Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Program MBG : Peluang Emas Bagi Petani Kecil atau Sekadar Janji Politik?

Program MBG : Peluang Emas Bagi Petani Kecil atau Sekadar Janji Politik?

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sel, 2 Jun 2026

OLEH : AHMAD ALMAFAZA ARSYAH

Mahasiswa FPPK Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu pilar utama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dalam upaya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia. Setiap hari, program ini menyasar puluhan juta anak sekolah, ibu hamil, dan balita dengan menyediakan makanan bergizi secara gratis. Hingga pertengahan 2026, MBG telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat melalui ribuan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Anggaran yang dialokasikan mencapai Rp268 triliun, sebuah komitmen besar untuk mengatasi stunting dan malnutrisi.

Sebagai mahasiswa Agribisnis yang berpikir kritis, saya melihat MBG bukan hanya program gizi semata. Ini adalah intervensi ekonomi yang sangat berpotensi menggerakkan sektor pertanian dan peternakan. Permintaan besar terhadap sayuran, telur, ayam, ikan, dan beras menciptakan pasar yang stabil bagi petani dan nelayan. Menteri Pertanian mencatat bahwa MBG melibatkan sekitar 160 juta petani dan peternak sebagai pemasok utama, meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) dan menciptakan lapangan kerja di pedesaan.

Namun, pelaksanaan di lapangan masih menghadapi banyak kendala. Banyak petani kecil mengeluh sulit memasukkan produk mereka ke rantai pasok MBG. Keuntungan sering kali dinikmati oleh perusahaan besar, distributor, atau tengkulak, sementara petani dengan skala usaha kecil justru terpinggirkan. Kasus menu tidak layak konsumsi, keracunan, dan kebocoran anggaran pun muncul di berbagai daerah. Kondisi ini menyebabkan pemborosan anggaran negara dan melemahkan tujuan utama program, yaitu pemberdayaan ekonomi kerakyatan.

Saat ini, penyaluran bahan pangan untuk MBG masih mengandalkan sistem konvensional dan platform digital yang belum terintegrasi sepenuhnya. Verifikasi pemasok yang lemah, kurangnya transparansi rantai pasok, serta dominasi pihak-pihak tertentu membuka celah penyalahgunaan. Petani kecil sering kesulitan memenuhi standar kuantitas dan logistik, sehingga produk mereka kalah bersaing dengan supplier besar. Akibatnya, potensi multiplier effect terhadap agribisnis lokal belum optimal.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hadiri Rapat Paripurna ke-10, Molen Sampaikan Dua Raperda

    Hadiri Rapat Paripurna ke-10, Molen Sampaikan Dua Raperda

    • calendar_month Sen, 5 Jun 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Walikota Pangkalpinang, Maulan Aklil (Molen), menghadiri Rapat Paripurna Ke-10 Masa Persidangan III Tahun 2023, dalam rangka penyampaian dan penjelasan terhadap Dua (2) Raperda Kota Pangkalpinang, bertempat di ruang sidang paripurna DPRD Kota Pangkalpinang, Senin (05/06/2023). Walikota Molen menyampaikan, sehubungan dengan terbitnya UU No.1 Tahun 2022, tentang hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Pemda […]

  • Menpora RI Targetkan di Olimpiade 2024 Indonesia Bisa Pertahankan Tradisi Emas

    Menpora RI Targetkan di Olimpiade 2024 Indonesia Bisa Pertahankan Tradisi Emas

    • calendar_month Jum, 1 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    overCDN.id, JAKARTA- Kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia atau Olimpiade akan segera digelar tanggal 26 Juli sampai dengan 11 Agustus 2024 mendatang di Paris Perancis. Terkait hal ini Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Dito Ariotedjo menargetkan Indonesia mampu mempertahankan tradisi meraih medali emas di Olimpiade melalui para atlet yang akan berjuang di Olimpiade 2024 […]

  • PT Timah Konsisten Dukung Program Penanaman Pohon Berkala

    PT Timah Konsisten Dukung Program Penanaman Pohon Berkala

    • calendar_month Jum, 10 Jan 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- PT Timah terus berkomitmen untuk menerapkan good mining practice dalam proses bisnis perusahaan. Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan menjadi salah fokus perusahaan. Salah satu program pengelolaan lingkungan yang dilaksanakan PT Timah ialah melaksanakan penanaman pohon secara berkala di lahan kritis maupun di lahan bekas tambang. Penanaman pohon merupakan bagian dari komitmen perusahaan terhadap tanggung […]

  • Bimtek Inventarisasi Aset Desa Serta Implementasi SISKUEDES Online

    Bimtek Inventarisasi Aset Desa Serta Implementasi SISKUEDES Online

    • calendar_month Sel, 13 Jun 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA– Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Pemkab Basel) menggelar Bimbingan Teknis Inventarisasi Aset Desa Serta Implementasi Siskuedes Online Dalam Rangka Penatausahaan Keuangan Desa Yang Akuntabel Pada Pemerintah Desa se-Kabupaten Bangka Selatan, acara yang berlangsung selama lima hari hari ini akan dilaksanakan di Luminor Hotel Kota Jakarta, Selasa (13/6/23). Dalam sambutannya Bupati Basel H. Riza Herdavid […]

  • Pemkot Pangkalpinang Ajak Siswa SD Peduli Lingkungan

    Pemkot Pangkalpinang Ajak Siswa SD Peduli Lingkungan

    • calendar_month Jum, 2 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Penjabat Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan bersama Dinas Lingkungan Hidup Kota Pangkalpinang ajak masyarakat serta siswa-siswi Sekolah Dasar melaksanakan gotong royong sebagai bentuk edukasi kebersihan lingkungan dan Bank Sampah di Jalan Mawar Gang Buntu RT. 003/RW. 001 Kelurahan Opas Indah Kota Pangkalpinang, Jumat (02/02/2024). “Jadi hari ini kita membantu pemerintah untuk […]

  • Cerita di Balik Suksesnya Bantuan RI untuk Gaza Diterjunkan dari Udara

    Cerita di Balik Suksesnya Bantuan RI untuk Gaza Diterjunkan dari Udara

    • calendar_month Jum, 12 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- TNI AU sukses mengirimkan bantuan makanan kepada masyarakat di jalur Gaza. Ada cerita menegangkan hingga menyentuh di balik misi kemanusiaan tersebut. Misi itu berlangsung selama 14 hari sejak 29 Maret 2024. 27 personel yang dipimpin oleh Kolonel Pnb Noto Casnoto lalu tiba ke Tanah Air pada 11 April kemarin. Kolonel Noto mengaku ada […]

expand_less