Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Teknologi Vitrifikasi yang Mengubah Limbah Nuklir Cair Menjadi Kaca

Teknologi Vitrifikasi yang Mengubah Limbah Nuklir Cair Menjadi Kaca

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Jum, 2 Jan 2026

Oleh: Rindiani Aprillia Cauntesa, S.Si. (Alumnus FMIPA, Universitas Lampung)

Energi nuklir sering kali dianggap sebagai pedang bermata dua. Di satu sisi, ia adalah sumber energi bersih yang mampu menghasilkan listrik dalam jumlah besar dengan emisi karbon yang sangat rendah, menjadikannya sekutu vital dalam perjuangan melawan perubahan iklim.

Namun, di sisi lain, ia meninggalkan jejak yang menakutkan yaitu limbah radioaktif tingkat tinggi. Limbah ini, sebagian besar berbentuk cairan berbahaya hasil pemrosesan ulang bahan bakar nuklir, mengandung radionuklida yang dapat bertahan hingga puluhan ribu tahun.

Tantangan terbesar bukanlah bagaimana menghasilkan listrik dari inti atom, melainkan bagaimana “menjinakkan” sisa-sisanya agar tidak membahayakan biosfer.

Jawabannya terletak pada material yang sehari-hari kita temui, kaca. Melalui proses canggih yang disebut vitrifikasi, limbah cair yang mematikan ini diubah menjadi blok kaca yang stabil, padat, dan aman dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Inilah salah satu inovasi paling elegan dalam dunia teknologi nuklir dengan menggunakan ilmu material untuk mengubah sesuatu yang berbahaya menjadi bentuk yang terkendali dan pasif.

Seni Mengurung Waktu dalam Kaca

Bayangkan seekor serangga yang terperangkap dalam getah pohon purba dan menjadi ambar. Selama jutaan tahun, ia tetap terisolasi dari dunia luar, tertutup rapat oleh material transparan yang mengawetkannya.

Prinsip vitrifikasi bekerja serupa, tetapi pada skala yang jauh lebih ekstrem. Proses ini bukan sekadar memanaskan limbah hingga mengeras, melainkan rekayasa kimia tingkat tinggi yang membutuhkan kontrol suhu, komposisi kimia, dan dinamika reaksi yang sangat presisi.

Limbah radioaktif cair dicampurkan dengan bahan pembentuk kaca, biasanya kaca borosilikat atau fosfat, dan kemudian dipanaskan dalam tungku pada suhu ± 1000 ℃.

Pada kondisi ini, campuran tidak hanya meleleh tetapi juga bereaksi secara kimiawi hingga menjadi materi amorf yang homogen.

Studi terbaru yang dilakukan oleh Sauvage, dkk. (2025) yang diterbitkan dalam Journal of Nuclear Materials, menunjukkan bahwa sebelum berubah menjadi kaca, campuran ini melalui serangkaian reaksi endotermik, termasuk denitrasi, penguapan senyawa volatil, dan pembentukan oksida baru.

Gas yang dilepaskan selama proses ini harus dikelola dengan tepat agar tidak menimbulkan gelembung udara di dalam kaca.

Kualitas kaca yang dihasilkan sangat bergantung oleh keberhasilan pengontrolan pada fase ini, karena gelembung atau pori bisa menjadi titik lemah yang mempercepat pelarutan atau kerusakan struktur kaca di masa depan.

Mengapa Kaca?

Pertanyaan yang sering muncul adalah mengapa kaca dipilih sebagai matriks penahan radionuklida, bukan keramik atau semen.

Pemilihan ini didasari oleh prinsip lokalisasi, sebuah aturan fundamental dalam pengelolaan limbah nuklir yang menegaskan bahwa unsur radioaktif tidak boleh berpindah sedikit pun dari lokasi penyimpanan yang sudah ditentukan ke lingkungan luar.

Untuk memenuhi prinsip ketat tersebut, kaca adalah material yang paling ideal karena sifat dasarnya sebagai material amorf. Struktur atom kaca yang tidak teratur memberikan fleksibilitas kimia yang tinggi.

Ketidakteraturan inilah yang memungkinkan kaca “mengunci” berbagai unsur radioaktif dalam jaring-jaring atomnya, memastikan mereka tetap terlokalisasi dan tidak lepas, mulai dari cesium, stronsium, hingga plutonium.

Kaca borosilikat juga dikenal sangat tahan terhadap pelarutan air dan serangan kimia, sehingga meskipun ribuan tahun kemudian air tanah merembes ke tempat penyimpanan, struktur kaca ini tetap aman dan tidak melepaskan radionuklida ke lingkungan.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terbukti Efektif !!! Program Gratis Ongkir Tingkatkan Penjualan Juli Snack

    Terbukti Efektif !!! Program Gratis Ongkir Tingkatkan Penjualan Juli Snack

    • calendar_month Sel, 7 Mar 2023
    • account_circle Ochin
    • 224Komentar

    CDN.id, BANGKA SELATAN – Pelaksanaan program gratis ongkos kirim (ongkir), yang digalakkan oleh Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan (Basel) melalui Dinas terkait sejak tahun 2022 lalu, terbukti efektif. Hal itu terlihat dari pembelian beberapa produk UKM seperti getas, kricu yang diketahui terjual hingga ke provinsi paling timur Indonesia, yakni Papua. Juliani, salah satu pelaku Usaha Kecil […]

  • Dukung Shabrina Leanor jadi Juara Indonesia Idol, PT Timah Gelar Nobar di Tiga Kabupaten dan Kota di Babel

    Dukung Shabrina Leanor jadi Juara Indonesia Idol, PT Timah Gelar Nobar di Tiga Kabupaten dan Kota di Babel

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Untuk mendukung talenta muda Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Shabrina Leanor yang sedang berlaga di Grand Final Indonesia Idol, PT Timah menggelar nonton bareng (nobar) di tiga titik. Nonton bareng Grand Final yang digelar PT Timah akan berlangsung di Kota Pangkalpinang tepatnya di Tomoro, Kabupaten Belitung Timur di Teras Manggar, dan di Kabupaten Bangka […]

  • Semarak Peringatan Bulan K3 Nasional PT Timah Tbk Gelar Fire Rescue Challange

    Semarak Peringatan Bulan K3 Nasional PT Timah Tbk Gelar Fire Rescue Challange

    • calendar_month Sel, 27 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Rangkaian Peringatan Bulan K3 Nasional Tahun 2026 di PT Timah Tbk terus berlanjut di berbagai wilayah operasional Perusahaan. Salah satu rangkaian kegiatannya yakni Timah Fire Rescue Challenge yang diikuti oleh sembilan tim perwakilan masing-masing wilayah operasional. Timah Fire Rescue Challenge ini dibuka langsung oleh Wakil Direktur Utama Pt TimahTbk Harry Budi Sidharta yang […]

  • Menyoal Bea Cukai, Jokowi dan Sri Mulyani Turun Tangan

    Menyoal Bea Cukai, Jokowi dan Sri Mulyani Turun Tangan

    • calendar_month Sel, 14 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Sederet masalah yang membelit Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati harus turun tangan secara langsung. Belakangan ini Bea Cukai memang sedang tersangkut berbagai persoalan hingga viral di media sosial. Sebut saja saat lembaga itu menagih pajak sebesar Rp 31 juta untuk […]

  • Jokowi : “Bansos Bisa Ditambah Lagi Jika APBN Pemerintah Berlebih”

    Jokowi : “Bansos Bisa Ditambah Lagi Jika APBN Pemerintah Berlebih”

    • calendar_month Kam, 20 Okt 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MUNTOK – Usai melakukan kunjungan kerjanya ke _Top Submerged Lance (TSL) Ausmelt_ PT Timah Tbk di Muntok, Presiden Republik Indonesia Jokowi didampingi Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin dan Bupati Bangka Barat Sukirman, langsung menuju Pasar Muntok. Dalam kesempatan tersebut, Presiden membagikan sejumlah bantuan sosial (bansos) […]

  • Beliadi Ungkap Nihilnya Anggaran Jadi Penyebab Terhambatnya Kemajuan Geopark Belitung

    Beliadi Ungkap Nihilnya Anggaran Jadi Penyebab Terhambatnya Kemajuan Geopark Belitung

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MANGGAR- Wakil Ketua II DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Beliadi, ketiadaan anggaran menjadi penghambat utama kemajuan Geopark Belitung, yang saat ini telah berstatus geopark global UNESCO. “Kalau tak ada dana, tak bisa mendatangkan tenaga ahli yang profesional, apalagi ikut kegiatan geopark di luar negeri. Tim penilai UGGp minta partisipasi internasional, tapi ke Kebumen saja […]

expand_less