Bangka Belitung dan Bayang-Bayang Timah Ilegal
- account_circle Ochin
- calendar_month Sen, 3 Nov 2025

Fenomena ini menunjukkan bahwa persoalan timah tidak sekadar kriminal biasa, tetapi bagian dari struktur ekonomi-politik yang sudah mengakar. Sejak era reformasi, ketika timah tidak lagi diawasi ketat negara, lahirlah “raja-raja timah”—pengusaha lokal yang memadukan modal, jejaring politik, dan perlindungan birokrasi. Mereka bekerja bersama elite politik dan pejabat pusat-daerah dalam suatu jaringan patronase yang mengendalikan perizinan, smelter, hingga jalur penyelundupan.
Modusnya berlapis: izin fiktif, rekayasa program kemitraan PT Timah, hingga smelter-swasta yang menyerap bijih timah ilegal. Penyelundupan dilakukan melalui jalur laut ke Malaysia dan Singapura, memanfaatkan tingginya harga timah di luar negeri. Di sisi lain, masyarakat ikut terperangkap karena tambang ilegal memberikan penghasilan cepat dan telah menjadi bagian dari identitas ekonomi lokal.
Dampaknya nyata: 62 ribu hektare lahan rusak, 12 ribu kolong menganga, puluhan korban tenggelam dan kecelakaan tambang, serta meningkatnya angka putus sekolah. Pertambangan ilegal telah merusak ekosistem sekaligus tatanan sosial Bangka Belitung.
- Penulis: Ochin
