Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Swasembada Pangan: Antara Ambisi Politik dan Nasib Petani Indonesia

Swasembada Pangan: Antara Ambisi Politik dan Nasib Petani Indonesia

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sen, 25 Mei 2026

OLEH : YOSI VIOLA WINATA

Mahasiswi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Swasembada pangan sering muncul seperti kemenangan besar yang dibungkus rapat‑rapat dalam pidato kenegaraan, rapat koordinasi, dan laporan tahunan kementerian. Di satu sisi, swasembada diukur dari angka produksi, cadangan, dan penurunan impor; di sisi lain, di lapangan, banyak petani kecil masih bertahan hidup di ambang kemiskinan, terjepit biaya produksi, modal, dan harga yang tak menentu. Di tengah‑tengahnya berdiri politik agribisnis: sebuah arena di mana kebijakan, kekuasaan, dan modal bertemu, tetapi sering kali melompati kehidupan nyata mereka yang mengolah tanah.

Swasembada sebagai proyek nasionalisme modern

Sejak era 1980-an, Indonesia pernah mengklaim diri sebagai negara swasembada beras. Pada 1984, program intensifikasi padi dan modernisasi pertanian membawa hasil; namun kemudian, ketika situasi politik dan ekonomi berubah, label “swasembada” menjadi lebih bersifat simbolik dari pada faktual. Dalam dua dekade terakhir, tag‑line swasembada pangan kembali naik daun, kali ini bukan hanya soal beras, melainkan juga jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi.

Pemerintah masa kini meletakkan swasembada sebagai bagian dari narasi kedaulatan pangan dan kebangkitan nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan guncangan rantai pasok global, Indonesia dipromosikan sebagai “negara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa bergantung pada impor beras”. Capaian swasembada pangan dinilai bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga politis: bentuk keberhasilan model kepemimpinan dan kebijakan yang dianggap tegas dan berorientasi hasil.

Namun, di balik narasi nasionalisasi pangan, muncul pertanyaan: “Untuk siapa sebenarnya swasembada ini?” Apakah kebijakan pangan dibuat untuk mengamankan stabilitas politik, memperkuat citra pemerintah, atau benar‑benar untuk mengerek kesejahteraan petani kecil? Di sanalah letak gesekan antara ambisi politik dan realitas lapangan.

Politik agribisnis: relasi antara negara, korporasi, dan petani

Agribisnis, dalam praktiknya, bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga soal rantai nilai, modal, dan kekuasaan. Sistem agribisnis di Indonesia dinilai masih timpang: banyak mata rantai, banyak pemodal, dan banyak perantara yang berjalan jauh di atas para produsen kecil di ujung hilir. Dalam kondisi seperti ini, posisi tawar petani menjadi sangat lemah, sementara korporasi dan pengusaha agribisnis lebih mudah menikmati manfaat ekonomi dan bahkan perlindungan dari kebijakan.

Dalam relasi itu, negara berperan ambivalen. Di satu sisi, pemerintah mengatur harga, subsidi, dan penyerapan melalui lembaga seperti Bulog dan program bantuan pupuk; di sisi lain, regulasi hulu hilir agraria juga membuka ruang bagi konsentrasi lahan dan investasi skala besar. Kebijakan pembangunan pertanian, misalnya, bisa saja dirancang untuk meningkatkan produksi, tetapi tanpa mengatur ulang struktur kepemilikan lahan dan akses modal, hasilnya sering kali hanya menambah surplus komoditas, bukan kemakmuran petani.

Karenanya, banyak analis menilai bahwa politik agribisnis di Indonesia cenderung lebih “berpihak” kepada pelaku modal besar dari pada petani kecil. Ketika swasembada diukur dari angka gabah terkumpul dan cadangan beras, paket kebijakan yang dikeluarkan sering kali menekankan efisiensi, intensifikasi, dan modernisasi, sementara aspek keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan petani kecil menjadi pertanyaan lanjutan, bukan prioritas utama.

Ambisi swasembada vs. nasib petani di lapangan

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • SETARA Institute Sampaikan Dua Isu Krusial Soal Reformasi Polri

    SETARA Institute Sampaikan Dua Isu Krusial Soal Reformasi Polri

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- SETARA Institute menyampaikan kritik tajam terhadap dua isu krusial dalam percepatan reformasi Polri: wacana penunjukan Kapolri langsung oleh Presiden tanpa persetujuan DPR, serta aturan baru yang memungkinkan anggota Polri menduduki jabatan sipil di 17 kementerian/lembaga tanpa mekanisme pensiun. Dalam rilis resmi yang diterima Askara, SETARA menegaskan bahwa kedua isu ini tidak boleh dilepaskan […]

  • TIM ERG PT Timah Tbk Terus Bergerak Bantu Korban Bencana Sumatera

    TIM ERG PT Timah Tbk Terus Bergerak Bantu Korban Bencana Sumatera

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, SUMATERAUTARA- Tim Emergency Response Group (ERG) PT Timah Tbk masih melanjutkan misi kemanusiaan untuk membantu penanganan bencana banjir dan tan longsor yang terjadi di Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Aceh. Bergabung dengan Posko ESDM Siaga Bencana, Tim ERG PT Timah Tbk memberikan pelayanan kesehatan, bantuan sembako di Dusun Cempaka, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung […]

  • Amanat Prabowo pada HUT ke 15, Gerindra Fokus Menjadi Pemenang Pemilu 2024

    Amanat Prabowo pada HUT ke 15, Gerindra Fokus Menjadi Pemenang Pemilu 2024

    • calendar_month Sen, 6 Feb 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG-Ketua DPC Partai Gerindra Pangkalpinang, Bangun Jaya menegaskan bahwa Partai Gerindra bertekad menjadi pemenang pada Pemilu serentak 2024 mendatang. Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Pangkalpinang ini, hal tersebut sebagaimana amanat dari Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dalam amanatnya pada peringatan 15 tahun lahirnya Gerindra.

  • Ternyata ini Profesi Identitas Sopir Fortuner ‘Adik Jenderal’

    Ternyata ini Profesi Identitas Sopir Fortuner ‘Adik Jenderal’

    • calendar_month Rab, 17 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Terungkap profesi pengendara Fortuner arogan yang mengaku adik jenderal. Terkait hal ini Puspom TNI mengungkapkan pengemudi Fortuner viral itu bukan anggota TNI. Bahkan, pelat nomor yang dipakainya palsu. Puspom TNI menegaskan, pengemudi tersebut merupakan warga sipil dengan inisial PWGA. “Jajaran Ditkrimum Polda Metro berhasil menangkap pelaku yang berinisal Ir. PWGA di kediamannya yang […]

  • Tembus Pasar Ekspor Berikut Kisah Sukses Duo Ayu Sehati, Mitra Binaan PT Timah Tbk

    Tembus Pasar Ekspor Berikut Kisah Sukses Duo Ayu Sehati, Mitra Binaan PT Timah Tbk

    • calendar_month Sab, 13 Des 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG– Pelaku UMKM camilan khas Bangka Belitung, Henry, kini merasakan perkembangan pesat usahanya setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk. Berawal dari sebuah rumah kontrakan kecil pada 2017, pabrik Duo Ayu Sehati kini tumbuh menjadi produsen skala besar yang mampu menghasilkan lebih dari satu ton getas per hari. Henry mengenang perjalanan awal yang penuh […]

  • PT Timah Tbk Perkuat Olahraga Masyarakat dengan Dukung Turnamen Voli Antar Desa di Bangka Selatan

    PT Timah Tbk Perkuat Olahraga Masyarakat dengan Dukung Turnamen Voli Antar Desa di Bangka Selatan

    • calendar_month Sel, 20 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKASELATAN, Komitmen PT Timah Tbk dalam mendukung pengembangan olahraga masyarakat kembali diwujudkan melalui dukungan terhadap Turnamen Voli Karang Taruna Rias Cup I yang digelar di Lapangan Sport Center Dusun SPA, Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan. Turnamen ini diikuti oleh 80 tim yang terdiri dari 32 tim putri dan 48 tim putra, dengan peserta […]

expand_less