KAI Logistik Kelola 8,7 Juta Ton Angkutan Barang Sepanjang Semester I 2026
- account_circle Vritimes
- calendar_month Kam, 23 Jul 2026

CDN.id, JAKARTA – KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang berfokus pada layanan distribusi logistik berbasis moda utama kereta api, berhasil mencatatkan kinerja sepanjang Semester I 2026 dengan mengelola angkutan barang mencapai sekitar 8,7 juta ton. Capaian tersebut mencerminkan konsistensi perusahaan dalam menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus memperkuat peran kereta api sebagai moda transportasi logistik yang efisien, andal, dan berkelanjutan.
Direktur Utama KAI Logistik, Yuskal Setiawan, mengatakan bahwa capaian tersebut ditopang oleh pertumbuhan pada sejumlah segmen bisnis strategis, di tengah meningkatnya kebutuhan distribusi logistik nasional. “Sepanjang Semester I 2026, batu bara masih menjadi komoditas utama yang kami kelola dengan kontribusi sekitar 63% atau mencapai 5,4 juta ton. Di sisi lain, kami juga mencatatkan pertumbuhan yang positif pada berbagai layanan unggulan, khususnya angkutan kontainer dan layanan ritel, yang menunjukkan semakin luasnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan logistik berbasis kereta api,” ujar Yuskal.
Selain batu bara, angkutan kontainer mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 27% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya menjadi sekitar 1,5 juta ton. Layanan ritel turut tumbuh 29% dengan volume mencapai sekitar 38 ribu ton. Sementara itu, pengelolaan angkutan BBM/BBK mencapai sekitar 1,5 juta ton, diikuti angkutan semen sebesar 191 ribu ton, serta angkutan limbah B3 sekitar 4 ribu ton.
KAI Logistik menorehkan capaian performa terbaik pada penghujung Semester I 2026. Pada bulan Juni, perusahaan berhasil mengelola volume angkutan hingga 1,9 juta ton, atau berkontribusi sekitar 22% terhadap total volume Semester I 2026. “Capaian pada akhir semester ini menjadi cerminan meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap layanan KAI Logistik. Di saat yang sama, hasil tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan dalam merespons dinamika industri melalui strategi bisnis yang adaptif serta penguatan kualitas layanan secara berkelanjutan,” tambah Yuskal.
- Penulis: Vritimes
