Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Artikel » Modal Rp 80 Juta, Omzet Milirian: Kisah Alung Coffe Yang Meracik Sukses Dari Sungailiat

Modal Rp 80 Juta, Omzet Milirian: Kisah Alung Coffe Yang Meracik Sukses Dari Sungailiat

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Rab, 10 Jun 2026

OLEH: MOCHAMAD ZAEHID AUFAR, BERTA YOLANDA, HUMAIRA YASMIN, AHMAD ALMAFAZA A, RANGGA REZIKI S

Program Studi Agribisnis FPPK Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Dengan 9 gerobak starling yang berseliweran di sudut-sudut Sungailiat dan sebuah warkop sebagai pusatnya, Alung Coffee membuktikan bahwa bisnis kopi tidak harus dimulai dari modal besar. Siapa sangka modal Rp80 juta bisa berputar jadi omzet hampir Rp 1,1 miliar dalam waktu setahun?.

Rivo, pria di balik Alung Coffee, memulai semuanya pada 2024 tanpa pinjaman bank, tanpa investor. Cuma modal sendiri dan keyakinan bahwa warga Sungailiat butuh kopi setiap hari. Sungailiat memang bukan kota besar. Tapi di balik ibu kota Kabupaten Bangka ini ada pergerakan warga yang aktif, wisatawan yang terus berdatangan, dan sektor kuliner yang makin ramai, perpaduan yang membuat bisnis minuman tumbuh subur.

Warkop dan Gerobak: Formula Bisnis Hybrid yang Jitu

Rivo tidak main aman. Daripada sekadar buka kedai dan tunggu pelanggan datang, ia memilih gerak: satu warkop sebagai pusat operasional, ditambah sembilan gerobak starling, starbucks keliling yang menyebar ke berbagai sudut kota setiap harinya. Hasilnya terbukti. Risiko tidak menumpuk di satu titik, pasar yang terjangkau lebih luas, dan pemasukan mengalir dari berbagai arah. Setiap gerobak bergerak aktif tiap hari totalnya Alung Coffee bisa meraup rata-rata Rp3 juta per hari, atau sekitar Rp90 juta sebulan. Semua itu dijalankan oleh 15 orang: sembilan penjaga gerobak, satu barista yang menyiapkan minuman untuk seluruh armada, dua penjaga warkop, dan tiga orang di posisi manajemen, Andre di kepala bidang, Kiki di manajemen umum, dan Alda yang pegang keuangan.

Modal Sendiri, Perputaran Tinggi

Semua itu dibiayai dari kantong sendiri. Modal Rp80 juta itu dipakai bertahap: renovasi tempat, beli mesin espresso dan grinder, pengadaan sembilan unit gerobak lengkap dengan perlengkapannya, plus stok bahan baku pertama. Angka perputarannya mengejutkan: omzet tahunan Rp1,095 miliar berarti modal awal sudah berputar hampir 14 kali dalam setahun.

Bukan sekadar bertahan, ini usaha yang benar-benar tumbuh. Tapi ada satu catatan dari tim peneliti Agribisnis Universitas Bangka Belitung: ketergantungan penuh pada modal sendiri bisa jadi batu sandungan. Kalau kebutuhan ekspansi sudah melampaui kemampuan kantong pribadi, laju pertumbuhan bisa tiba-tiba berhenti.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mardani Ali Sera Tekankan RUU DKJ  Ditetapkan Presiden Mendatang

    Mardani Ali Sera Tekankan RUU DKJ  Ditetapkan Presiden Mendatang

    • calendar_month Rab, 13 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menekankan bahwa penentuan kepala otoritas Kawasan Aglomerasi yang diatur dalam RUU Daerah Keistimewaan Jakarta (RUU DKJ) harusnya ditetapkan oleh Presiden yang terpilih periode 2024-2029 mendatang. Sebab, menurutnya, tidak etis jika presiden terpilih nantinya hanya menjalankan UU yang dibuat oleh Pemerintahan sebelumnya. Ia mencontohkan, saat ini […]

  • Sekretaris Utama Bapanas Bantah Kelangkaan Beras Karena Faktor Penimbunan

    Sekretaris Utama Bapanas Bantah Kelangkaan Beras Karena Faktor Penimbunan

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy membantah kelangkaan beras karena adanya penimbunan. Sarwo mengatakan badai El Nino membuat waktu tanam dan panen padi menjadi mundur Pertama karena tingginya ongkos produksi akibat dari mahalnya harga pupuk di pasaran. Kedua, karena faktor cuaca akibat El Nino. “Karena memang waktu tanam kita mundur, sehingga […]

  • Dukung Program Pemda, PT Timah Tbk Perkuat Peran Pemuda Lewat Duta GenRe di Bangka Barat

    Dukung Program Pemda, PT Timah Tbk Perkuat Peran Pemuda Lewat Duta GenRe di Bangka Barat

    • calendar_month Sel, 21 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKABARAT — Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah (pemda) kembali diperkuat dalam upaya membangun kualitas generasi muda. Hal ini tercermin dari dukungan PT Timah (Persero) Tbk terhadap penyelenggaraan Seleksi Duta Generasi Berencana (GenRe) 2026 di Kabupaten Bangka Barat. Kegiatan yang digelar oleh DP2KBP3A Kabupaten Bangka Barat ini berlangsung di Wisma Majapahit dan diikuti […]

  • “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drops” Satukan Energi Rock dan EDM dalam Satu Panggung

    “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drops” Satukan Energi Rock dan EDM dalam Satu Panggung

    • calendar_month Sel, 21 Okt 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Dunia musik Tanah Air kembali mendapat suntikan energi baru lewat ajang “Jakarta Rocktober: Distorsi & Drops”, yang akan digelar di Tease Club, Emporium Hotel Jakarta, pada Kamis malam, 23 Oktober 2025 mulai pukul 20.00 WIB. Event hasil kolaborasi PWI Jaya Seksi Infotainment & Lifestyle bersama Tease Club dan Moru Management ini siap menjadi […]

  • Dampak Perebutan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian

    Dampak Perebutan Hak Asuh Anak Pasca Perceraian

    • calendar_month Jum, 24 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Oleh: SUCI RAMADHANI Mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

  • PT Timah Rehabilitasi Puluhan Buaya, Manager PPS Alobi: Tambang Ilegal Jadi Masalahnya

    PT Timah Rehabilitasi Puluhan Buaya, Manager PPS Alobi: Tambang Ilegal Jadi Masalahnya

    • calendar_month Kam, 5 Sep 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Sebanyak 20 buaya yang sedang direhabilitasi di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Alobi di Kampoeng Reklamasi Air Jangkang PT Timah. Buaya-buaya yang direhabilitasi ini merupakan hasil evakuasi dari masyarakat, yang kerap berkonflik dengan masyarakat. “Diketahui jumlah konflik buaya dengan masyarakat di Bangka Belitung dalam beberapa tahun terakhir meningkat. Hal ini disebabkan oleh terganggunya ekosistem […]

expand_less