Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketahanan Pangan dan Konflik Lahan di Papua

Ketahanan Pangan dan Konflik Lahan di Papua

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sab, 30 Mei 2026

Pesan yang paling membekas bagi saya dari film tersebut adalah bahwa semua manusia memiliki hak yang sama, apa pun ras, warna kulit, dan latar belakangnya. Masyarakat Papua juga warga negara Indonesia yang seharusnya mendapatkan perlindungan dan hak yang sama atas tanah yang sudah mereka rawat sejak lama.

Selain itu, film tersebut juga menunjukkan adanya ketimpangan kekuasaan antara masyarakat lokal dengan pihak perusahaan maupun pemerintah. Dalam film disebutkan bahwa sebagian besar perusahaan yang terlibat memiliki keterkaitan kepemilikan yang sama.

Walaupun informasi tersebut masih perlu ditelusuri lebih jauh secara akademik, hal itu tetap menimbulkan pertanyaan besar mengenai siapa yang sebenarnya paling diuntungkan dari proyek-proyek tersebut. Saya juga merasa aneh ketika penayangan film seperti ini justru banyak mengalami penolakan dan pembatasan. Bagi saya, ketika sebuah film dokumenter yang berisi kritik sosial sulit ditayangkan, masyarakat tentu akan berpikir bahwa ada sesuatu yang sedang ditutupi.

Di sisi lain, saya tetap memahami bahwa pemerintah memiliki tujuan yang baik dalam membangun food estate. Ketahanan pangan memang menjadi isu penting, apalagi ketika dunia menghadapi ancaman perubahan iklim, perang, dan kenaikan harga pangan global. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, kebutuhan pangan nasional terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk Indonesia. Pemerintah tentu membutuhkan solusi jangka panjang agar Indonesia tidak terlalu bergantung pada impor pangan dari luar negeri.

Namun, persoalannya bukan terletak pada tujuan program, melainkan pada cara pelaksanaannya. Banyak proyek food estate sebelumnya justru mengalami kegagalan. Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dalam laporan Food Estate: Solusi atau Bencana Baru? (2022) menyebutkan bahwa beberapa proyek meninggalkan kerusakan lingkungan, pembukaan lahan besar-besaran, hingga tidak memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Ironisnya, program serupa tetap diulang di berbagai daerah tanpa evaluasi yang benar-benar serius.

Menurut saya, food estate di lapangan justru lebih banyak merugikan masyarakat lokal dibanding menguntungkan mereka. Masyarakat adat kehilangan lahan, hutan mulai berkurang, sementara keuntungan ekonomi lebih banyak dinikmati oleh pihak perusahaan besar. Padahal selama ini masyarakat Papua sudah hidup berdampingan dengan alam dan menjaga kawasan hutan mereka sendiri. Ketika negara datang membawa proyek besar tanpa mendengarkan masyarakat setempat, pembangunan akhirnya terasa seperti pemaksaan.

Konflik lahan di Papua juga memperlihatkan bahwa pembangunan di Indonesia masih sering menggunakan pendekatan dari atas ke bawah. Pemerintah menentukan kebijakan, perusahaan masuk membawa modal, lalu masyarakat diminta menerima keadaan. Padahal, pembangunan yang baik seharusnya melibatkan masyarakat sejak awal, terutama mereka yang paling terdampak secara langsung. Dalam konsep Free, Prior, and Informed Consent (FPIC), masyarakat adat seharusnya diberikan hak untuk mengetahui, mempertimbangkan, dan menyetujui suatu proyek sebelum dijalankan di wilayah mereka.

Saya pribadi lebih condong membela masyarakat adat Papua karena sampai sekarang mereka sering berada di posisi paling lemah dalam konflik seperti ini. Banyak masyarakat adat tidak memiliki kekuatan hukum maupun ekonomi sebesar perusahaan atau negara. Mereka hanya memiliki tanah dan hutan yang diwariskan turun-temurun. Ketika itu diambil, mereka kehilangan hampir segalanya. Bagi saya, ketahanan pangan tidak seharusnya dibangun dengan mengorbankan hak hidup masyarakat lain.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kunjungan di Museum Timah Pangkalpinang Naik, Pengunjung Mayoritas Pelajar

    Kunjungan di Museum Timah Pangkalpinang Naik, Pengunjung Mayoritas Pelajar

    • calendar_month Sen, 22 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Pelajar berwisata sekaligus mengenal sejarah pertimahan. Museum kini dilengkapi video yang menggambarkan proses produksi timah lepas pantai,” kata Taufik kepada Kompas.com di Pangkalpinang, Minggu (21/1/2024). Ia melanjutkan bahwa selain pelajar, pengunjung yang terbilang signifikan berasal dari wisatawan lokal dan wisatawan nusantara. Jumlahnya masing-masing mencapai 3.384 dan 3.211 orang. Kemudian ada juga dari perguruan tinggi sebanyak […]

  • JXB Siap Kolaborasi untuk Kemajuan Pariwisata di Ibu Kota

    JXB Siap Kolaborasi untuk Kemajuan Pariwisata di Ibu Kota

    • calendar_month Kam, 13 Mar 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    JXB juga mengelola Grand Cempaka Resort, di kawasan Cipayung, Bogor, yang sebelumnya bernama Jayakarta Hotel & Resort. Grand Cempaka Resort ini Desember 2024 menjadi tempat rapat kerja (raker) PWI Jaya. “Lain kali kalau PWI Jaya ingin mengadakan acara di situ lagi silakan komunikasi dengan Mbak Siti Fauzish ini,” tutur Yunn Bali Mohammad Yusuf. Kawasan Grand […]

  • Tingkatkan Hasil Tangkapan, PT Timah Berikan Bantuan Bagi Kelompok Nelayan Sanggedu Desa Beruas

    Tingkatkan Hasil Tangkapan, PT Timah Berikan Bantuan Bagi Kelompok Nelayan Sanggedu Desa Beruas

    • calendar_month Jum, 24 Jan 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Bantuan ini adalah yang pertama bagi warga nelayan kami, dan akan kami gunakan untuk mensupport sarana dan prasarana alat tangkap nelayan untuk menopang kehidupan mereka sehari – hari,” katanya. Ia berharap sinergi PT Timah dengan pihak desa dapat terus berlanjut, sehingga dapat membantu masyarakat. “Kami atas nama pemerintah Desa Beruas Kabupaten Bangka Barat mendoakan PT […]

  • Ramadan 1447 H Pemkot Pangkalpinang Ajak ASN Salurkan Zakat Melalui Baznas

    Ramadan 1447 H Pemkot Pangkalpinang Ajak ASN Salurkan Zakat Melalui Baznas

    • calendar_month Sel, 3 Mar 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Saya menilai Baznas Kota Pangkalpinang telah menjalankan fungsi pengelolaan zakat dengan baik sebagai lembaga resmi yang berada di bawah koordinasi pemerintah daerah, terutama dalam proses penyaluran bantuan kepada masyarakat penerima manfaat,” lanjutnya. Pemerintah kota juga mengimbau ASN di lingkungan Pemkot Pangkalpinang untuk menyalurkan zakat fitrah maupun zakat harta melalui Baznas agar distribusinya lebih terarah dan […]

  • PWI Pusat Prihatin Perihal Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

    PWI Pusat Prihatin Perihal Pencabutan Kartu Liputan Istana Wartawan CNN Indonesia

    • calendar_month Ming, 28 Sep 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Munir juga mengingatkan bahwa Pasal 18 ayat (1) UU Pers menyebutkan setiap pihak yang dengan sengaja menghalangi atau menghambat pelaksanaan kemerdekaan pers dapat dikenai pidana penjara hingga dua tahun atau denda maksimal Rp500 juta. Menurut Munir, pencabutan kartu liputan wartawan CNN Indonesia dengan alasan pertanyaan di luar agenda Presiden tidak dapat dibenarkan karena menghalangi tugas […]

  • PT Timah Fasilitasi Puluhan Pelajar SMK Negeri 1 Mentok PKL

    PT Timah Fasilitasi Puluhan Pelajar SMK Negeri 1 Mentok PKL

    • calendar_month Sel, 22 Okt 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Guru pembimbing PKL Adi Kusumardi mengatakan, PKL merupakan bagian pembelajaran dalam kurikulum merdeka. “Pada kurikulum Merdeka , PKL ini bagian dari pembelajaran, mengaplikasikan pelajaran yang sudah ada, menambah materi yang belum didapat,” katanya. Menurutnya, PT Timah merupakan salah satu perusahaan yang dinilai tepat untuk menjadi tempat bagi para pelajar mereka menimba ilmu “PT Timah layak […]

expand_less