Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Kepailitan di Era Krisis: Saat Kepailitan Jadi Jalan Restrukturisasi

Kepailitan di Era Krisis: Saat Kepailitan Jadi Jalan Restrukturisasi

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Ming, 4 Mei 2025

Oleh : Rama Arjuna Putra

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Di tengah gelombang ketidakpastian ekonomi global dan krisis yang terus berulang, seperti pandemi, konflik geopolitik, hingga tekanan inflasi, dunia usaha dituntut untuk adaptif. Namun, bagi banyak perusahaan, adaptasi tidak cukup untuk menghindarkan mereka dari ancaman kebangkrutan. Dalam konteks ini, kepailitan tidak lagi dipandang semata sebagai akhir perjalanan bisnis, tetapi sebagai strategi untuk memulai restrukturisasi.

Kepailitan, dalam pandangan umum, sering kali diidentikkan dengan kegagalan total. Namun di era krisis, kepailitan justru dapat menjadi alat legal untuk menyusun kembali fondasi bisnis. Undang-Undang Kepailitan dan PKPU (Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang) di Indonesia menyediakan ruang bagi debitur dan kreditur untuk mencapai kesepakatan penyelesaian utang yang lebih rasional dan terukur.

Fenomena ini terlihat dari meningkatnya permohonan PKPU selama masa pandemi dan setelahnya. Banyak perusahaan memilih jalur ini sebagai upaya negosiasi dengan kreditur, bukan karena benar-benar tak mampu membayar, tetapi karena memerlukan ruang bernafas finansial. Kepailitan dan PKPU pun menjadi “mekanisme reset” — membuka peluang perbaikan tata kelola keuangan, penjualan aset non-produktif, hingga negosiasi ulang utang jangka panjang.

Namun, potensi kepailitan sebagai jalan restrukturisasi harus diimbangi dengan pengawasan yang ketat dari aparat penegak hukum dan pengadilan. Penyalahgunaan mekanisme ini, misalnya untuk menghindari kewajiban atau memanipulasi proses hukum, harus dicegah. Transparansi, itikad baik, dan profesionalisme para kurator, kreditur, dan debitur adalah kunci agar restrukturisasi melalui kepailitan menghasilkan nilai ekonomi yang positif.

Di tengah ketidakpastian, fleksibilitas hukum menjadi penting. Kepailitan sebagai jalan keluar bukan berarti “kebebasan untuk gagal”, tetapi kesempatan kedua bagi bisnis yang masih memiliki prospek namun terlilit krisis sementara. Inilah saatnya melihat kepailitan sebagai bagian dari dinamika bisnis modern bukan aib, melainkan alat untuk bangkit.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat Gelar Dialog Kebangsaan untuk Gerakan Kesadaran Hukum

    PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat Gelar Dialog Kebangsaan untuk Gerakan Kesadaran Hukum

    • calendar_month Sab, 15 Nov 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id JAKARTA—Ratusan peserta dari unsur pemerintah, Polri, TNI, kejaksaan, tokoh agama, organisasi masyarakat, Lembaga Swadaya Masyarakat hingga insan pers memadati forum besar bertajuk Dialog Kebangsaan: “Membangun Kesadaran Hukum, Kerukunan, dan Toleransi dalam Bingkai Kebangsaan”. Acara yang digagas PWI Pokja Kepolisian Jakarta Barat menjadi salah satu forum lintas-elemen terbesar di Jakarta pada momentum Hari Pahlawan tahun […]

  • Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tanda Tangani KUA – PPAS Tahun Anggaran 2024

    Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tanda Tangani KUA – PPAS Tahun Anggaran 2024

    • calendar_month Sel, 12 Sep 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, PANGKALPINANG- PJ Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu menandatangani MoU kesepakatan bersama Kebijakan umum anggaran dan prioritas flapon anggaran sementara (KUA – PPAS) tahun anggaran 2024 bersama DPRD Babel berlangsung di ruang rapat anggaran DPRD Babel, Selasa (12/09/2023). “Hari ini nota kesepakatan antara Pemprov Babel dengan DPRD Babel telah ditandatangani […]

  • Nekad Pasangan Sejoli di Makassar Kepergok Aborsi di Indekost

    Nekad Pasangan Sejoli di Makassar Kepergok Aborsi di Indekost

    • calendar_month Rab, 6 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MAKASAR- Entah apa yang ada dipikiran pasangan sejoli ini di Makasar Sulaweai Selatan (Sulsel), RA (23) dan IK (22)  kepergok dan langsung diamankan polisi usai melakukan aborsi. Pasangan kekasih itu diamankan di salah satu kamar indekos di Jalan Sukaria, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulsel, pada Selasa (5/3/2024). Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Sangkala menceritakan, […]

  • Pelajar Asal Riau Akui Persiapkan Diri Ikuti Seleksi Program Kelas Beasiswa PT Timah

    Pelajar Asal Riau Akui Persiapkan Diri Ikuti Seleksi Program Kelas Beasiswa PT Timah

    • calendar_month Sel, 13 Mei 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Belasan pelajar dari Provinsi Riau dan Provinsi Kepulauan Riau yang telah lolos seleksi administrasi dan survei lapangan Program Kelas Beasiswa PT Timah di SMAN 1 Pemali tampak serius mengikuti Tes Potensi Akademik, Psikotes, Wawancara, Psikologi Klinis dan Validasi Dokumen yang dilaksanakan di Asialink Easy by Prasanthi Batam, pada Sabtu (10/5/2025). Salah satu peserta […]

  • Rangkaian HUT RI – 78 Relawan Sahabat Melati Gelar Bersih Pantai

    Rangkaian HUT RI – 78 Relawan Sahabat Melati Gelar Bersih Pantai

    • calendar_month Sel, 22 Agu 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, BANGKA TENGAH-Dalam upaya menciptakan kondisi lingkungan pantai yang bersih dan optimalisasi sektor wisata, dilakukan gerakan bersih pantai (Beach Clean Up) yang ditandai dengan upacara peringatan hari kemerdekaan ke-78 di pinggir Pantai Tanjung Berikat, Desa Batu Beriga Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung Kamis (17/08) pagi. Kegiatan ini terinspirasi dari sosok Ibu Melati Erzaldi yang […]

  • Dunia Mulai Berdamai dengan Nuklir: Saat Ketakutan Kalah oleh Kebutuhan Energi

    Dunia Mulai Berdamai dengan Nuklir: Saat Ketakutan Kalah oleh Kebutuhan Energi

    • calendar_month Rab, 7 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id — Selama puluhan tahun, kata nuklir hampir selalu identik dengan rasa takut. Bayangan bom atom, kecelakaan reaktor, hingga limbah radioaktif kerap lebih menonjol dibanding manfaatnya. Namun dunia tidak pernah diam. Ketika krisis energi, perubahan iklim, dan mahalnya harga listrik menjadi persoalan nyata, cara pandang masyarakat global pun perlahan berubah. Sebuah survei internasional terbaru menunjukkan […]

expand_less