Adapundi Ajak UMKM Solo Bijak Memanfaatkan Pinjaman Daring Melalui Literasi Keuangan
- account_circle Vritimes
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026

“Sebelum mengajukan pinjaman daring, masyarakat perlu memahami seluruh ketentuan pembiayaan, bukan hanya melihat jumlah dana yang akan diterima. Perhatikan berapa lama tenornya, bunga yang dibebankan, biaya-biaya lain yang mungkin timbul, serta total kewajiban yang harus dibayarkan. Bagi pelaku UMKM, perhitungan ini penting agar cicilan yang diambil tetap sesuai dengan kemampuan keuangan usaha,” jelas Gita.
Perhitungan tersebut menjadi penting bagi pelaku UMKM yang membutuhkan tambahan modal untuk menjalankan atau mengembangkan usahanya. Sebagai contoh, ketika mengajukan pinjaman untuk menambah stok barang, pelaku usaha perlu mempertimbangkan perputaran penjualan serta memastikan pendapatan yang diperoleh tetap cukup untuk menutup biaya operasional dan membayar cicilan.
Gita juga mengingatkan bahwa kemampuan membayar sebaiknya diperhitungkan berdasarkan kondisi keuangan usaha, bukan semata-mata mengandalkan perkiraan kenaikan pendapatan. Dengan begitu, keputusan mengambil pinjaman dapat disesuaikan dengan kebutuhan tanpa mengabaikan risiko yang mungkin ditimbulkan dari yang diajukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansialnya.
Pentingnya Perlindungan Data Pribadi dan Mengenali Pinjaman Ilegal
Selain biaya dan risiko pembiayaan, Gita turut membahas penggunaan data pribadi dalam proses pengajuan pinjaman daring. Ia menjelaskan bahwa informasi tertentu dari calon peminjam diperlukan untuk mendukung verifikasi identitas dan penilaian kelayakan pembiayaan, termasuk sebagai salah satu pertimbangan dalam menentukan limit pinjaman.
Meski demikian, masyarakat perlu memahami tujuan pengumpulan dan penggunaan data pribadi serta memastikan bahwa informasi hanya diberikan melalui aplikasi atau kanal resmi penyelenggara. Penggunaan data tersebut juga harus mengikuti ketentuan perlindungan data pribadi yang berlaku.
Dalam sesi tanya jawab, peserta turut mendapatkan penjelasan mengenai cara mengenali layanan pinjaman ilegal. Salah satu contoh yang disampaikan Gita adalah penawaran pinjaman melalui SMS atau pesan pribadi dari nomor tidak dikenal, terutama yang menjanjikan limit besar dan pencairan cepat tanpa informasi penyelenggara yang jelas.
“Masyarakat perlu berhati-hati ketika menerima penawaran pinjaman melalui SMS atau pesan dari nomor yang tidak dikenal, terlebih jika menawarkan limit besar dan pencairan cepat. Jangan langsung tergiur dengan penawaran tersebut. Pastikan terlebih dahulu bahwa penyelenggara memiliki izin OJK dan gunakan hanya aplikasi atau kanal resmi sebelum memberikan data pribadi maupun mengajukan pinjaman,” tegas Gita.
- Penulis: Vritimes
