Kedaulatan Pangan: Capaian Swasembada dan Tantangan Komoditas yang Masih Impor (Kedelai & Gula)
- account_circle Ochin
- calendar_month 3 jam yang lalu

1. Roadmap Kemandirian Pangan 2045 komprehensif, fokus pada semua
komoditas strategis
2. Jaminan pasar untuk produk kedelai dan gula lokal
3. Revitalisasi infrastruktur pabrik gula berusia 100 tahun
4. Koordinasi kebijakan terintegrasi antar kementerian
5. Evaluasi dampak program MBG terhadap impor jangka panjang
Kesimpulan
Kedaulatan pangan Indonesia di era Prabowo-Gibran menunjukkan capaian nyata pada beras dengan produksi 34,7 juta ton dan penghentian impor beras konsumsi. Dampak positif terhadap pasar global dengan penurunan harga beras hingga 44 persen juga signifikan. Namun, ketergantungan pada impor kedelai (2,6 juta ton pada 2025) dan gula (defisit 4 juta ton per tahun) menunjukkan kedaulatan pangan masih parsial. Dimensi politik agribisnis terlihat dari koordinasi lintas sektor lemah, ketidakkonsistenan kebijakan impor, dan prioritas pada capaian cepat. Politik pangan berkelanjutan memerlukan pendekatan holistik yang adil bagi petani, efisien secara ekonomi, dan mandiri secara strategis. Swasembada beras adalah langkah awal baik, namun jalan menuju kedaulatan pangan penuh masih panjang.(*)
Referensi
1. Kementerian Pertanian RI. (2026). Indonesia Economic Outlook 2026.
2. Badan Pangan Nasional. (2026). Swasembada Indonesia Tekan Harga Beras Global 44%.
3. CNBC Indonesia. (2025). RI Diramal Impor 2,6 Juta Ton Kedelai 2025.
4. DPR RI. (2025). Rembesnya Gula Rafinasi ke Pasar Konsumsi.
- Penulis: Ochin
