Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Negara Jadi Makelar: Membaca Politik Agribisnis di Balik Ekspor Sawit Satu Pintu

Ketika Negara Jadi Makelar: Membaca Politik Agribisnis di Balik Ekspor Sawit Satu Pintu

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 14 menit yang lalu

OLEH : BETRA YOLANDA

Mahasiswi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Pada 20 Mei 2026, di tengah sidang paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sebuah kebijakan yang langsung memicu perdebatan di masyarakat: sebagian mendukung dengan alasan kedaulatan sumber daya alam, sebagian lain khawatir karena kekuasaan ekonomi terlalu dipusatkan ke tangan negara. Melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, penjualan ekspor komoditas strategis dimulai dari minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, ferro alloys kini diwajibkan melewati satu pintu tunggal yaitu BUMN yang ditunjuk pemerintah yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Cerita yang dibangun pemerintah terdengar gagah. Negara hadir untuk menghentikan praktik manipulasi dokumen dagang dengan mencantumkan harga barang yang lebih rendah (under-invoicing), menutup kebocoran devisa, dan memastikan kekayaan alam benar-benar kembali ke tangan rakyat. Tapi di balik semangat itu, ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab dengan tenang terkait apakah kebijakan yang dipilih sudah tepat? Dan siapa sesungguhnya yang akan menanggung bebannya?

Kebijakan Lama dengan Wajah Baru

Alasan utama pemerintah menerbitkan PP ini adalah memperketat pengawasan dan meningkatkan pemasukan pajak dari ekspor sumber daya alam. Presiden Prabowo bahkan menyebut bahwa ia ingin penerimaan negara dari sektor SDA bisa setara dengan Meksiko atau Filipina negara-negara yang memiliki mekanisme kontrol negara atas komoditas strategis mereka.

Niat ini, pada dasarnya, wajar dan bisa diterima. Sudah bukan rahasia bahwa sistem ekspor komoditas Indonesia selama ini mudah dipermainkan nilai ekspor sering dilaporkan lebih kecil dari yang sebenarnya sehingga negara dirugikan dalam jumlah besar. Masalah transfer pricing alias permainan angka dalam laporan keuangan oleh perusahaan swasta adalah masalah lama yang belum tuntas dalam sistem perpajakan Indonesia.

Namun, solusi yang ditawarkan yaitu memonopoli ekspor lewat satu BUMN jauh lebih drastis dibandingkan sekedar memperketat pengawasan. Di sinilah perdebatan sebenarnya dimulai.

Ketika Sejarah Mencatat Kegagalan Serupa

Bagi yang tahu sejarah perdagangan komoditas di Indonesia, kebijakan ini bukan hal baru ini merupakan pengulangan. Pada awal 1990-an, pemerintah Orde Baru mendirikan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) dengan alasan yang hampir sama persis yaitu melindungi petani, menstabilkan harga, dan memperkuat industri nasional. BPPC ditunjuk sebagai satu-satunya pembeli sekaligus satu-satunya penjual cengkeh ke pabrik rokok, posisi yang memberi mereka kuasa penuh atas seluruh jalur perdagangan.

Yang terjadi kemudian adalah bencana ekonomi bagi jutaan petani. Sebelum BPPC beroperasi, harga cengkeh ditingkat petani berada dikisaran Rp 7.500 hingga Rp 20.000 per kilogram. Setelah BPPC menguasai jalur niaga, harga pembelian dari petani anjlok menjadi sekitar Rp 2.000 per kilogram. BPPC membeli murah dari petani, lalu menjual mahal ke pabrik rokok selisih keuntungannya mengalir ke segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan. Yang membuat Petani cengkeh di Sulawesi dan Maluku murka pada saat itu dan banyak yang menebang bahkan membakar pohon cengkeh mereka sendiri.

POPSI (Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia) langsung menyinggung kesamaan itu. Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, secara terbuka mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia khawatir skema DSI sebagai satu-satunya eksportir akan membawa masalah yang serupa yaitu monopoli, keuntungan yang hanya dinikmati segelintir pihak, dan penguasaan oleh kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

Petani: Yang Paling Pertama Merasakan Dampaknya

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Sengketa Lahan Landbouw DPRD Babel akan Panggil Pemkab Bangka Barat

    Terkait Sengketa Lahan Landbouw DPRD Babel akan Panggil Pemkab Bangka Barat

    • calendar_month Sab, 23 Agu 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BABEL- DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) akan memanggil pihak Pemerintah Kabupaten Bangka Barat (Pemkab Babar) terkait permasalahan lahan Landbouw di Kecamatan Kelapa. “Untuk menyelesaikan insyaalah senin 25 Agustus kami akan mengundang Pemkab Bangka Barat, minta kajian hukum dari Pengadilan Tinggi Provinsi, Kejati, Polda, Bakuda, Biro Hukum dan Pemerintah agar clear semua,” ujar Ketua […]

  • Ratusan PPPK Tandatangani Kontrak Kerja Sama Dengan Pemkot Jakbar

    Ratusan PPPK Tandatangani Kontrak Kerja Sama Dengan Pemkot Jakbar

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, Jakarta- Sebanyak 261 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta formasi tahun 2023 yang bertugas di Jakarta Barat menandatangani perjanjian kerja, Selasa (14/5/2024). Bertempat di Ruang Soewiryo 2, lantai 16 gedung B kantor Wali Kota Jakbar, penandatanganan disaksikan dan ditinjau Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Turut serta mendampingi, Sekko […]

  • Menyambut Bulan Ramadan, PJ Ketua BKOW Kep. Babel Hadiri Kajian Ceramah IIKT

    Menyambut Bulan Ramadan, PJ Ketua BKOW Kep. Babel Hadiri Kajian Ceramah IIKT

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), Safriati Safrizal berkesempatan hadir kajian dan ceramah menyambut bulan Ramadan yang digelar Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT), Rabu (6/3/2024). Bertempat di gedung Graha IIKT, kehadiran Safriati Safrizal disambut Ketua Umum IIKT Helda Dani serta pengisi ceramah agama Ust Firdaus […]

  • Edukasi Masyarakat Pentingnya SPI, Pemprov Babel Gelar Talkshow bersama KPK RI

    Edukasi Masyarakat Pentingnya SPI, Pemprov Babel Gelar Talkshow bersama KPK RI

    • calendar_month Kam, 16 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kep. Babel bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI melakukan  talkshow untuk mengedukasi masyarakat agar mengetahui pentingnya tentang Survei Penilaian Integritas (SPI) yang disiarkan secara langsung melalui In Radio 97,6 FM serta kanal Live Streaming Pemprov Kep Babel di Studio […]

  • Bersinergi Kembangkan Kualitas SDM Babel

    Bersinergi Kembangkan Kualitas SDM Babel

    • calendar_month Jum, 16 Des 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Meski memiliki sumber daya alam (SDA) yang terbatas, namun Singapura memiliki industri berbasis SDA yang maju. Sehingga menjadikan negara tersebut menjadi raksasa ekonomi di Asia Tenggara, bahkan dunia. Lantas bagaimana cara negara yang tidak memiliki hasil tambang tersebut, namun bisa menjadi negara industri? Dikatakan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) […]

  • PT Timah Tutup Rangkaian Safari Ramadan di Bangka Selatan, Salurkan Bantuan untuk Warga

    PT Timah Tutup Rangkaian Safari Ramadan di Bangka Selatan, Salurkan Bantuan untuk Warga

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKASELATAN— PT Timah (Persero) Tbk menggelar kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah di wilayah operasional Area Bangka Selatan, Jumat (13/3/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan mempererat silaturahmi dengan karyawan sekaligus berbagi dengan masyarakat sekitar. Dalam kegiatan tersebut, PT Timah juga menyalurkan berbagai bantuan sosial kepada masyarakat, di antaranya santunan bagi anak yatim dan […]

expand_less