Melestarikan Warisan Budaya: Menurunnya Penggunaan Bahasa Melayu Bangka Belitung di Kalangan Generasi Muda
- account_circle Ochin
- calendar_month Rab, 12 Nov 2025

OLEH: RAFINA
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Penggunaan Bahasa melayu di Bangka Belitung dikalangan generasi muda menunjukkan trend penurunan yang signifikan. Dimana hal tersebut menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, terutama kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan para tenaga pendidik. Banyak sekali para anak muda saat ini tergabung dalam komunitas yang lebih sering menggunakan Bahasa asing dari pada Bahasa sendiri (Bahasa Melayu). Seperti Bahasa inggris,korea,dan bahasa lainnnya, Ditambah lagi dengan pengaruh film-film berbahasa asing yang sangat kuat.
Oleh karena itu, pelestarian penggunaan Bahasa melayu ini bertujuan untuk menjaga identitas budaya dan nilai-nilai luhur, memastikan kelangsungan Bahasa sebagai warisan dan memperkuat rasa persatuan serta kebanggaan diantara penuturnya dan mempertahankan keragaman budaya dan pengetahuan lokal yang terkandung dalam budaya tersebut.
Dari ancaman kepunahan akibat globalisasi dan moderasi. Pelestarian Bahasa melayu seharusnya dimulai dari rumah, sebagai lingkungan pertama anak belajar berkomunikasi. Nah, Penurunan penggunaan Bahasa melayu ini merupakan isu serius yang mengancam terkikisnya nilai-nilai budaya dan identitas etnis yang terkandung didalamnya. Krisis ini bermula dari pergeseran fungsi Bahasa diera modern, di mana Bahasa melayu mulai semakin tersingkir dari kalangan generasi muda.
Kata-kata kunci: Bahasa melayu, Budaya luar, Generasi muda
Bahasa Adalah identitas suatu bangsa dan warisan budaya yang tak ternilai harganya. keberagaman Bahasa merupakan kekayaan yang patut dijaga dan dilestarikan. Salah satunya Adalah Bahasa daerah yang memiliki nilai Sejarah dan budaya yang kaya Adalah Bahasa Melayu Bangka Belitung. Namun, masih banyak Bahasa dari daerah lainnya. Bahasa Melayu Bangka Belitung saat ini menghadapi tantangan yang serius, terutama dengan menurunnya penggunaan di kalangan generasi muda.
Penurunan penggunaan Bahasa melayu ini merupakan isu serius yang di mana dapat mengancam terkikisnya nilai-nilai budaya dari identitas etnis yang terkandung didalamnya. Krisis ini bermula dari pergeseran fungsi Bahasa diera modern, Dimana Bahasa melayu mulai tersingkirkan dari publik dan bahkan lingkungan keluarga. Hal ini menjadi perhatian serius dari berbagai pihak, termasuk Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan tentunya para tenaga pendidik. Nah, kondisi Bahasa daerah di Bangka Belitung ini sudah ada beberapa dialeg yang punah. Terdapat juga Bahasa daerah disuatu wilayah tidak lagi dipergunakan. Sebagian besar Masyarakat terutama anak-anak muda tidak lagi mengetahui Bahasa daerah dengan dialeg yang pernah ada dikampungnya.
Faktor-Faktor Penyebab Menurunnya Penggunaan Bahasa Melayu di Bangka Belitung
1. Globalisasi dan Pengaruh Bahasa Nasional:
Arus globalisas yang membawa pengaruh bahasa-bahasa internasional, terutama bahasa Inggris, yang dianggap lebih prestisius dan penting untuk bersaing di dunia kerja. Selain itu, bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional memiliki peran dominan dalam pendidikan, media, dan pemerintahan, sehingga penggunaan bahasa daerah semakin terpinggirkan.
2. Urbanisasi dan Migrasi:
- Penulis: Ochin
