Dosen Sosiologi UNS Beri Pandangan Terkait Paparan Debat Cawapres
- account_circle Ochin
- calendar_month Sen, 22 Jan 2024

“Anak-anak desa, terutama untuk desa-desa tidak terpencil, sebenarnya sudah siap,” jelasnya
Drajat juga mengingatkan tentang pentingnya otonomi desa. Pemerintah, terangnya, semestinya bisa mendukung hal ini, bukan malah mengintervensi dengan membuat aturan-aturan yang mengandaskan harapan masyarakat di sana.
Satu hal yang perlu digalakkan dalam desa otonom adalah kemudahan mendapat akses. Semua orang di desa, kata Drajat, harus punya akses terhadap pengambilan keputusan, informasi, dan akses-akses lain yang memungkinkan peluang perubahan.
“Community ownership bakalan ada ketika ada harapan di desa yang menghidupi dia. Jika itu menguntungkan dia, dia akan stay (tinggal) di situ dan tak akan pergi,” tandasnya.
Dalam paparannya calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 1 Muhaimin Iskandar mengatakan, untuk mengatasi masalah itu, pihaknya akan menyiapkan anggaran Rp 5 miliar per desa untuk memperbaiki infrastruktur. Seiring dengan itu, ia berharap pembangunan sarana prasarana tumbuh; wirausaha, pertanian dan peternakan juga berkembang; yang mana nantinya akan berdampak pada ekonomi desa.
“Sehingga masyarakat tidak lagi tertarik menjadi urbanisasi, tapi cukup kembali ke desa membangun desa untuk pembangunan bangsa,” ujarnya di Jakarta Convention Center, Minggu malam.
- Penulis: Ochin
