Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ekonomi Politik Program Makan Bergizi Gratis dan Kesiapan Anggaran Daerah terhadap Kesejahteraan Lokal

Ekonomi Politik Program Makan Bergizi Gratis dan Kesiapan Anggaran Daerah terhadap Kesejahteraan Lokal

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026

OLEH : PUTRI ALBINA

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan sosial yang mendapat perhatian luas dalam diskursus pembangunan di Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, sekaligus menekan angka stunting dan kekurangan gizi yang masih cukup tinggi. Pemerintah memandang pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Namun, di balik tujuan mulia tersebut, muncul perdebatan yang relevan mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan dan pelaksanaan program ini. Dalam konteks negara yang menerapkan sistem desentralisasi, keberhasilan kebijakan nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kapasitas fiskal masing-masing daerah. Tidak semua daerah memiliki kemampuan keuangan yang memadai; beberapa wilayah masih menghadapi kendala dalam mengalokasikan anggaran untuk layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah program MBG benar-benar mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ataukah justru berpotensi menjadi beban tambahan bagi anggaran daerah? Tulisan ini bertujuan menganalisis program MBG dari sudut pandang ekonomi politik, dengan fokus pada kesiapan anggaran daerah serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal di Indonesia.

Kebijakan publik pada dasarnya merupakan keputusan politik yang diambil oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan sosial. Menurut Thomas R. Dye, kebijakan publik adalah apa pun yang pemerintah pilih untuk dilakukan atau tidak dilakukan (Dye, 2017). Dalam konteks ini, MBG merupakan wujud nyata intervensi pemerintah dalam memastikan kesejahteraan rakyat melalui regulasi di bidang gizi.

Dari perspektif ekonomi politik, kebijakan sosial tidak dapat dilepaskan dari persoalan distribusi sumber daya. Harold Lasswell menyatakan bahwa politik berkaitan dengan pertanyaan “siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana” (Budiardjo, 2008). Program MBG mencerminkan bagaimana pemerintah mendistribusikan sumber daya negara kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah dan masyarakat miskin.

Karl Marx memberikan kerangka analitis yang relevan dalam memahami kebijakan sosial seperti MBG. Dalam perspektif Marxis, kebijakan negara merupakan cerminan dari relasi kekuasaan antara kelas penguasa dan kelas pekerja. Negara hadir bukan sebagai entitas yang netral, melainkan sebagai instrumen yang merespons tekanan struktural dari kelas bawah (Marx & Engels, 1848). Program MBG dapat dibaca sebagai respons negara terhadap ketimpangan struktural dalam akses pangan, sekaligus sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan legitimasi kekuasaan.

Amartya Sen melalui pendekatan kapabilitas (capability approach) menekankan bahwa kesejahteraan sejati bukan semata-mata diukur dari pendapatan, melainkan dari kemampuan individu untuk menjalani kehidupan yang bermartabat (Sen, 1999). Dalam kerangka ini, program MBG memiliki relevansi yang kuat karena pemenuhan gizi yang baik merupakan prasyarat dasar bagi anak untuk mengembangkan kapabilitas kognitif dan fisiknya secara optimal. Akses terhadap pangan bergizi adalah bagian dari hak dasar manusia yang seharusnya dijamin oleh negara.

James O’Connor dalam karyanya The Fiscal Crisis of the State (1973) mengemukakan bahwa negara kapitalis selalu menghadapi kontradiksi antara dua fungsi utamanya: fungsi akumulasi (mendukung pertumbuhan ekonomi) dan fungsi legitimasi (menjaga dukungan sosial). Pengeluaran negara untuk program sosial seperti MBG merupakan bagian dari biaya legitimasi yang harus ditanggung pemerintah. Ketika anggaran daerah tidak mampu menanggung beban tersebut, muncul apa yang disebut O’Connor sebagai krisis fiskal negara, yaitu kondisi di mana kebutuhan pengeluaran sosial melampaui kapasitas penerimaan pemerintah.

Selain itu, teori desentralisasi fiskal menjelaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran krusial dalam penyediaan layanan publik. Wallace E. Oates berpendapat bahwa desentralisasi dapat meningkatkan efisiensi kebijakan karena pemerintah daerah lebih memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat (Oates, 1999). Namun, disparitas kapasitas fiskal antardaerah berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam implementasi kebijakan nasional.

Analisis Kesiapan Anggaran Daerah dalam Program MBG

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SDN 01 Meruya Selatan Bukan Bersumber dari Dapur SPPG

    Penyebab Keracunan Puluhan Siswa SDN 01 Meruya Selatan Bukan Bersumber dari Dapur SPPG

    • calendar_month Kam, 30 Okt 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, KEMBANGAN- Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Meruya Selatan, Jaya Putra Satria, menegaskan bahwa penyebab keracunan yang dialami puluhan siswa SDN 01 Meruya Selatan, pada Rabu (29/10/2025), bukan berasal dari dapur SPPG. “Penyebabnya bukan dari sini (Dapur SPPG Meruya Selatan). Kami juga heran, kok bisa ada kejadian seperti ini,” ujar Satria saat ditemui di […]

  • Pj Walikota Pangkalpinang Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    Pj Walikota Pangkalpinang Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Sel, 31 Des 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG– Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kota Pangkalpinang dan sekitarnya, Senin (30/12/2024), yang mengakibatkan pohon di pinggir Jalan Solihin GP tumbang menimpa pengendara motor. Selain itu, ada pula pohon tumbang yang mengganggu akses jalan di sejumlah titik yakni sekitar kolong spirtus Air Itam, Jalan Pasir Padi, Jalan Kartini, Jalan Ahmad Yani, […]

  • Berikut 10 Takhayul Terkait Pernikahan, Masih Percayakah?

    Berikut 10 Takhayul Terkait Pernikahan, Masih Percayakah?

    • calendar_month Ming, 31 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Takhayul merupakan suatu kepercayaan yang tidak dapat dibuktikan secara akal, takhayul merupakan cerita-cerita yang diceritakan oleh masyarakat terdahulu secara turun-temurun. Namun saat pernikahan hari istimewa, masih saja banyak orang percaya sarat tradisi dan terkadang takhayul. Selain tradisi, pilihan tema dan nuansa yang berbeda, takhayul yang dipercaya setiap pasangan dan kerabatnya juga tak selalu […]

  • Satgas Pangan Polda Babel Turun ke Pasar dan Distributor Beras

    Satgas Pangan Polda Babel Turun ke Pasar dan Distributor Beras

    • calendar_month Sab, 24 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) dan Tim Satgas Pangan Polda Bangka Belitung melakukan pengecekan harga Bahan Pokok (Bapok) di Pasar dan sejumlah gudang distributor di Pangkalpinang, Sabtu (24/02/24). Pengecekan ini merupakan pendampingan dari Tim Satgas Pangan Polda Bangka Belitung kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung. Plt. Wadir Reskrimsus Polda Babel AKBP […]

  • Polres Bangka Tengah Berhasil Amankan Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu

    Polres Bangka Tengah Berhasil Amankan Tersangka Kasus Narkotika Jenis Sabu

    • calendar_month Kam, 20 Feb 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKA TENGAH – Kepolisian Resor (Polres) Bangka Tengah berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu dan menangkap seorang tersangka berinisial S.B.S (31). Penangkapan tersebut dilakukan pada Rabu(19/2/2025), sekitar pukul 11.00 WIB, di sebuah rumah di Desa Katis, RT.04, Kecamatan Simpang Katis, Kabupaten Bangka Tengah. Dalam operasi tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara […]

  • Tingkatkan Nasionalisme, PT Timah Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117

    Tingkatkan Nasionalisme, PT Timah Gelar Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke-117

    • calendar_month Sel, 20 Mei 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang ke-117, PT Timah menggelar upacara bendera secara khidmat di halaman kantor pusat PT Timah di Pangkalpinang, diikuti oleh seluruh karyawan dan jajaran manajemen, Selasa (20/5/2025). Upacara berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional ke 117 mengusung tema ‘Bangkit Bersama Wujudkan Indonesia Kuat’. Acara diawali […]

expand_less