Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kedaulatan Pangan: Capaian Swasembada dan Tantangan Komoditas yang Masih Impor (Kedelai & Gula)

Kedaulatan Pangan: Capaian Swasembada dan Tantangan Komoditas yang Masih Impor (Kedelai & Gula)

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 3 jam yang lalu

Produksi kedelai lokal hanya mencapai 350.000 ton, sementara negara membutuhkan hampir 2,9 juta ton. Produksi lokal hanya mencakup 12% dari kebutuhan. Pada tahun 2025, impor kedelai diperkirakan mencapai 2,6 juta ton, yang merupakan peningkatan 2% dari perkiraan sebelumnya. MBG yang diperkenalkan oleh Presiden Prabowo memperburuk situasi dengan membutuhkan lebih banyak protein nabati. Hingga Juli 2025, impor kedelai mencapai 1,47 juta ton, dengan biaya US$679 juta, dan Amerika Serikat sebagai pemasok utama.

Ketergantungan impor kedelai memiliki dimensi politik ekonomi kompleks. Impor kedelai mengikuti mekanisme pasar tanpa regulasi ketat. Kebijakan bebas impor membuat produk petani lokal rentan tidak terserap pasar karena harga kalah kompetitif. Koordinasi antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan masih lemah, politik ekonomi lebih mengutamakan stabilitas harga konsumen dari pada melindungi petani lokal.

Gula: Paradoks Swasembada dan Impor

Pada 2024, produksi gula dalam negeri hanya 2,46 juta ton dari kebutuhan 6,5 juta ton, defisit rata-rata 4 juta ton per tahun. Pada 2025, pemerintah menetapkan kuota impor Gula Kristal Rafinasi (GKR) 3,44 juta ton.

Pakar IPB University mengkritik pemerintah tidak konsisten soal impor gula. Pemerintah memutuskan impor 200.000 ton gula kristal mentah sebagai cadangan, kemudian melarang impor gula konsumsi mulai 2026. Namun, kuota impor gula rafinasi untuk industri tetap tinggi.

Produksi gula lokal sulit terserap industri karena mutu di bawah standar. Sebanyak 63,5 persen dari 62 pabrik gula di Indonesia berusia lebih dari 100 tahun. Revitalisasi pabrik gula PTPN belum maksimal. Rembesnya gula rafinasi ke pasar konsumsi juga belum terselesaikan hingga kuartal III 2025, bersaing tidak sehat dengan gula kristal putih lokal.

Politik Agribisnis: Rhetorika vs Realitas

Alokasi anggaran untuk ketahanan pangan mencapai Rp 155,2 triliun pada tahun 2025, dengan perkiraan peningkatan menjadi Rp 164 triliun pada tahun 2026. Namun demikian, distribusi anggaran tersebut belum sepenuhnya mendukung inisiatif swasembada pangan. Penekanan politik tampaknya lebih memprioritaskan hasil jangka pendek daripada pembangunan kapasitas berkelanjutan dalam jangka panjang.

Program food estate belum berjalan optimal akibat koordinasi lintas sektor lemah. Koordinasi antara Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Badan Pangan Nasional masih menjadi tantangan besar.

Kebijakan HPP gabah Rp6.500/kg menunjukkan keberpihakan retorik kepada petani, namun di lapangan harga gabah masih anjlok. Untuk kedelai dan gula, politik harga lebih mengutamakan kepentingan industri dan konsumen daripada petani lokal.

Refleksi Mahasiswa Agribisnis

Sebagai mahasiswa agribisnis, fenomena kedaulatan pangan memberikan pelajaran tentang kompleksitas politik pertanian. Swasembada beras adalah pencapaian nyata, namun belum mencerminkan kedaulatan pangan utuh.

Yang perlu dipertimbangkan:

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Komitmen Hijau PT Timah Rehabilitasi Lahan Hingga Perlindungan Pesisir

    Komitmen Hijau PT Timah Rehabilitasi Lahan Hingga Perlindungan Pesisir

    • calendar_month Rab, 22 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Selain aspek rehabilitasi lingkungan, perusahaan turut mendorong efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon melalui berbagai langkah, seperti penggunaan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, serta penerapan teknologi ramah lingkungan di area tambang. Upaya tersebut dinilai sejalan dengan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam mendukung mitigasi perubahan iklim dan pemulihan ekosistem. Akademisi lingkungan, Indra Ambalika, menilai keseimbangan […]

  • Lagi,  Polda Babel Rotasi Sejumlah Anggotanya, Siapa Saja ???

    Lagi,  Polda Babel Rotasi Sejumlah Anggotanya, Siapa Saja ???

    • calendar_month Kam, 6 Apr 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Iya benar kemarin ada rotasi jabatan di Polda dan Polres Jajaran, yang terdiri dari 25 orang Pamen dan 35 orang Pama,” terang AKBP Jojo Sutarjo. Menurut AKBP Jojo, rotasi tersebut berdasarkan telegram Kapolri nomor ST/257/IV/KEP./2023 tanggal 4 April 2023.

  • 5 Siswi SMK di Kota Kendari ‘Teler’ Tembakau Gorilla

    5 Siswi SMK di Kota Kendari ‘Teler’ Tembakau Gorilla

    • calendar_month Sel, 30 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Guru-gurunya juga kami panggil, termasuk orang tua mereka,” ujar AKP Bahri. Dia memastikan, pihaknya tidak memasukan kasus kelima siswi dalam kategori pidana. Menurut dia, kelimanya hanya dikenakan pelanggaran etik. “Bukan termasuk kasus pidana, mungkin masalah etika saja karena masih Sekolah sebab mereka merekam video sambil merokok,” imbuh Kasat Narkoba Polres Kendari Bahri. Lebih lanjut AKP […]

  • Plt. Bupati Labuhanbatu Shalat Ied Bersama Warga di Masjid Raya Al-Ikhlas

    Plt. Bupati Labuhanbatu Shalat Ied Bersama Warga di Masjid Raya Al-Ikhlas

    • calendar_month Kam, 11 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Hj. Ellya Rosa Siregar mengucapkan selamat hari raya Idulfitri 1 Syawal 1445 H, kepada jamaah Sholat Ied sembari menyampaikan permohonan maaf lahir batin. “Atas nama pribadi dan Pemerintah Klkabupaten Labuhanbatu saya mengucapkan Minal Aidin Wal Faizin, mohon maaf lahir batin,” ucapnya seusai melaksanakan shalat Idulfitri 1445 H.

  • Reklamasi Pertambangan Rakyat di Babel

    Reklamasi Pertambangan Rakyat di Babel

    • calendar_month Ming, 24 Nov 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BABEL- Pertambangan rakyat adalah kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh masyarakat setempat disuatu daerah dengan menggunakan alat-alat sederhana dan skala usaha yang relatif kecil. Melakukan reklamasi di area bekas lahan pertambangan sangat penting untuk dilakukan. Manfaat dari melakukan reklamasi di bekas lahan pertambangan, seperti mengembalikan fungsi ekologis lahan, mencegah terjadinya bencana alam seperti banjir dan […]

  • Adi Josa Ajak Nobar Film MAWANG “Jangan Sebut Namanya”

    Adi Josa Ajak Nobar Film MAWANG “Jangan Sebut Namanya”

    • calendar_month Sel, 4 Jun 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Adijosa menegaskan bahwa potensi besar industri film lokal di Bangka Belitung untuk berkembang, untuk itu dirinya mengharapkan ada dukungan masyarakat dan perhatiam khusu dari pemerintah. “Nobar ini bukan hanya ajang dukungan bagi pekerja seni, tetapi juga sarana untuk mempromosikan karya-karya lokal kepada masyarakat yang lebih luas, agar karya anak Babel dapat bersaing di industri film […]

expand_less