Modal Rp 80 Juta, Omzet Milirian: Kisah Alung Coffe Yang Meracik Sukses Dari Sungailiat
- account_circle Ochin
- calendar_month 0 menit yang lalu

OLEH: MOCHAMAD ZAEHID AUFAR, BERTA YOLANDA, HUMAIRA YASMIN, AHMAD ALMAFAZA A, RANGGA REZIKI S
Program Studi Agribisnis FPPK Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Dengan 9 gerobak starling yang berseliweran di sudut-sudut Sungailiat dan sebuah warkop sebagai pusatnya, Alung Coffee membuktikan bahwa bisnis kopi tidak harus dimulai dari modal besar. Siapa sangka modal Rp80 juta bisa berputar jadi omzet hampir Rp 1,1 miliar dalam waktu setahun?.
Rivo, pria di balik Alung Coffee, memulai semuanya pada 2024 tanpa pinjaman bank, tanpa investor. Cuma modal sendiri dan keyakinan bahwa warga Sungailiat butuh kopi setiap hari. Sungailiat memang bukan kota besar. Tapi di balik ibu kota Kabupaten Bangka ini ada pergerakan warga yang aktif, wisatawan yang terus berdatangan, dan sektor kuliner yang makin ramai, perpaduan yang membuat bisnis minuman tumbuh subur.
Warkop dan Gerobak: Formula Bisnis Hybrid yang Jitu
Rivo tidak main aman. Daripada sekadar buka kedai dan tunggu pelanggan datang, ia memilih gerak: satu warkop sebagai pusat operasional, ditambah sembilan gerobak starling, starbucks keliling yang menyebar ke berbagai sudut kota setiap harinya. Hasilnya terbukti. Risiko tidak menumpuk di satu titik, pasar yang terjangkau lebih luas, dan pemasukan mengalir dari berbagai arah. Setiap gerobak bergerak aktif tiap hari totalnya Alung Coffee bisa meraup rata-rata Rp3 juta per hari, atau sekitar Rp90 juta sebulan. Semua itu dijalankan oleh 15 orang: sembilan penjaga gerobak, satu barista yang menyiapkan minuman untuk seluruh armada, dua penjaga warkop, dan tiga orang di posisi manajemen, Andre di kepala bidang, Kiki di manajemen umum, dan Alda yang pegang keuangan.
Modal Sendiri, Perputaran Tinggi
Semua itu dibiayai dari kantong sendiri. Modal Rp80 juta itu dipakai bertahap: renovasi tempat, beli mesin espresso dan grinder, pengadaan sembilan unit gerobak lengkap dengan perlengkapannya, plus stok bahan baku pertama. Angka perputarannya mengejutkan: omzet tahunan Rp1,095 miliar berarti modal awal sudah berputar hampir 14 kali dalam setahun.
Bukan sekadar bertahan, ini usaha yang benar-benar tumbuh. Tapi ada satu catatan dari tim peneliti Agribisnis Universitas Bangka Belitung: ketergantungan penuh pada modal sendiri bisa jadi batu sandungan. Kalau kebutuhan ekspansi sudah melampaui kemampuan kantong pribadi, laju pertumbuhan bisa tiba-tiba berhenti.
- Penulis: Ochin
