Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ekonomi Politik Program Makan Bergizi Gratis dan Kesiapan Anggaran Daerah terhadap Kesejahteraan Lokal

Ekonomi Politik Program Makan Bergizi Gratis dan Kesiapan Anggaran Daerah terhadap Kesejahteraan Lokal

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 3 jam yang lalu

OLEH : PUTRI ALBINA

Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan sosial yang mendapat perhatian luas dalam diskursus pembangunan di Indonesia. Program ini dirancang untuk meningkatkan status gizi masyarakat, khususnya anak-anak usia sekolah, sekaligus menekan angka stunting dan kekurangan gizi yang masih cukup tinggi. Pemerintah memandang pemenuhan gizi sebagai investasi jangka panjang dalam pembentukan sumber daya manusia yang sehat dan produktif.

Namun, di balik tujuan mulia tersebut, muncul perdebatan yang relevan mengenai kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pembiayaan dan pelaksanaan program ini. Dalam konteks negara yang menerapkan sistem desentralisasi, keberhasilan kebijakan nasional sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, serta kapasitas fiskal masing-masing daerah. Tidak semua daerah memiliki kemampuan keuangan yang memadai; beberapa wilayah masih menghadapi kendala dalam mengalokasikan anggaran untuk layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

Oleh karena itu, muncul pertanyaan mendasar: apakah program MBG benar-benar mampu menjadi solusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, ataukah justru berpotensi menjadi beban tambahan bagi anggaran daerah? Tulisan ini bertujuan menganalisis program MBG dari sudut pandang ekonomi politik, dengan fokus pada kesiapan anggaran daerah serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat lokal di Indonesia.

Kebijakan publik pada dasarnya merupakan keputusan politik yang diambil oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan sosial. Menurut Thomas R. Dye, kebijakan publik adalah apa pun yang pemerintah pilih untuk dilakukan atau tidak dilakukan (Dye, 2017). Dalam konteks ini, MBG merupakan wujud nyata intervensi pemerintah dalam memastikan kesejahteraan rakyat melalui regulasi di bidang gizi.

Dari perspektif ekonomi politik, kebijakan sosial tidak dapat dilepaskan dari persoalan distribusi sumber daya. Harold Lasswell menyatakan bahwa politik berkaitan dengan pertanyaan “siapa mendapatkan apa, kapan, dan bagaimana” (Budiardjo, 2008). Program MBG mencerminkan bagaimana pemerintah mendistribusikan sumber daya negara kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah dan masyarakat miskin.

Karl Marx memberikan kerangka analitis yang relevan dalam memahami kebijakan sosial seperti MBG. Dalam perspektif Marxis, kebijakan negara merupakan cerminan dari relasi kekuasaan antara kelas penguasa dan kelas pekerja. Negara hadir bukan sebagai entitas yang netral, melainkan sebagai instrumen yang merespons tekanan struktural dari kelas bawah (Marx & Engels, 1848). Program MBG dapat dibaca sebagai respons negara terhadap ketimpangan struktural dalam akses pangan, sekaligus sebagai upaya menjaga stabilitas sosial dan legitimasi kekuasaan.

Amartya Sen melalui pendekatan kapabilitas (capability approach) menekankan bahwa kesejahteraan sejati bukan semata-mata diukur dari pendapatan, melainkan dari kemampuan individu untuk menjalani kehidupan yang bermartabat (Sen, 1999). Dalam kerangka ini, program MBG memiliki relevansi yang kuat karena pemenuhan gizi yang baik merupakan prasyarat dasar bagi anak untuk mengembangkan kapabilitas kognitif dan fisiknya secara optimal. Akses terhadap pangan bergizi adalah bagian dari hak dasar manusia yang seharusnya dijamin oleh negara.

James O’Connor dalam karyanya The Fiscal Crisis of the State (1973) mengemukakan bahwa negara kapitalis selalu menghadapi kontradiksi antara dua fungsi utamanya: fungsi akumulasi (mendukung pertumbuhan ekonomi) dan fungsi legitimasi (menjaga dukungan sosial). Pengeluaran negara untuk program sosial seperti MBG merupakan bagian dari biaya legitimasi yang harus ditanggung pemerintah. Ketika anggaran daerah tidak mampu menanggung beban tersebut, muncul apa yang disebut O’Connor sebagai krisis fiskal negara, yaitu kondisi di mana kebutuhan pengeluaran sosial melampaui kapasitas penerimaan pemerintah.

Selain itu, teori desentralisasi fiskal menjelaskan bahwa pemerintah daerah memegang peran krusial dalam penyediaan layanan publik. Wallace E. Oates berpendapat bahwa desentralisasi dapat meningkatkan efisiensi kebijakan karena pemerintah daerah lebih memahami kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat (Oates, 1999). Namun, disparitas kapasitas fiskal antardaerah berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam implementasi kebijakan nasional.

Analisis Kesiapan Anggaran Daerah dalam Program MBG

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terima Kunjungan PLN, Sekretaris DPRD Provinsi Babel Sampaikan Keluhan Masyarakat

    Terima Kunjungan PLN, Sekretaris DPRD Provinsi Babel Sampaikan Keluhan Masyarakat

    • calendar_month Sel, 19 Sep 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, PANGKALPINANG – Sekretaris DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Marwan, S. Ag yang didampingi Kepala Bagian Umum dan Keuangan, Dedy Apriandi, S.E menerima kunjungan dan silahturahmi PT. PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung, Selasa (19/09/23) di Ruang Kerja Ketua DPRD Provinsi Kep. Babel. Pada kesempatan tersebut Marwan menyampaikan PLN yang juga sekaligus sebagai […]

  • OPINI: Hak Atas Informasi, Jalan Memberantas Kekerasan dan Kesengajaan Perempuan

    OPINI: Hak Atas Informasi, Jalan Memberantas Kekerasan dan Kesengajaan Perempuan

    • calendar_month Rab, 21 Des 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

      Ditulis dalam momen Hari Ibu Arya Sandhiyudha, Ph.D Wakil Ketua Komisi Informasi Pusat CDN.id, JAKARTA – Hari Ibu yang diperingati tiap 22 Desember pada mulanya dari suluh semangat Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Melalui Sumpah Pemuda, semangat pegiat perempuan bangkit membuat perkumpulan ragam organisasi Jawa dan Sumatera. Jadi sejatinya memang gagasan perempuan dan kaum […]

  • Datangi RSUP Soekarno Gubernur Babel Sebut Hilangnya Alkes jadi Kasus Luar Biasa

    Datangi RSUP Soekarno Gubernur Babel Sebut Hilangnya Alkes jadi Kasus Luar Biasa

    • calendar_month Sel, 8 Jul 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MERAWANG- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Hidayat Arsani, untuk kesekian kalinya mendatangi Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr. (HC) Ir. Soekarno, guna menggelar apel bersama pimpinan, dan jajaran di rumah sakit tersebut, Selasa (8/7/2025). Kepada peserta apel, ia menegaskan kedatangannya kali ini sebagai respons atas permasalahan besar yang dihadapi, serta berkenaan nama baik rumah […]

  • Cegah Stunting PT Timah Bersama AIMI Babel Gelar Pembelajaran Gizi untuk Warga Cupat

    Cegah Stunting PT Timah Bersama AIMI Babel Gelar Pembelajaran Gizi untuk Warga Cupat

    • calendar_month Sel, 3 Des 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKABARAT- PT Timah ikut berperan aktif melaksanakan edukasi tentang pencegahan dan penanganan stunting di wilayah operasional perusahaan, kegiatan ini menyelaraskan program Pemerintah untuk menangani dan menurunkan prevelensi stunting.

  • Hadiri Undian Grand Prize Tabungan Pesirah, Mie Go: “Tabungan Pesirah Berikan Banyak Manfaat

    Hadiri Undian Grand Prize Tabungan Pesirah, Mie Go: “Tabungan Pesirah Berikan Banyak Manfaat

    • calendar_month Ming, 19 Mar 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Mie Go Sekretaris Daerah (Sekda) kota Pangkalpinang, Mie Go mengatakan Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel (BSB) mempunyai banyak manfaat. Contohnya seperti nilai positif mengagunkan Surat Keputusan (SK) kerja para ASN, terlebih lagi menjelang bulan Ramadhan. “Biasanya ASN menitipkan SK di Bank, karena lebih aman, nah ini kita titip di Bank malah dapat […]

  • Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Pemkot Pangkalpinang Sukses Tekan Inflasi di Provinsi Babel

    Berhasil Jaga Stabilitas Ekonomi Pemkot Pangkalpinang Sukses Tekan Inflasi di Provinsi Babel

    • calendar_month Sel, 4 Nov 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Pemerintah Kota Pangkalpinang berhasil menjaga stabilitas ekonomi, hal ini disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Pangkalpinang, Juhaini, yang mewakili Wali Kota dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI melalui Zoom Meeting, di ruang rapat sekda, pada Selasa (4/11/2025). “Perlu kami informasikan bahwa inflasi nasional berada di angka […]

expand_less