Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketahanan Pangan dan Konflik Lahan di Papua

Ketahanan Pangan dan Konflik Lahan di Papua

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 5 jam yang lalu

Pesan yang paling membekas bagi saya dari film tersebut adalah bahwa semua manusia memiliki hak yang sama, apa pun ras, warna kulit, dan latar belakangnya. Masyarakat Papua juga warga negara Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan hak yang sama atas tanah yang sudah mereka rawat sejak lama.

Selain itu, film tersebut juga menunjukkan adanya ketimpangan kekuasaan antara masyarakat lokal dengan pihak perusahaan maupun pemerintah. Dalam film disebutkan bahwa sebagian besar perusahaan yang terlibat memiliki keterkaitan kepemilikan yang sama.

Walaupun informasi tersebut masih perlu ditelusuri lebih jauh secara akademik, hal itu tetap menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari proyek-proyek tersebut. Saya juga merasa aneh ketika penayangan film seperti ini justru banyak mengalami penolakan dan pembatasan. Bagi saya, ketika sebuah film dokumenter yang berisi kritik sosial sulit ditayangkan, masyarakat tentu akan berpikir bahwa ada sesuatu yang sedang ditutupi.

Di sisi lain, saya tetap memahami bahwa pemerintah memiliki tujuan yang baik dalam membangun food estate. Ketahanan pangan memang menjadi isu penting, apalagi ketika dunia menghadapi ancaman perubahan iklim, perang, dan kenaikan harga pangan global. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Pemerintah tentu membutuhkan solusi jangka panjang agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

Namun, persoalannya bukan terletak pada tujuan program, melainkan pada cara pelaksanaannya. Banyak proyek food estate sebelumnya justru mengalami kegagalan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam laporan Food Estate: Solusi atau Bencana Baru? (2022) menyebutkan bahwa beberapa proyek meninggalkan kerusakan lingkungan, pembukaan lahan besar-besaran, hingga tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Ironisnya, program serupa tetap diulang di berbagai daerah tanpa evaluasi yang benar-benar serius.

Menurut saya, food estate di lapangan justru lebih banyak merugikan masyarakat lokal dibanding menguntungkan mereka. Masyarakat adat kehilangan lahan, hutan mulai berkurang, sementara keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh pihak perusahaan besar. Padahal selama ini masyarakat Papua sudah hidup berdampingan dengan alam dan menjaga kawasan hutan mereka sendiri. Ketika negara datang membawa proyek besar tanpa mendengarkan masyarakat setempat, pembangunan akhirnya terasa seperti pemaksaan.

Konflik lahan di Papua juga memperlihatkan bahwa pembangunan di Indonesia masih sering menggunakan pendekatan dari atas ke bawah. Pemerintah menentukan kebijakan, perusahaan masuk membawa modal, lalu masyarakat diminta menerima keadaan. Padahal, pembangunan yang baik seharusnya melibatkan masyarakat sejak awal, terutama mereka yang paling terdampak secara langsung. Dalam konsep Free, Prior, and Informed Consent (FPIC), masyarakat adat seharusnya diberikan hak untuk mengetahui, mempertimbangkan, dan menyetujui suatu proyek sebelum dijalankan di wilayah mereka.

Saya pribadi lebih condong membela masyarakat adat Papua karena sampai sekarang mereka sering berada di posisi paling lemah dalam konflik seperti ini. Banyak masyarakat adat tidak memiliki kekuatan hukum maupun ekonomi sebesar perusahaan atau negara. Mereka hanya memiliki tanah dan hutan yang diwariskan turun-temurun. Ketika itu diambil, mereka kehilangan hampir segalanya. Bagi saya, ketahanan pangan tidak seharusnya dibangun dengan mengorbankan hak hidup masyarakat lain.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bulan K3N 2026: PT Timah Tbk Gelar Kompetisi Tanggap Darurat

    Bulan K3N 2026: PT Timah Tbk Gelar Kompetisi Tanggap Darurat

    • calendar_month Jum, 30 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ia juga mengingatkan semua peserta untuk memprioritaskan keselamatan dan menjaga kekompakan tim sepanjang kompetisi agar nilai-nilai K3 dapat diinternalisasi dalam aktivitas kerja sehari-hari. Selain Tantangan Pemadam Kebakaran & Penyelamatan, semangat Bulan K3 Nasional 2026 juga terlihat di Wilayah Divisi Kundur melalui Kompetisi Tanggap Darurat yang diadakan di lapangan upacara PT Timah Wilayah Kundur pada hari […]

  • Kepailitan di Era Krisis: Saat Kepailitan Jadi Jalan Restrukturisasi

    Kepailitan di Era Krisis: Saat Kepailitan Jadi Jalan Restrukturisasi

    • calendar_month Ming, 4 Mei 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Oleh : Rama Arjuna Putra Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung CDN.id, BABEL- Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global dan krisis yang terus berulang, seperti pandemi, konflik geopolitik, hingga tekanan inflasi, dunia usaha dituntut untuk adaptif. Namun, bagi banyak perusahaan, adaptasi tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari ancaman kebangkrutan. Dalam konteks ini, kepailitan tidak lagi […]

  • Perkuat Tata Kelola, PT Timah Tbk Perkuat Percepatan Sistem Pembayaran Kemitraan

    Perkuat Tata Kelola, PT Timah Tbk Perkuat Percepatan Sistem Pembayaran Kemitraan

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Selain itu, untuk memudahkan mitra usaha dalam proses penagihan yang dilakukan secara online, PT Timah Tbk juga telah melengkapi GBT atau stasiun pengumpul dengan ruangan administrasi yang lengkap dengan fasilitas komputer dan internet agar dapat memudahkan mitra usaha PT Timah Tbk dalam melaksanakan percepatan administrasi penagihan. “Semua proses dilaksanakan dengan online dan terintegrasi. Perusahaan juga […]

  • Wujudkan Ruang Publik Sehat PT Timah Gelar Gotong Royong Jumat Bersih

    Wujudkan Ruang Publik Sehat PT Timah Gelar Gotong Royong Jumat Bersih

    • calendar_month Jum, 10 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Perwira Staf Potensi Maritim (Pasiter) Lanal Babel, Achmad Ronny, menegaskan pihaknya akan terus bersinergi dengan berbagai pihak guna memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “Kami akan terus bersinergi untuk memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat,” tegasnya. Sementara itu, Camat Sungailiat Lingga Pranata menyoroti persoalan sampah rumah tangga di Kabupaten Bangka yang dinilai masih menjadi tantangan serius. […]

  • KPU Bateng Sosialisasikan Tahapan Pemilu dan Iklan Kampanye, Begini Ketentuannya

    KPU Bateng Sosialisasikan Tahapan Pemilu dan Iklan Kampanye, Begini Ketentuannya

    • calendar_month Jum, 19 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ditempat yang sama, Sabri Komisioner KPU Bangka Tengah menjelaskan, iklan kampanye di media massa bergantung pada jenis medianya dan dibatasi setiap media. “Kalau online cuma 1 banner, kalau cetak 810 per kolom, kalau radio 10 spot per 60 detik dan TV 10 spot 30 detik. Jadi ada aturannya,” jelas Sabri. Sabri mengatakan, iklan kampanye di […]

  • PT Timah Fasilitasi Karyawan Ikuti Sertifikasi Bagi Operator Pesawat dan Angkut

    PT Timah Fasilitasi Karyawan Ikuti Sertifikasi Bagi Operator Pesawat dan Angkut

    • calendar_month Rab, 16 Okt 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ia menjelaskan sertifikasi ini merupakan kewajiban yang diamanahkan oleh Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: 8 tahun 2010. Para peserta In House Training nantinya mendapatkan pembekalan terkait K3, kelayakan untuk mengoperasikan pesawat angkat dan angkut sesuai standar K3, pemahaman tentang penggunaan alat sesuai dengan K3. Menurut Al Musa, PT Timah konsisten terhadap permasalahan K3. Salah satu […]

expand_less