Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Antara Kebutuhan dan Beban: Analisis Ekonomi Politik Kenaikan Harga Bahan Pokok Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

Antara Kebutuhan dan Beban: Analisis Ekonomi Politik Kenaikan Harga Bahan Pokok Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Indonesia

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Ming, 7 Jun 2026

OLEH : NAJWA WAHYURA DWI NUR ANNISA

Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Kenaikan harga bahan pokok merupakan salah satu persoalan ekonomi yang paling sensitif dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Berbeda dengan kenaikan harga barang mewah atau produk sekunder, perubahan harga bahan pokok secara langsung memengaruhi kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Komoditas seperti beras, minyak goreng, gula pasir, telur ayam, daging, dan cabai merupakan kebutuhan yang hampir selalu dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

Oleh karena itu, setiap kenaikan harga pada komoditas tersebut akan menimbulkan dampak yang luas, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun politik. Dalam konteks negara berkembang seperti Indonesia, bahan pokok memiliki posisi yang sangat strategis karena berkaitan erat dengan tingkat kesejahteraan masyarakat.

Sebagian besar rumah tangga, terutama kelompok berpendapatan rendah, mengalokasikan proporsi pengeluaran yang cukup besar untuk kebutuhan pangan. Ketika harga bahan pokok meningkat, rumah tangga harus mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan lain seperti pendidikan, kesehatan, transportasi, atau bahkan mengurangi kualitas dan kuantitas konsumsi pangan mereka. Situasi ini menunjukkan bahwa persoalan harga pangan bukan hanya berkaitan dengan mekanisme pasar, tetapi juga menyangkut hak masyarakat untuk memperoleh kehidupan yang layak.

Fenomena kenaikan harga bahan pokok yang terjadi secara berulang di Indonesia menunjukkan adanya persoalan struktural yang belum sepenuhnya terselesaikan. Berbagai faktor seperti ketergantungan pada kondisi cuaca, lemahnya distribusi logistik, fluktuasi harga komoditas global, hingga kebijakan pemerintah yang kurang efektif sering kali menjadi pemicu terjadinya gejolak harga.

Di sisi lain, masyarakat sering mempertanyakan sejauh mana negara mampu menjalankan fungsinya dalam menjamin stabilitas harga dan melindungi kelompok rentan dari dampak kenaikan harga tersebut. Dari perspektif ekonomi politik, kenaikan harga bahan pokok tidak dapat dipahami hanya melalui pendekatan ekonomi konvensional yang menitikberatkan pada interaksi antara permintaan dan penawaran.

Fenomena ini juga dipengaruhi oleh hubungan kekuasaan, kepentingan politik, struktur pasar, serta peran negara dalam mengatur aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pendekatan ekonomi politik menjadi penting untuk memahami bagaimana berbagai aktor, baik pemerintah, pelaku usaha, maupun masyarakat, berinteraksi dalam menentukan kondisi pasar pangan di Indonesia. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis fenomena kenaikan harga bahan pokok di Indonesia melalui perspektif ekonomi politik.

Pembahasan akan difokuskan pada landasan teoritis mengenai inflasi pangan dan peran negara, faktor-faktor penyebab kenaikan harga bahan pokok, studi kasus terkait harga minyak goreng dan beras, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Landasan Teoritis: Inflasi Pangan dan Peran Negara dalam Ekonomi

Inflasi merupakan salah satu indikator penting dalam perekonomian suatu negara. Secara umum, inflasi diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara terus-menerus dalam periode tertentu yang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat. Namun, tidak semua jenis inflasi memiliki dampak yang sama terhadap kehidupan masyarakat.Salah satu bentuk inflasi yang paling dirasakan dampaknya adalah inflasi pangan (food inflation), yaitu kenaikan harga pada komoditas pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Menurut teori ekonomi klasik, harga suatu barang terbentuk melalui mekanisme pasar yang melibatkan interaksi antara permintaan (demand) dan penawaran (supply). Apabila jumlah permintaan meningkat sementara pasokan tetap atau menurun, harga akan cenderung naik. Sebaliknya, apabila pasokan meningkat dan permintaan tetap, harga akan turun. Dalam kondisi ideal, mekanisme pasar diyakini mampu menciptakan keseimbangan harga secara otomatis.

Namun, dalam praktiknya, pasar tidak selalu bekerja secara sempurna. Terdapat berbagai faktor yang dapat menyebabkan kegagalan pasar (market failure), seperti monopoli, asimetri informasi, spekulasi, serta distribusi yang tidak efisien. Pada sektor pangan, kegagalan pasar sering kali terjadi karena karakteristik komoditas pangan yang sangat bergantung pada kondisi alam dan memiliki tingkat elastisitas permintaan yang rendah. Artinya, masyarakat tetap harus membeli bahan pokok meskipun harga mengalami kenaikan. Perspektif ekonomi politik memberikan penjelasan yang lebih luas mengenai fenomena tersebut.

Dalam pendekatan ini, harga tidak hanya dipengaruhi oleh mekanisme ekonomi, tetapi juga oleh keputusan politik dan kebijakan publik. Negara memiliki peran sebagai regulator yang bertugas menjaga stabilitas pasar, melindungi konsumen, serta memastikan distribusi sumber daya berjalan secara adil. Oleh karena itu, intervensi pemerintah sering kali diperlukan untuk mengatasi gejolak harga yang dapat mengancam kesejahteraan masyarakat.

Konsep negara kesejahteraan (welfare state) juga menegaskan bahwa pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar warga negara.

Dalam konteks pangan, peran tersebut dapat diwujudkan melalui kebijakan subsidi, bantuan sosial, pengendalian harga, operasi pasar, penguatan cadangan pangan nasional, serta pembangunan infrastruktur distribusi yang memadai. Dengan demikian, stabilitas harga pangan bukan hanya menjadi persoalan ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan keadilan sosial.

Analisis Penyebab Kenaikan Harga Bahan Pokok di Indonesia

Kenaikan harga bahan pokok di Indonesia merupakan hasil dari interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan. Faktor-faktor tersebut tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dipengaruhi oleh dinamika ekonomi global.

1. Perubahan Iklim dan Gangguan Produksi

Salah satu faktor utama yang menyebabkan kenaikan harga bahan pokok adalah terganggunya produksi akibat perubahan iklim. Indonesia sebagai negara agraris masih sangat bergantung pada sektor pertanian dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Fenomena cuaca ekstrem seperti banjir, kekeringan, dan perubahan musim tanam dapat menyebabkan penurunan hasil produksi pertanian secara signifikan.

Ketika produksi menurun sementara kebutuhan masyarakat tetap tinggi, terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan pasokan yang mendorong kenaikan harga. Dalam beberapa kasus, petani bahkan mengalami gagal panen yang berdampak langsung pada ketersediaan pangan di pasar.

2. Permasalahan Distribusi dan Infrastruktur

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Salat Idulfitri 1445 H Pj Gubernur Babel Ajak Masyarakat Maknai Hari Kemenangan

    Salat Idulfitri 1445 H Pj Gubernur Babel Ajak Masyarakat Maknai Hari Kemenangan

    • calendar_month Rab, 10 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Safrizal ZA beserta keluarga melaksanakan salat Idulfitri 1445 H di halaman kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (10/04/24) pagi. Tampak Pj Gubernur Safrizal hadir bersama ibu, istri beserta ketiga anak serta sanak saudara tercintanya dengan mengenakan baju bernuansa putih. Tiba pukul 06.30 WIB, pria kelahiran 1970 itu […]

  • Sekuntum Melati Salurkan Air Bersih, Bantu Ringankan Beban Warga Pangkalpinang

    Sekuntum Melati Salurkan Air Bersih, Bantu Ringankan Beban Warga Pangkalpinang

    • calendar_month Jum, 20 Okt 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, PANGKALPINANG – Sejak jumat kemarin, Sekuntum Melati menyalurkan air bersih gratis ke masyarakat di beberapa daerah Kota Pangkalpinang untuk ringankan beban masyarakat yang kesulitan mendapatkan air bersih pada musim kemarau di Pangkalpinang, Rabu (18/10/2023). Kegiatan ini merupakan bentuk sedekah dari pelaku UMKM dan para alumni yang pernah menimba ilmu di Yayasan Sekuntum Melati. Sekuntum […]

  • Kurang dari 24 jam, Tiga Pak Ogah Pelaku Keributan di Lampu Merah Pesing Diamankan

    Kurang dari 24 jam, Tiga Pak Ogah Pelaku Keributan di Lampu Merah Pesing Diamankan

    • calendar_month Jum, 9 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKBAR- Polsek Grogol Petamburan Polres Metro Jakarta Barat bergerak cepat menanggapi sebuah video berdurasi 12 detik yang memperlihatkan aksi kekerasan oleh sejumlah pak ogah terhadap pengendara sepeda motor di Traffic Light Pesing, Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Rabu sore, 7 Januari 2026, dan sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. […]

  • Yuri Kemal Sampaikan akan Perjuangkan WPR dan IPR

    Yuri Kemal Sampaikan akan Perjuangkan WPR dan IPR

    • calendar_month Ming, 20 Okt 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BELITUNG- Calon Wakil Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Yuri Kemal Fadlullah menegaskan komitmen pasangan Beramal untuk terus memperjuangkan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Sebagai seorang praktisi hukum, dikatakan Yuri, apa yang menjadi benturan utama sehingga persoalan WPR dan IPR ini begitu sulit untuk direalisasikan di Babel adalah probelmatika kewenangan […]

  • Hitung Penghasilan Jukir Minimarket, Kaum Gaji UMR Minggir!

    Hitung Penghasilan Jukir Minimarket, Kaum Gaji UMR Minggir!

    • calendar_month Sab, 11 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Juru parkir atau jukir liar banyak beredar di titik-titik ramai seperti minimarket, rumah makan dan toko-toko belanjaan. Nah, yang membuat penasaran, berapa sih penghasilan jukir sampai-sampai banyak orang mau menekuni profesi tersebut? Kami sempat menemui salah satu jukir di minimarket yang berlokasi di kawasan Bekasi Barat. Menurut sosok yang tak mau disebutkan identitasnya […]

  • Mulai Bekerja Hari Ini, Pj Gubernur Suganda Bawa Tugas dari Mendagri

    Mulai Bekerja Hari Ini, Pj Gubernur Suganda Bawa Tugas dari Mendagri

    • calendar_month Ming, 2 Apr 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA – Terhitung mulai hari ini, Sabtu (1/4/2023), Suganda Pandapotan Pasaribu akan melaksanakan tugasnya sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel). Ia akan bertolak dari Jakarta ke Pangkalpinang pada sore hari. Berbagai pekerjaan rumah sudah ada di pundaknya untuk kemajuan Negeri Serumpun Sebalai, sesuai arahan yang diberikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI […]

expand_less