Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Pertanian Digital: Jalan Baru Menarik Minat Generasi Z

Pertanian Digital: Jalan Baru Menarik Minat Generasi Z

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sab, 23 Mei 2026

OLEH: Siska Floresita

Mahasiswi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Banyak anak muda sekarang berlomba-lomba menjadi konten kreator, pekerja startup, atau bahkan profesional di sektor digital, tapi di sektor pertanian justru berbeda. Sektor pertanian justru menghadapi tantangan yang diam-diam mengkhawatirkan, karena tidak ada cukup banyak generasi penerus yang mau bersedia untuk turun ke sawah.

Generasi Z mereka yang lahir di antara tahun 1997 hingga 2012 tumbuh bersama ekosistem digital yang jauh dari dunia pertanian konversional. Layar, algoritma, dan konektivitas internet merupakan udara yang mereka hidup dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara itu, citra pertanian yang selama ini beredar di ruang publik masih melekat dengan kerja keras tanpa kepastian, penghasilan yang tidak menentu, dan gengsi sosial yang rendah. Wajar jika pilihan menjadi petani nyaris tidak pernah memasuki daftar aspirasi mereka.

Namun, ada satu hal yang jarang sekali masuk ke dalam percakapan publik yaitu ketika pertanian Indonesia sedang menghadapi krisis regenerasi yang serius.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), mayoritas petani Indonesia berusia diatas 45 tahun, dan rata-rata usia petani terus meningkat dari tahun ke tahun. Arus urbanisasi mengakibatkan tenaga muda yang masih produktif, mengalir deras ke kota dan meninggalkan lahan-lahan pertanian tanpa ada penerus yang memadai.

Jika tren ini terus menerus dibiarkan berjalan tanpa adanya intervensi, maka produktivitas pertanian nasional berisiko menurun, ketergantungan pada impor pangan akan semakin dalam, dan pada akhirnya mengakibatkan ketahanan pangan menjadi rentan, hal ini bukan karena kekurangan lahan, melainkan karena kekurangan sumber daya manusia yang mampu dan mau mengelolanya.

Minat bukan lah satu-satunya akar persoalan, yang lebih mendasar adalah kegagalan dalam membangun citra dan narasi yang relevan tentang pertanian di hadapan generasi yang sudah hidup di dunia serba digital. Pertanian selama ini dikomunikasikan sebagai sektor yang membutuhkan pengorbanan dan bukan peluang. Sebagai warisan yang harus diterima, bukan pilihan karier yang dapat dibanggakan. Pedahal, pertanian modern sudah berubah jauh dari gambaran konvensional yang selama ini melekat di benak masyarakat, termasuk generasi muda

Pertanian di era digital sesungguhnya merupakan sektor yang sangat kompatibel dengan cara berpikir dan keunggulan Generasi Z. Penerapan dan penggunaan teknologi pertanian presisi atau smart farming kini memungkinkan petani memantau kondisi tanah secara real-time melalui sensor IoT, mengoperasikan drone untuk pemetaan lahan dan penyemprotan pestisida, serta mengelola sistem irigasi otomatis berbasis data cuaca semuanya dari genggaman ponsel.

Menurut Kementerian Pertanian RI, program digitalisasi pertanian yang dikembangkan beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa produktivitas lahan dapat meningkat secara signifikan ketika teknologi diintegrasikan ke dalam proses produksi. Sistem seperti ini tidak lagi membutuhkan sekadar kemampuan fisik di lapangan, namun juga membutuhkan kemampuan analisis data, adaptasi teknologi dan pengambilan keputusan berbasis informasi, kemampuan inilah yang justru menjadi keunggulan alami bagi Generasi Z.

Jika dilihat dari sisi hilir, potensi yang sama besarnya menunggu di ranag pemasaran digital. Selama bertahun-tahun, petani kecil terjebak dalam rantai distribusi yang panjang dan tidak adil, dimana hasil panen dijual dengan harga yang rendah kepada tengkulak, sementara nilai tambah dinikmati oleh pihak diluar petani. Platform digital membuka jalan yang berbeda, hal Ini dibuktikan oleh beberapa petani muda yang mulai memasarkan produk pertanian organik langsung kepada konsumen dengan memanfaatkan media sosial seperti instagram, kemudian mulai membangun komunitas dengan pelanggan setia melalui WhatsApp, hingga memonetisasi konten edukatif seputar pertanian di YouTube dan TikTok.

Kemampuan bercerita secara digital dapat membangun kepercayaan konsumen, dan memahami perilaku pasar daring adalah keunggulan yang secara natural dimiliki Generasi Z dan itu merupakan aset yang sangat berharga dalam pertanian modern, meski belum banyak yang menyadari hal tersebut.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung UMKM PT Timah Gelar Workshop Manajemen Keuangan untuk Pelaku Usaha

    Dukung UMKM PT Timah Gelar Workshop Manajemen Keuangan untuk Pelaku Usaha

    • calendar_month Sel, 14 Okt 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kemandirian dan keberlanjutan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), PT Timah Tbk menggelar workshop Manajemen Keuangan dan Pelaporan Keuangan Sederhana untuk Usaha. Workshop yang diikuti 40 UMKM Mitra Binaan di wilayah operasional Perusahaan ini menghadirkan narasumber dua orang dosen Magister Manajemen Universitas Bangka Belitung (UBB) Dr Nizwan […]

  • UBB dan UMK Perkuat Kerja Sama, Fokus pada Pendidikan hingga Pengabdian Masyarakat

    UBB dan UMK Perkuat Kerja Sama, Fokus pada Pendidikan hingga Pengabdian Masyarakat

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BABEL– Universitas Bangka Belitung (UBB) memperluas jejaring kemitraan di tingkat nasional melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas Muria Kudus (UMK). Kesepakatan tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi antarkedua perguruan tinggi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan kelembagaan. Penandatanganan MoU berlangsung di Ruang Rapat Betason 1 Kampus Terpadu UBB, […]

  • Berikut Tanda Bahwa Anda Sudah Kewalahan dengan Pekerjaan, Fisik dan Mental

    Berikut Tanda Bahwa Anda Sudah Kewalahan dengan Pekerjaan, Fisik dan Mental

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, Jakarta – Semakin banyak pekerja yang semakin terbebanipekerjaan sehingga berdampak pada menurunnya produktivitas dan kepuasan kerja, serta masalah kesehatan fisik dan mental. Oleh karena itu, penting untuk mengenali akar masalah. Situasi setiap orang pasti berbeda. Namun tanda awal orang sudah atmosferik (perasaan-red) dengan pekerjaan bisa terlihat dari kesalahan yang dibuat, susah memenuhi tenggat waktu, produktivitas menurun karena […]

  • Kesetaraan Gender di Tempat Kerja: Mengapa Perempuan Masih Terpinggirkan?

    Kesetaraan Gender di Tempat Kerja: Mengapa Perempuan Masih Terpinggirkan?

    • calendar_month Kam, 21 Nov 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    OLEH: RISKA TETRA SAPUTRI Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung  

  • Pemprov Kepulauan Babel Bentuk Tim Terpadu untuk Atasi Polemik PT Foresta

    Pemprov Kepulauan Babel Bentuk Tim Terpadu untuk Atasi Polemik PT Foresta

    • calendar_month Sen, 2 Okt 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, BELITUNG – Sejak 16 Agustus 2023 lalu, polemik yang terjadi antara PT Foresta Lestari Dwikarya dengan sekelompok masyarakat Belitung, terkait masalah Hak Guna Usaha (HGU) dan Kebun Plasma, hingga kini diketahui masih belum menemukan titik terang. Salah satu upaya yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung (Babel), dalam menyelesaikan polemik tersebut, yakni dengan […]

  • Kedatangan UAS Disambut Antusias Jamaah Masjid Kabupaten Bangka

    Kedatangan UAS Disambut Antusias Jamaah Masjid Kabupaten Bangka

    • calendar_month Sab, 30 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, Sungailiat –Kedatangan Ustadz Abdul Somad Lc.MA dan Pj Bupati Bangka M Haris, disambut masyarakat dari para jamaah masjid-masjid yang ada di kabupaten Bangka, untuk mendengarkan tausiah ustad kondang, Jumat (29/03/24) sore, di D’garden Pasar Ramadhan Sungailiat. Pj Bupati Bangka M. Haris sebagai tuan rumah turut mendampingi UAS mengucap Selamat datang di Bumi Sepintu Sedulang […]

expand_less