Dunia Mulai Berdamai dengan Nuklir: Saat Ketakutan Kalah oleh Kebutuhan Energi
- account_circle Ochin
- calendar_month Rab, 7 Jan 2026

CDN.id — Selama puluhan tahun, kata nuklir hampir selalu identik dengan rasa takut. Bayangan bom atom, kecelakaan reaktor, hingga limbah radioaktif kerap lebih menonjol dibanding manfaatnya.
Namun dunia tidak pernah diam. Ketika krisis energi, perubahan iklim, dan mahalnya harga listrik menjadi persoalan nyata, cara pandang masyarakat global pun perlahan berubah.
Sebuah survei internasional terbaru menunjukkan fakta menarik sekaligus penting: dukungan publik terhadap energi nuklir tetap tinggi dan bahkan jauh lebih besar dibanding penolakannya.
Survei tersebut dilakukan oleh Savanta, lembaga riset internasional, atas nama Radiant Energy Group. Studi bertajuk Public Attitudes toward Clean Energy (PACE) Index ini melibatkan hampir 32.000 responden dari 31 negara, mewakili hampir dua pertiga populasi dunia.
Hasilnya cukup tegas dan sulit diabaikan: 46% responden mendukung penggunaan energi nuklir, sementara hanya 23% yang menolak.
Dengan kata lain, jumlah masyarakat yang mendukung nuklir dua kali lipat lebih banyak dibanding mereka yang menentangnya.
Dukungan Global yang Semakin Nyata
Yang menarik, dukungan terhadap nuklir tidak hanya datang dari negara-negara maju, tetapi juga dari negara dengan kebutuhan energi besar dan pertumbuhan ekonomi pesat.
Di China, Polandia, dan Rusia, tingkat dukungan publik bahkan tiga kali lebih besar dibanding penolakan.
Secara keseluruhan, 22 dari 31 negara yang disurvei memiliki net support positif terhadap energi nuklir.
Lebih jauh lagi, survei menunjukkan bahwa lebih dari tiga kali lipat responden ingin mempertahankan atau memperluas penggunaan nuklir dibanding mereka yang ingin menghentikannya.
Di banyak negara, lebih dari 40% masyarakat mendukung pembangunan pembangkit nuklir baru.
Fakta ini memperlihatkan satu hal penting: energi nuklir tidak lagi dipandang semata sebagai ancaman, melainkan sebagai solusi nyata di tengah krisis energi dan iklim global.
Murah, Stabil, dan Andal di Tengah Krisis
Salah satu temuan paling menarik datang dari negara-negara yang sebelumnya justru mematikan pembangkit nuklir mereka, seperti Jerman, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Swedia.
- Penulis: Ochin
