Di Tengah Pesatnya Tokenisasi Aset, Bittime Buka Akses Tokenisasi Saham AS bagi Investor Indonesia
- account_circle Vritimes
- calendar_month 4 jam yang lalu

CDN.id – JAKARTA, Bittime menyoroti perkembangan tokenisasi aset global yang membuka peluang baru bagi investor Indonesia untuk memperoleh eksposur terhadap pasar saham AS melalui Tokenized US Stocks Bittime. Di tengah meningkatnya adopsi tokenisasi oleh institusi keuangan global, pemahaman terhadap karakteristik produk, risiko investasi, dan perlindungan konsumen tetap menjadi aspek penting.
Tokenisasi saham menjadi salah satu perkembangan dalam industri aset digital yang membuka pendekatan baru terhadap akses investasi di pasar keuangan global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai tren ini berpotensi memperluas pilihan eksposur digital bagi investor Indonesia.
Perkembangan tersebut sejalan dengan meningkatnya perhatian institusi keuangan global terhadap aset digital. Dalam 2026 Digital Assets Study yang dirilis State Street pada 6 Oktober 2026, sebanyak 51% dari 300 responden yang terdiri atas pengelola aset, pemilik aset, dan pengelola kekayaan memperkirakan aset digital akan menjadi arus utama dalam lima tahun ke depan, meningkat dari 42% pada 2025 dan 11% pada 2024.
Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan bahwa perkembangan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ekosistem aset digital yang tidak hanya mengandalkan inovasi teknologi, tetapi juga tata kelola yang kuat.
“Tokenisasi membuka peluang untuk mengembangkan cara baru dalam menerbitkan, mendistribusikan, dan mengakses aset keuangan. Namun, adopsinya perlu didukung oleh infrastruktur yang andal, kejelasan regulasi, dan perlindungan konsumen agar inovasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan,” ujar Ryan.
Tokenisasi Aset Mulai Berkembang di Indonesia
Secara umum, tokenisasi merupakan proses merepresentasikan aset atau hak tertentu dalam bentuk token digital menggunakan teknologi blockchain. Dalam sektor keuangan, penerapannya dapat mencakup emas, surat berharga, kepentingan dalam dana investasi, hingga aset lain yang memiliki struktur dan ketentuan berbeda.
Potensi tokenisasi antara lain mencakup efisiensi proses transaksi, pengembangan infrastruktur penyelesaian transaksi, dan perluasan distribusi produk keuangan. Meski demikian, manfaat tersebut bergantung pada struktur produk dan kesiapan ekosistem pendukungnya. Tokenisasi juga tidak otomatis membuat suatu aset lebih likuid atau menghilangkan risiko investasi.
- Penulis: Vritimes
