Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Sawit Datang, Hutan Adat Mapur kian Menyempit

Ketika Sawit Datang, Hutan Adat Mapur kian Menyempit

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Ming, 15 Mar 2026

Bagi masyarakat Suku Mapur, hutan bukan sekadar kumpulan pohon. Hutan adalah bagian dari kehidupan sehari-hari. Dari hutan mereka mendapatkan air, bahan pangan, kayu untuk kebutuhan rumah tangga, serta berbagai hasil alam lainnya.

Selain itu, hutan juga memiliki nilai budaya dan spiritual yang kuat dalam kehidupan masyarakat Mapur. Ada kawasan yang dikenal sebagai hutan larangan yang dijaga secara adat karena dianggap memiliki nilai penting bagi keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat.

Namun dalam beberapa tahun terakhir, luas hutan adat di wilayah Mapur mulai mengalami penyempitan. Sebagian kawasan hutan berubah fungsi menjadi area perkebunan atau kawasan penggunaan lain. Perubahan ini membuat akses masyarakat terhadap sumber daya alam menjadi semakin terbatas. Apa yang dulu bisa diambil dengan mudah dari hutan kini mulai sulit ditemukan.

Dampak lingkungan dari perubahan tersebut juga mulai terlihat. Beberapa jenis pohon lokal yang dulu banyak ditemukan di kawasan hutan, seperti meranti dan pelawan, kini semakin berkurang. Padahal pohon-pohon tersebut memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Ketika hutan berubah menjadi perkebunan monokultur, keanekaragaman hayati yang sebelumnya ada di dalamnya ikut berkurang.

Selain itu, perubahan tutupan lahan juga dapat mempengaruhi kondisi tanah dan air di sekitar kawasan hutan. Risiko erosi menjadi lebih tinggi, terutama ketika vegetasi alami yang berfungsi menahan tanah sudah berkurang. Beberapa wilayah di sekitar hutan juga mulai mengalami perubahan pada kualitas air. Hal-hal seperti ini sering kali tidak langsung terlihat, tetapi dalam jangka panjang dapat mempengaruhi keseimbangan lingkungan.

Tidak hanya berdampak pada lingkungan, penyempitan hutan juga mempengaruhi kehidupan sosial dan budaya masyarakat Mapur. Tradisi pertanian lokal seperti beume serta ritual adat nujuh jerami sangat berkaitan dengan keberadaan hutan. Berume adalah tradisi atau kegiatan masyarakat adat menanam padi atau berladang, sedangkan nujuh jerami adalah upacara adat syukuran daru hasil panen padi atau ladang mereka. Ketika hutan semakin menyempit, ruang bagi masyarakat untuk mempertahankan tradisi tersebut juga ikut terancam.

Situasi ini menunjukkan bahwa pembangunan berbasis sumber daya alam sering kali menghadapkan kita pada dilema. Di satu sisi, perkebunan sawit memberikan manfaat ekonomi dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Tetapi di sisi lain, ekspansi yang tidak terkendali juga dapat menimbulkan kerusakan lingkungan serta mengancam keberlanjutan kehidupan masyarakat lokal.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemprov Babel Ambil Langkah Tangani Pendangkalan Alur Muara Sungai Jelitik

    Pemprov Babel Ambil Langkah Tangani Pendangkalan Alur Muara Sungai Jelitik

    • calendar_month Sab, 4 Mar 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Dalam peninjauan ini kita sepakat untuk membuka alur, agar nelayan mudah keluar masuk. Ini akan kita usahakan secepatnya,” ucapnya. Ia ingin persoalan ini secepatnya ditangani, setelah itu baru pembahasan hal terkait lainnya. Pemprov. Kep. Babel akan membuka alur dengan meminjam alat berat perusahaan, dan ada juga beberapa pihak yang datang untuk bekerja sama dengan Pemprov. […]

  • Menlu RI Retno Marsudi Walk Out di Debat Terbuka DK PBB

    Menlu RI Retno Marsudi Walk Out di Debat Terbuka DK PBB

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Namun, kekuatan teror ini hanyalah gejala belaka, sebuah gejala untuk ancaman keamanan yang sesungguhnya di wilayah tersebut dan sekitarnya,” ucap Gilad. Menlu Retno mengajukan tiga tuntutan dalam debat terbuka DK PBB pada Selasa, yaitu gencatan senjata permanen sesegera mungkin, penghentian pasokan senjata ke Israel, dan diterimanya Palestina sebagai anggota penuh PBB. “Ini penting agar dapat […]

  • Hasil Panen Kebun PKK Cikar, Ludes Diserbu Warga

    Hasil Panen Kebun PKK Cikar, Ludes Diserbu Warga

    • calendar_month Sel, 30 Jul 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Tampak pengurus TP PKK kewalahan meladeni permintaan warga yang antusias membeli sayur dalam jumlah yang besar. Setidaknya setiap warga membeli lebih dari satu kilo sayuran tersebut. “Senang ok sayur e segar (senang ya sayurannya segar),” ujar salah satu warga yang sedang jalan sore dan menyempatkan mampir untuk membeli sayur di Kebun PKK Cikar. “Hasil panen […]

  • Hadir Pelantikan DPW ISKINDO Kep. Babel, PJ Gubernur Harapkan kembangkan Potensi Kelautan

    Hadir Pelantikan DPW ISKINDO Kep. Babel, PJ Gubernur Harapkan kembangkan Potensi Kelautan

    • calendar_month Ming, 12 Mar 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Dalam mengelola potensi kelautan, diperlukan sinergi dan kerjasama dari semua unsur, baik dari pemerintah, masyarakat, sektor swasta, juga lembaga pendamping seperti ISKINDO,” ujar Pj Gubernur. Dirinya berharap, organisasi ini bisa memberikan ide dan pendampingan kepada para nelayan dalam hal menangkap ikan dengan menerapkan teknologi tepat guna. Selain itu, ISKINDO juga diminta untuk mendampingi para pembudidaya […]

  • Aturan Larangan Pose Foto Bagi ASN Jelang Pemilu 2024, Pj Wali Kota Lusje Imbau Bersikap Netral

    Aturan Larangan Pose Foto Bagi ASN Jelang Pemilu 2024, Pj Wali Kota Lusje Imbau Bersikap Netral

    • calendar_month Jum, 17 Nov 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Lusje juga mengimbau agar ASN tidak melakukan pose tertentu saat berfoto, sehingga tidak disalah artikan sebagai bentuk dukungan kepada salah satu partai politik. “Maka tolong ingatkan saya juga untuk tidak foto-foto dengan yang tidak yang berkepentingan. Kemudian lambang-lambang yang mengarah kepada satu partai tidak boleh, begitu pun dengan symbol jari kita sudah harus waspada,” jelasnya. […]

  • Sering Diterpa Kabar Miring, Febri Yanto: Itu Tak Halangi Pemkot Pangkalpinang Untuk Terus Raih Prestasi

    Sering Diterpa Kabar Miring, Febri Yanto: Itu Tak Halangi Pemkot Pangkalpinang Untuk Terus Raih Prestasi

    • calendar_month Sab, 27 Mei 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Walaupun belakangan ini Pemkot Pangkalpinang ramai diterpa berita miring, kami tetap tak terpengaruh. Semua itu tak menghalangi kami untuk terus meraih prestasi dan tidak membuat citra Pemkot Pangkalpinang menjadi buruk,” ucapnya. “Buktinya, baru-baru ini Pemkot Pangkalpinang meraih penghargaan Anugerah Tinarbuka dan predikat WTP enam kali berturut-turut,” tegas Febri Yanto. Sementara itu Kepala Badan Kepegawaian dan […]

expand_less