Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Ketika Negara Jadi Makelar: Membaca Politik Agribisnis di Balik Ekspor Sawit Satu Pintu

Ketika Negara Jadi Makelar: Membaca Politik Agribisnis di Balik Ekspor Sawit Satu Pintu

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026

OLEH : BETRA YOLANDA

Mahasiswi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Pada 20 Mei 2026, di tengah sidang paripurna DPR RI, Presiden Prabowo Subianto mengumumkan sebuah kebijakan yang langsung memicu perdebatan di masyarakat: sebagian mendukung dengan alasan kedaulatan sumber daya alam, sebagian lain khawatir karena kekuasaan ekonomi terlalu dipusatkan ke tangan negara. Melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam, penjualan ekspor komoditas strategis dimulai dari minyak kelapa sawit (CPO), batu bara, ferro alloys kini diwajibkan melewati satu pintu tunggal yaitu BUMN yang ditunjuk pemerintah yakni PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI).

Cerita yang dibangun pemerintah terdengar gagah. Negara hadir untuk menghentikan praktik manipulasi dokumen dagang dengan mencantumkan harga barang yang lebih rendah (under-invoicing), menutup kebocoran devisa, dan memastikan kekayaan alam benar-benar kembali ke tangan rakyat. Tapi di balik semangat itu, ada pertanyaan mendasar yang perlu dijawab dengan tenang terkait apakah kebijakan yang dipilih sudah tepat? Dan siapa sesungguhnya yang akan menanggung bebannya?

Kebijakan Lama dengan Wajah Baru

Alasan utama pemerintah menerbitkan PP ini adalah memperketat pengawasan dan meningkatkan pemasukan pajak dari ekspor sumber daya alam. Presiden Prabowo bahkan menyebut bahwa ia ingin penerimaan negara dari sektor SDA bisa setara dengan Meksiko atau Filipina negara-negara yang memiliki mekanisme kontrol negara atas komoditas strategis mereka.

Niat ini, pada dasarnya, wajar dan bisa diterima. Sudah bukan rahasia bahwa sistem ekspor komoditas Indonesia selama ini mudah dipermainkan nilai ekspor sering dilaporkan lebih kecil dari yang sebenarnya sehingga negara dirugikan dalam jumlah besar. Masalah transfer pricing alias permainan angka dalam laporan keuangan oleh perusahaan swasta adalah masalah lama yang belum tuntas dalam sistem perpajakan Indonesia.

Namun, solusi yang ditawarkan yaitu memonopoli ekspor lewat satu BUMN jauh lebih drastis dibandingkan sekedar memperketat pengawasan. Di sinilah perdebatan sebenarnya dimulai.

Ketika Sejarah Mencatat Kegagalan Serupa

Bagi yang tahu sejarah perdagangan komoditas di Indonesia, kebijakan ini bukan hal baru ini merupakan pengulangan. Pada awal 1990-an, pemerintah Orde Baru mendirikan Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh (BPPC) dengan alasan yang hampir sama persis yaitu melindungi petani, menstabilkan harga, dan memperkuat industri nasional. BPPC ditunjuk sebagai satu-satunya pembeli sekaligus satu-satunya penjual cengkeh ke pabrik rokok, posisi yang memberi mereka kuasa penuh atas seluruh jalur perdagangan.

Yang terjadi kemudian adalah bencana ekonomi bagi jutaan petani. Sebelum BPPC beroperasi, harga cengkeh ditingkat petani berada dikisaran Rp 7.500 hingga Rp 20.000 per kilogram. Setelah BPPC menguasai jalur niaga, harga pembelian dari petani anjlok menjadi sekitar Rp 2.000 per kilogram. BPPC membeli murah dari petani, lalu menjual mahal ke pabrik rokok selisih keuntungannya mengalir ke segelintir orang yang dekat dengan kekuasaan. Yang membuat Petani cengkeh di Sulawesi dan Maluku murka pada saat itu dan banyak yang menebang bahkan membakar pohon cengkeh mereka sendiri.

POPSI (Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia) langsung menyinggung kesamaan itu. Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, secara terbuka mengingatkan pemerintah agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ia khawatir skema DSI sebagai satu-satunya eksportir akan membawa masalah yang serupa yaitu monopoli, keuntungan yang hanya dinikmati segelintir pihak, dan penguasaan oleh kelompok yang dekat dengan kekuasaan.

Petani: Yang Paling Pertama Merasakan Dampaknya

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan HPN 2023, PWI Babel Gelar Berbagai Kegiatan

    Peringatan HPN 2023, PWI Babel Gelar Berbagai Kegiatan

    • calendar_month Jum, 3 Feb 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Memeriahkan Hari Pers Nasional (HPN) 2023, PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berkolaborasi dengan sejumlah pihak akan menggelar beberapa kegiatan. Ketua PWI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Muhammad Fathurrakhman atau Boy, Jumat pagi (3/2/2023), melalui keterangan resminya mengatakan sejumlah persiapan terus dimatangkan agar pelaksanaan kegiatan berlansung lancar. Menurut Boy, kegiatan yang akan dilaksanakan antara lain […]

  • 35 Kilo Sabu dari Aceh Diamankan Tim Gabungan Polda Babel

    35 Kilo Sabu dari Aceh Diamankan Tim Gabungan Polda Babel

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- 35 Kilogram narkoba jenis sabu berhasil diamankan Tim gabungan Ditresnarkoba Polda Bangka Belitung dan Sat Res Narkoba Polres Bangka Barat, Jumat (22/03/24) lalu. “Benar, kita berhasil melakukan penangkapan dua pengedar narkoba di pelabuhan Tanjung Kalian Mentok Kabupaten Bangka  Barat pada Jumat tanggal 22 Maret 2024 sekira pukul 06.00 Wib,” Kata Kapolda Bangka Belitung […]

  • Hukum Perusahaan Antara Pelindung Kepentingan atau Alat Legitimasi Korporasi?

    Hukum Perusahaan Antara Pelindung Kepentingan atau Alat Legitimasi Korporasi?

    • calendar_month Sel, 29 Apr 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Oleh : ALFARISI Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung CDN.id, BABEL- Hukum perusahaan di Indonesia seharusnya menjadi fondasi yang menjamin keteraturan, transparansi, dan perlindungan bagi semua pemangku kepentingan, termasuk pemegang saham, karyawan, dan masyarakat. Namun, kenyataannya hukum ini sering kali lebih berfungsi sebagai alat legitimasi bagi kepentingan pemilik modal besar daripada sebagai instrumen keadilan publik. […]

  • RDP Komisi III DPR RI, Benny K Harman Sebut Kinerja Dewas KPK Seperti ‘Macan Ompong’

    RDP Komisi III DPR RI, Benny K Harman Sebut Kinerja Dewas KPK Seperti ‘Macan Ompong’

    • calendar_month Rab, 5 Jun 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA – Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman mengkritisi tugas Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi, menurutnya ada atau tidak adanya Dewas KPK sama saja, pemberantasan korupsi masih tidak maksimal. Pernyataan tersebut dia ungkapkan saat, Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Dewas KPK, di ruang rapat Komisi III DPR RI, Nusantara II, Senayan, Jakarta, Rabu […]

  • Tokoh Pembentukan Babel Tuntut Kebocoran Mineral Ikutan dari Babel

    Tokoh Pembentukan Babel Tuntut Kebocoran Mineral Ikutan dari Babel

    • calendar_month Sen, 26 Jun 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Bocornya ratusan ribu ton mineral ikutan dari Babel akhirnya memantik reaksi. Salah seorang tokoh Pembentukan provinsi Babel, Agus Adaw menyatakan akan menuntut pihak swasta yang telah melakukan pengiriman ratusan ribu ton mineral ikutan keluar dari Babel. Tokoh senior Babel ini mengaku miris, jika selama ini terjadi pembiaran oleh aparat maupun pihak-pihak yang seharusnya […]

  • Musprov KONI Babel 2026 Digelar Gubernur Dorong Peningkatan Prestasi Atlet Daerah

    Musprov KONI Babel 2026 Digelar Gubernur Dorong Peningkatan Prestasi Atlet Daerah

    • calendar_month Ming, 8 Mar 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id,PANGKALPINANG- Musyawarah Olahraga Provinsi (Musprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Tahun 2026 resmi digelar di Ruang Pasir Padi, Kantor Gubernur Babel, Air Itam, Pangkalpinang, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Babel Hidayat Arsani. Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat Arsani menyampaikan bahwa Musprov KONI menjadi momentum penting untuk melakukan evaluasi terhadap […]

expand_less