Adapundi Ajak UMKM Solo Bijak Memanfaatkan Pinjaman Daring Melalui Literasi Keuangan
- account_circle Vritimes
- calendar_month Rab, 28 Okt 2026

CDN.id – JAKARTA, PT Info Tekno Siaga (Adapundi) turut berpartisipasi dalam kegiatan literasi keuangan Joeragan Paham Fintech bertema “UMKM Naik Kelas: Bertumbuh dengan Pedoman dan Finansial Teknologi” yang berlangsung di Aula Gedung 3 Fakultas Hukum, Universitas Sebelas Maret (UNS), Surakarta, pada Jumat, 23 Oktober 2026. Kegiatan yang dihadiri oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ini membahas pentingnya pengelolaan keuangan serta penggunaan layanan pinjaman daring secara bijak dan bertanggung jawab.
Dalam kegiatan tersebut, Adapundi diwakili oleh Gita selaku Legal Manager Adapundi, yang memberikan edukasi mengenai biaya dan risiko pembiayaan, penggunaan data pribadi, serta cara mengenali layanan pinjaman ilegal. Melalui pemaparan dan sesi diskusi, peserta diajak untuk lebih memahami hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum menggunakan pinjaman daring untuk kebutuhan usaha.
Literasi Keuangan Jadi Bekal Penting bagi UMKM Solo
Sebagai salah satu pusat aktivitas ekonomi di Jawa Tengah, Kota Solo memiliki ekosistem UMKM yang terus berkembang. Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Kota Surakarta yang dikutip dari RRI Surakarta, terdapat sekitar 18.600 UMKM yang tercatat di wilayah tersebut.
Di sisi lain, perkembangan industri pinjaman daring juga menunjukkan kontribusinya terhadap pembiayaan sektor UMKM. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan pinjaman daring kepada UMKM mencapai Rp35,12 triliun pada Juni 2026, meningkat 23,25% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pinjaman daring telah menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku UMKM. Namun, kemudahan mengakses pendanaan perlu disertai pemahaman mengenai biaya, risiko, dan kewajiban pembayaran agar tidak menimbulkan beban keuangan bagi usaha.
Hal ini seperti yang disampaikan Gita, Legal Manager Adapundi, “Pinjaman daring dapat menjadi salah satu alternatif pendanaan bagi pelaku UMKM. Namun, kemudahan akses tersebut harus diimbangi dengan pemahaman mengenai biaya, risiko, dan kewajiban pembayaran. Sebelum mengambil pinjaman, pelaku usaha perlu memastikan bahwa dana yang diajukan memang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kemampuan untuk mengembalikannya tepat waktu,” ujar Gita.
Adapundi Ingatkan Pentingnya Memahami Biaya dan Risiko Pinjaman Daring
Dalam pemaparannya, Gita menjelaskan bahwa pelaku UMKM sebagai calon peminjam perlu mengetahui seluruh komponen biaya sebelum menyetujui pinjaman daring. Informasi tersebut mencakup besaran bunga, tenor, biaya tambahan, hingga total kewajiban pembayaran yang harus dipenuhi selama masa pinjaman.
- Penulis: Vritimes
