UMKM Bangka Belitung: Bertahan di tengah Bayang-Bayang Industri Tambang
- account_circle Ochin
- calendar_month Sen, 6 Apr 2026

OLEH : GRACE NADIA SIMANUNGKALIT
Mahasiswi FISIP Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Dalam beberapa dekade terakhir, nama Bangka Belitung hampir tak terpisah dengan logam timah. Industri tambang menjadi tulang punggung ekonomi di daerah ini, sehingga berkontribusi cukup signifikan pada volume ekspor dan kegiatan ekonomi di daerah ini. Namun demikian, apabila dinamika pengelolaan tambang mengalami kericuhan dan produksi tambang mengalami penurunan, maka pengaruhnya pun akan terlihat pada dinamika ekonomi di daerah ini.
Laporan Kompas mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi di Bangka Belitung pernah mengalami penurunan drastis setelah gejolak terjadi pada industri timah. Kalau tambang melemah, yang paling cepat terdampak bukan lagi perusahaan skala besar, tapi pelaku usaha kecil yang hidup dari perputaran uang lokal.
Di sini, posisi UMKM memang penting, sekaligus ditantang. Tambang melemah, UMKM menahan guncangan karena ketergantungan tersebut, struktur ekonomi daerah menjadi rentan. Jika harga komoditas menurun atau peraturan diperketatkan, daya beli masyarakat juga menurun. UMKM yang bergerak di bidang perdagangan, kuliner, dan jasa langsung merasakan dampaknya.
Namun data menunjukkan bahwa UMKM di Bangka Belitung justru mengalami peningkatan jumlah dalam beberapa tahun terakhir dan berkontribusi signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja serta PDRB daerah (Harahap et al., 2025). Hal ini menandakan bahwa di tengah dominasi tambang, ekonomi rakyat tetap tumbuh sebagai fondasi alternatif.
Artinya, ketika tambang goyah, UMKM menjadi bantalan ekonomi. Dukungan dan realitas di lapangan, aktivitas dalam meningkatkan UMKM juga terlihat dari intervensi oleh pemerintah daerah. Dalam laporan Antara, tercatat adanya penyaluran bantuan peralatan industri kepada pelaku UMKM di Bangka Tengah dalam rangka meningkatkan kapasitas produksi.
Dari sini terlihat adanya kesadaran akan peran strategis UMKM dalam menghadapi perubahan ekonomi yang tidak bisa lagi bertumpu pada sektor tambang. Dari sisi teori, penelitian mengenai strategi pengembangan UMKM di Pangkalpinang telah menegaskan peran strategis dalam meningkatkan kapasitas produksi, digitalisasi marketing, serta manajemen usaha dalam pembangunan ketahanan ekonomi (Wibawa et al., 2023).
- Penulis: Ochin
