Modal Rp 80 Juta, Omzet Milirian: Kisah Alung Coffe Yang Meracik Sukses Dari Sungailiat
- account_circle Ochin
- calendar_month 4 menit yang lalu

“Program KUR menawarkan pinjaman modal kerja dengan bunga hanya 6% per tahun dan tanpa agunan untuk plafon tertentu. Ini peluang yang belum dimanfaatkan Alung Coffee,” tulis tim peneliti dalam kajian mereka.
Catatan Keuangan Rapi, Tapi Masih Manual
Di tengah banyaknya UMKM yang masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan, Alung Coffee menunjukkan pengelolaan yang cukup baik. Alda, yang bertanggung jawab atas keuangan usaha, secara rutin menyusun laporan harian, mingguan, dan bulanan menggunakan Microsoft Excel. Untuk usaha yang baru beroperasi sejak tahun 2024, hal ini merupakan langkah yang positif. Namun, penggunaan Excel masih memiliki beberapa keterbatasan. Risiko kesalahan dalam memasukkan data cukup tinggi, dan laporan yang dihasilkan belum sepenuhnya mengacu pada Standar Akuntansi Keuangan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik (SAK ETAP).
Kondisi ini dapat menjadi kendala apabila Alung Coffee ingin mengajukan pembiayaan ke bank atau menarik minat investor di masa mendatang. Sebagai alternatif, Alung Coffee dapat memanfaatkan aplikasi pencatatan keuangan khusus UMKM, seperti BukuKas atau BukuWarung. Selain mudah digunakan, aplikasi tersebut dapat membantu menghasilkan laporan keuangan yang lebih rapi dan terstruktur.
Risiko yang Diwaspadai
Berdasarkan hasil wawancara, terdapat dua risiko utama yang perlu menjadi perhatian Alung Coffee. Pertama, risiko kecelakaan kerja yang dapat dialami karyawan, terutama penjaga gerobak yang setiap hari beraktivitas di jalan. Kedua, risiko kenaikan harga bahan baku yang dapat terjadi sewaktu-waktu akibat inflasi atau perubahan kondisi pasar. Karena Alung Coffee beroperasi setiap hari sepanjang tahun, gangguan pada operasional dapat langsung memengaruhi pendapatan usaha. Oleh karena itu, seluruh karyawan sebaiknya didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk perlindungan kerja.
Selain itu, pembelian bahan baku dalam jumlah yang lebih besar saat harga sedang stabil atau rendah dapat menjadi strategi untuk mengurangi dampak kenaikan harga di masa mendatang. Alung Coffee juga perlu menyiapkan dana cadangan usaha. Idealnya, dana tersebut mampu menutupi biaya operasional selama dua hingga tiga bulan sehingga usaha tetap dapat berjalan dengan baik apabila terjadi kondisi yang tidak terduga..
Langkah Selanjutnya: Investor dan KUR
Rivo sudah berancang-ancang cari investor untuk ekspansi langkah yang masuk akal. Dengan omzet tahunan di atas satu miliar, Alung Coffee punya angka yang bisa bicara sendiri di depan calon penyandang dana. Tapi sebelum ke investor, tim peneliti menyarankan mulai dari yang lebih mudah dijangkau: KUR Mikro, plafon sampai Rp100 juta, bunga 6% per tahun. Sambil itu, rapikan catatan keuangan dan susun business plan yang solid, dua hal yang selalu ditanya duluan, baik oleh bank maupun investor. Alung Coffee hari ini membuktikan satu hal: usaha bisa tumbuh besar dari kekuatan sendiri. Bukan dari pinjaman, bukan dari koneksi tapi dari keberanian menghitung peluang dan konsistensi menjalankannya. Pertanyaannya sekarang tinggal satu: sejauh mana Alung Coffee mau melangkah?.
- Penulis: Ochin
