminta kepada pihak-pihak yang terkait dan masyarakat Basel, untuk dapat menjaganya. “Pembangunan yang ada di Bangka Selatan atas dasar uang rakyat jadi tolong punya rasa saling memiliki, kita sama-sama menjaga dan memelihara agar pembangunan ini tidak rusak ataupun mengotori […]

  • Lewati Seleksi Ketat, Berikut Nama Siswa Lolos Program Kelas Beasiswa PT Timah TA 2026/2027

    Lewati Seleksi Ketat, Berikut Nama Siswa Lolos Program Kelas Beasiswa PT Timah TA 2026/2027

    • calendar_month Sen, 8 Jun 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    2. Alya Imanina 3. Lakeisha Zuema 4. Alifah Cetta Carisa 5. Juli Alpiano 6. Deny Adelia 7. Ghina Maulida Tunnufus 8. Kayla Napisa 9. Heriyansyah 10. Yolan Arnolia 11. Dhanisa Firdania 12. Alinta Sawali 13. Aikal 14. Mirna Nurul Husna 15. Asyifa Bahirah Sani 16. Harbel Renofan 17. Hanifah Septiana 18. Nurul Aliyah 19. Desmiranda […]

  • Lepas Komisi II DPR RI, Gubernur Babel Nilai Kunker Sebagai Momentum Sampaikan Aspirasi Daerah

    Lepas Komisi II DPR RI, Gubernur Babel Nilai Kunker Sebagai Momentum Sampaikan Aspirasi Daerah

    • calendar_month Kam, 23 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Inilah pentingnya peran Komisi II dalam fungsi pengawasan dan legislasi, terutama terkait pelaksanaan program reforma agraria,” ungkapnya. Menurutnya, dukungan dari pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat penataan aset serta redistribusi lahan kepada masyarakat. “Banyak hal yang kami diskusikan, mulai dari optimalisasi pembangunan, peningkatan pelayanan publik, hingga implementasi reforma agraria di Bangka Belitung,” ujar Hidayat.

expand_less