Kedaulatan Pangan: Capaian Swasembada dan Tantangan Komoditas yang Masih Impor (Kedelai & Gula)
- account_circle Ochin
- calendar_month 3 jam yang lalu

OLEH: FITRIYANI
Mahasiswi FPPK Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Pemerintah Presiden Prabowo Subianto mengklaim telah mencapai swasembada beras pada tahun 2025. Pada tahun 2025, produksi beras diperkirakan mencapai hampir 34,7 juta ton, meningkat 13% dari tahun 2024, ketika impor beras konsumen akan berhenti. Di sisi lain, Indonesia masih bergantung pada impor gula dan kedelai. Diperkirakan impor kedelai pada tahun 2025 akan mencapai 2,6 juta ton karena produksi kedelai lokal hanya memenuhi 12% dari permintaan.
Terdapat defisit rata-rata 4 juta ton per tahun karena produksi gula domestik hanya 2,46 juta ton dari kebutuhan 6,5 juta ton. Dari perspektif mahasiswa agribisnis, artikel ini secara objektif mengkaji pencapaian swasembada beras serta hambatan politik agribisnis yang mencegah komoditas lain mencapai kemandirian.
Capaian Swasembada Beras
Kebijakan dan Dampak
Pemerintah telah menerapkan Inpres No. 6 Tahun 2025 untuk meningkatkan pengumpulan hasil bumi dari produsen pertanian lokal. Perubahan dalam distribusi pupuk bersubsidi menyebabkan penurunan harga eceran maksimum sebesar 20 persen, sehingga menurunkan biaya bagi petani. Program peningkatan irigasi, yang dipandu oleh Inpres No. 2 Tahun 2025, telah dilaksanakan secara luas, memulihkan jutaan hektar sistem irigasi.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai bahwa peningkatan menuju pencapaian swasembada beras telah melampaui target awal. Stok beras di Bulog telah mencapai titik tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Dampak Global
Swasembada beras Indonesia menekan harga beras global hingga 44 persen, dari $650 menjadi $340 per ton. Indonesia yang berhenti mengimpor beras mempengaruhi dinamika pasar internasional secara signifikan.
Tantangan Keberlanjutan
Namun, menyusutnya lahan pertanian di Pulau Jawa akibat alih fungsi lahan menjadi persoalan serius. Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyoroti ini sebagai ancaman yang harus diatasi melalui perluasan lumbung pangan di luar Jawa, termasuk Merauke, Papua. Tanpa penyelesaian masalah struktural ini, swasembada beras berisiko bersifat sementara.
Kedelai: Ketergantungan yang Belum Terpecahkan
- Penulis: Ochin
