Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Meningkatkan Efektivitas Sanksi Hukum untuk Menjaga Masa Depan Lingkungan yang Berkelanjutan

Meningkatkan Efektivitas Sanksi Hukum untuk Menjaga Masa Depan Lingkungan yang Berkelanjutan

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Rab, 4 Jun 2025

OLEH : NURUL ARDIKA

Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Hari ke hari dan waktu demi waktu tidak dapat dipungkiri bahwa alam semakin tua dan banyak yang telah rusak dihabisi masa atau ulah-ulah dari tangan yang tak bertanggung jawab, pentingnya menjaga lingkungan bukanlah sekedar kewajiban segelintir orang namun siapapun memiliki tanggung jawab untuk turut andil dalam menjaga lingkungan. Tentu dalam setiap tindakan yang dilakukan terhadap lingkungan akan mendapatkan timbal balik didalamnya baik itu sesuatu yang positif maupun negatif sekalipun.

Terutama dalam isu kerusakan lingkungan yang terjadi karena ulah manusia yang tidak bertanggung jawab atas lingkungannya, beberapa diantaranya seperti pencemaran yang secara sadar maupun tidak dilakukan oleh masyarakat itu sendiri selain itu contoh lain adalah adanya penambangan ilegal menjadi sebuah bentuk kerusakan lingkungan yang efek dari perbuatan tidak hanya dirasakan sesaat namun terasa hingga generasi yang akan datang, untuk mencegah dan menghentikan hal tersebut maka perlu untuk diterapkan sanksi dari setiap tindakan yang diperbuat, lalu apakah sanksi itu cukup efektif dalam memberikan efek jera terhadap pelakunya atau sekedar sekumpulan aturan saja.

Indonesia sendiri memiliki beberapa dasar hukum yang mengatur mengenai lingkungan diantaranya adalah Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dalam Undang-Undang ini telah mengatur cukup lengkap mengenai hal-hal yang terkait dengan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sanksi yang diberikan juga bermacam-macam dan dilakukan dalam beberapa proses dan jenisnya, aturan yang dibuat telah dirancang sedemikian rupa untuk dapat menjaga dan melindungi lingkungan, lalu faktor apa yang membuat masih banyak dalam praktiknya tidak sejalan dengan aturan yang ada, baik itu dilakukan orang perorangan, kelompok maupun korporasi.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penuhi panggilan Polisi Boy: Laporan Mantan Sekretaris Terhadap Wakil Sekretaris Salah Alamat

    Penuhi panggilan Polisi Boy: Laporan Mantan Sekretaris Terhadap Wakil Sekretaris Salah Alamat

    • calendar_month Sel, 19 Apr 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, Pangkalpinang– Ketua terpilih PWI Prov. Bangka Belitung M. Fathurrakhman atau yang biasa disapa Boy memenuhi panggilan Sub Direktorat I Kriminal Umum Polda Babel, terkait laporan AH Selasa (19/04/22). “Alhamdulilah hari ini saya memenuhi panggilan untuk konfirmasi di Subdit I Ditreskrimum Polda Babel terkait adanya dugaan tandatangan yang dilakukan oleh Wakil Sekretaris PWI,”ujar Boy di […]

  • Kemendagri: Kelurahan di Jakarta Akan Dapat 5% Dana APBD dalam UU DKJ

    Kemendagri: Kelurahan di Jakarta Akan Dapat 5% Dana APBD dalam UU DKJ

    • calendar_month Kam, 25 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengatakan kelurahan di wilayah Jakarta akan mendapatkan 5 persen dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Daerah Khusus Jakarta (DKJ). Kebijakan tersebut diatur dalam Undang-undang Daerah Khusus Jakarta (UU DKJ). Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kemendagri Suhajar Diantoro dalam diskusi daring yang disiarkan melalui YouTube Forum […]

  • Sekretaris Utama Bapanas Bantah Kelangkaan Beras Karena Faktor Penimbunan

    Sekretaris Utama Bapanas Bantah Kelangkaan Beras Karena Faktor Penimbunan

    • calendar_month Jum, 16 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Sekretaris Utama Badan Pangan Nasional (Bapanas) Sarwo Edhy membantah kelangkaan beras karena adanya penimbunan. Sarwo mengatakan badai El Nino membuat waktu tanam dan panen padi menjadi mundur Pertama karena tingginya ongkos produksi akibat dari mahalnya harga pupuk di pasaran. Kedua, karena faktor cuaca akibat El Nino. “Karena memang waktu tanam kita mundur, sehingga […]

  • Berikut Rangkaian Kegiatan PT Timah dalam Peringatan Bulan K3 Nasional di Seluruh Wilayah Operasional

    Berikut Rangkaian Kegiatan PT Timah dalam Peringatan Bulan K3 Nasional di Seluruh Wilayah Operasional

    • calendar_month Ming, 18 Jan 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- PT Timah Tbk berkomitmen mengimplementasikan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif. Salah satu bentuk komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan dalam rangka memperingati Bulan K3 Nasional tahun 2026 yang mengusung tema ‘Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 Nasional yang […]

  • Soft Tenis PON XXI 2024: Tunggal Putra dan Putri Berburu Tiket 4 Besar

    Soft Tenis PON XXI 2024: Tunggal Putra dan Putri Berburu Tiket 4 Besar

    • calendar_month Kam, 12 Sep 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, ACEH- Hari ini, Kamis (12/09/24) Cabang Olahraga (Cabor) Soft Tenis Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 Kategori Putra dan Putri memasuki 8 besar. Bertanding di Lapangan Soft Tenis Markas Polisi Daerah (Mapolda) dan Jasmani Kodam (Jasdam) TNI, Banda Aceh, Kamis (12/9/2024) para atlet 8 besar siap kembali mengeluarkan kemampuannya untuk menuju garis semifinal Cabor […]

  • Jaga Kestabilan Harga 2 Ton Beras Laku Terjual Saat Operasi Pasar

    Jaga Kestabilan Harga 2 Ton Beras Laku Terjual Saat Operasi Pasar

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Pemerintah Kota (pemkot) Pangkalpinang menggelar operasi pasar murah dalam rangka menjaga stabilisasi harga pangan menjelang Ramadan 2024 di halaman Kantor Lurah Temberan, Rabu (06/03/24). Antusias masyarakat rela mengantre demi mendapatkan beras murah dengan harga Rp53 ribu per karung dengan berat 5 kilogram. Hanya dalam waktu kurang dari dua jam, 2 ton beras stabilisasi […]

expand_less