Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketika Ladang Ditinggal: Darurat Regenerasi Petani Muda Indonesia

Ketika Ladang Ditinggal: Darurat Regenerasi Petani Muda Indonesia

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Rab, 3 Jun 2026

OLEH : MANDA

Mahasiswi Prodi Agribisnis FPPK Universitas Bangka Belitung 

CDN.id, BABEL- Ketika kita membayangkan sebuah desa di pedalaman Indonesia, pikiran kita sering kali tertuju pada hamparan ladang pertanian yang hijau, tanaman yang mulai menguning saat musim panen tiba, serta udara pagi yang basah oleh embun. Namun, di balik keindahan tersebut, terdapat realitas yang seharusnya kita cermati.

Banyak lahan pertanian saat ini dikelola oleh petani yang sudah lanjut usia, sedangkan generasi muda memilih untuk merantau ke kota atau mencari pekerjaan di sektor lain yang dianggap lebih menjanjikan. Situasi ini bukan hanya terbatas pada satu desa saja, melainkan juga terjadi di berbagai wilayah di seluruh Indonesia.

Kondisi ini menggambarkan betapa seriusnya masalah regenerasi petani yang dihadapi Indonesia. Jika semakin sedikit anak muda yang berminat untuk menjadi petani, lalu siapakah yang akan mengelola lahan pertanian di masa depan? Padahal sektor pertanian memiliki peran krusial dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Ancaman ini memang tidak terlihat secara langsung seperti bencana alam, tetapi dampaknya bisa sangat signifikan. Apabila dibiarkan terus berlanjut, krisis regenerasi petani dapat menjadi sebuah tantangan besar bagi ketahanan pangan Indonesia di masa yang akan datang.

Angka yang Tidak Bisa Kita Abaikan

Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari Sensus Pertanian tahun 2023 mencatat sebuah fakta yang perlu kita renungkan bahwa petani Indonesia semakin tua, sementara yang muda semakin sedikit yang mau turun ke ladang pertanian. Bayangkan, hampir 40 persen dari para petani kita saat ini adalah orang-orang yang berusia lebih dari 55 tahun. Ditambah dengan kelompok yang berusia antara 41 hingga 55 tahun yang mencapai 38 persen, hal ini menunjukkan bahwa lebih dari tiga perempat petani di Indonesia berada pada fase akhir usia atau sudah mendekati fase tersebut.

Sementara itu, jumlah petani muda justru mengalami penurunan. Mereka yang berumur di bawah 34 tahun kini hanya terdiri dari 11,5 persen mengalami penurunan dari 12,8 persen satu dekade lalu. Terutama dalam kelompok usia 25 hingga 34 tahun, angka tersebut menurun dari mendekati 12 persen pada tahun 2013 menjadi hanya sekitar 10 persen pada tahun 2023. Maka dari itu, rata-rata usia petani di Indonesia saat ini sudah mencapai 55 tahun.

Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan merupakan sebuah tanda peringatan bagi kita. Apabila tidak ada perubahan nyata dalam dua hingga tiga dekade ke depan, kita bisa menghadapi kekurangan petani yang mengkhawatirkan. Masalahnya bukan lahan yang menyempit, melainkan semakin sedikitnya orang yang mau dan siap menggarapnya.

Kenapa Anak Muda Tidak Mau Bertani?

Stigma sosial masih menjadi penghalang besar bagi generasi muda desa untuk terjun ke dunia pertanian. Banyak dari pemuda desa menganggap bahwa menjadi petani seolah menandakan pendidikan yang tidak berhasil. Pandangan ini tidak lahir begitu saja, tetapi terbentuk dari lingkungan keluarga, masyarakat, hingga sistem pendidikan yang sejak lama memisahkan dunia akademik dengan dunia pertanian. Ironisnya, bahkan orang tua yang berprofesi sebagai petani sering kali tidak ingin anaknya mengikuti jejak yang sama, karena berharap pendidikan formal bisa membuka jalan menuju pekerjaan yang dianggap lebih menjanjikan.

Faktor kedua, persoalan infrastruktur dan teknologi juga tidak bisa diabaikan. Banyak daerah pedesaan pertanian masih dijalankan dengan cara-cara konvensional yang mengandalkan tenaga besar namun hasilnya belum tentu stabil. Misalnya hasil pertanian yang tidak menentu, akses pasar masih terbatas, teknologi modern sulit dijangkau karena harga mahal dan pelatihannya masih jarang diberikan.

Situasi ini membuat pertanian terlihat kurang menarik bagi generasi muda yang tumbuh di era digital. Mereka cenderung melihat pertanian sebagai pekerjaan yang berat, tetapi tidak sebanding dengan penghasilannya. Padahal, teknologi pertanian modern sebenarnya sudah tersedia, hanya saja aksesnya masih terbatas karena biaya yang tinggi dan minimnya pelatihan di tingkat desa.

Adapun faktor ketiga, adanya alternatif pekerjaan di perkotaan yang dianggap lebih menjanjikan oleh pemuda desa turut memperkuat fenomena ini. Kota menawarkan pekerjaan dengan penghasilan tetap yang jauh lebih stabil dibandingkan hasil tani pedesaan yang berfluktuasi mengikuti musim dan harga pasar.

Menariknya, sebagian pemuda desa sebenarnya tidak sepenuhnya meninggalkan dunia pertanian, tetapi memilih menjadi tenaga kerja pertanian di luar negeri seperti Malaysia atau Korea Selatan karena upah yang jauh lebih tinggi dan sistem kerja lebih terorganisir (Malik et al., 2024). Hal ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan pada minat terhadap pertanian itu sendiri, melainkan pada kondisi di dalam negeri yang belum mampu membuat sektor ini cukup menarik bagi generasi muda.

Regenerasi Petani yang Terhambat oleh Sistem

Isu regenerasi petani tidak bisa dilepaskan dari dua masalah mendasar yang saling berkaitan, yaitu lemahnya sistem pendidikan di sektor pertanian dan belum maksimalnya respons kebijakan pemerintah. Keduanya memiliki peran penting dalam membangun persepsi dan pilihan generasi muda terhadap sektor pertanian hingga saat ini.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peringatan HBP ke-62, Lapas Medan Perkuat Sinergi dan Transformasi Pemasyarakatan

    Peringatan HBP ke-62, Lapas Medan Perkuat Sinergi dan Transformasi Pemasyarakatan

    • calendar_month Sen, 27 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MEDAN — Momentum Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 Tahun 2026 dimanfaatkan jajaran pemasyarakatan untuk mendorong transformasi kelembagaan yang lebih profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik. Hal itu tercermin dalam kegiatan tasyakuran yang digelar Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan, Senin (27/4/2026), sebagai bagian dari peringatan nasional yang diikuti seluruh satuan kerja pemasyarakatan di Indonesia. […]

  • Rapat Persiapan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Tugas Pj Wali Kota Pangkalpinang

    Rapat Persiapan Evaluasi Kinerja Pelaksanaan Tugas Pj Wali Kota Pangkalpinang

    • calendar_month Sen, 12 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar rapat persiapan evaluasi kinerja atas pelaksanaan tugas penjabat (Pj) Wali Kota Pangkalpinang di Smart Room Center Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Senin (12/02/2024). Rapat dipimpin langsung oleh Pj Wali Kota Pangkalpinang, Lusje Anneke Tabalujan bersama Sekretaris Daerah dalam rangka mempersiapkan dan menyempurnakan data-data yang diperlukan sebagai bahan paparan evaluasi […]

  • Kejuaraan Jetski Piala Panglima TNI Meriahkan HUT TNI ke-79: Cari Bibit Atlet Baru dan Upaya Pelestarian Lingkungan

    Kejuaraan Jetski Piala Panglima TNI Meriahkan HUT TNI ke-79: Cari Bibit Atlet Baru dan Upaya Pelestarian Lingkungan

    • calendar_month Sab, 23 Nov 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKUT- Kejuaraan Jetski Piala Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, yang digelar dalam rangka memeriahkan HUT TNI ke-79, berlangsung semarak di Pantai Jetski Academy, Ancol, Jakarta Utara. Yang mana, lebih dari seratus peserta turut serta dalam ajang ini, Sabtu (23/11/24). Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI beserta rombongan datang menggunakan perahu jetski untuk mencapai pulau tersebut, […]

  • Pj Wali Kota Pangkalpinang Dorong Budaya Membaca Lewat Bimtek Membaca Nyaring

    Pj Wali Kota Pangkalpinang Dorong Budaya Membaca Lewat Bimtek Membaca Nyaring

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG — Pemerintah Kota Pangkalpinang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Membaca Nyaring yang dibuka secara resmi oleh Penjabat (Pj) Wali Kota, M. Unu Ibnudin, di Gedung Perpustakaan Kota Pangkalpinang pada Senin, 19 Mei 2025. Kegiatan ini menyasar guru, pustakawan, pegiat literasi, dan orang tua sebagai upaya meningkatkan minat baca masyarakat. Dalam sambutannya, Unu menekankan pentingnya […]

  • Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekda Mie Go Dengar Aspirasi Guru SMPN 7 Pangkalpinang

    Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Sekda Mie Go Dengar Aspirasi Guru SMPN 7 Pangkalpinang

    • calendar_month Kam, 21 Sep 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, PANGKALPINANG – Dalam meningkatkan kualitas pendidikan, Sekretaris Daerah Kota Pangkalpinang, Mie Go mendengar aspirasi para guru di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 7 Pangkalpinang, pada hari Kamis (21/09/2023). Kunjungan Sekda ini didampingi oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Erwandi dalam rangka silahturahmi dan diskusi dengan guru guru sekaligus melihat kondisi SMP 7 Pangkalpinang.

  • PJ Gubernur Suganda Hadiri Pembukaan FLS2N tingkat SMA Se-Kep. Babel

    PJ Gubernur Suganda Hadiri Pembukaan FLS2N tingkat SMA Se-Kep. Babel

    • calendar_month Jum, 23 Jun 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.Id, PANGKALPINANG – Ratusan pelajar SMA yang berasal dari Kabupaten/Kota di Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) berkumpul di Grand Vella Hotel Pangkalpinang, dalam rangka pembukaan Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel). Acara ini dibuka langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kep. Babel Suganda Pandapotan Pasaribu, Jumat (23/06/2023). Kegiatan ini […]

expand_less