Menggadaikan Keadilan: Ketika Tindakan Kreditur Justru Melahirkan Korban
- account_circle Ochin
- calendar_month Sel, 25 Nov 2025

Dampak dari pengadilan sepihak tidak hanya berdampak secara finansial, tetapi juga secara sosial. Bagi masyarakat umum, kehilangan barang berharga yang seringkali bernilai lebih tinggi dari pinjaman bisa menyebabkan luka emosional dan mengurangi kepercayaan terhadap lembaga gadai. Jika masyarakat tidak lagi yakin bahwa barang mereka aman, mekanisme gadai akan kehilangan fungsinya sebagai alat yang memberikan rasa aman dan kepastian. Oleh karena itu, perbaikan sistem menjadi hal yang penting.
Pemberitahuan sebelum pelelangan harus dilakukan melalui lebih dari satu jalur komunikasi dan dilengkapi dengan bukti bahwa pemberitahuan tersebut diterima dan bisa diperiksa. Pihak yang memberi pinjaman juga harus memberikan waktu bagi pihak yang meminjam untuk menyampaikan klarifikasi atau memperbaiki posisi mereka sebelum eksekusi dilakukan. Langkah ini tidak hanya sebatas prosedur, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap nilai keadilan yang menjadi dasar setiap perjanjian.
Akhirnya, yang dipertaruhkan dalam kasus ini bukan hanya emas yang dilelang, tetapi prinsip keadilan dalam hubungan hukum.
Ketika pihak yang memberi pinjaman menjalankan haknya tanpa memperhatikan faktor kepatutan dan kehati-hatian, yang tergadaikan bukan hanya barang jaminan, tetapi juga kepercayaan masyarakat dan nilai-nilai keadilan itu sendiri. Jika praktik tidak seimbang ini terus berlangsung, maka gadai hanya akan menjadi alat yang menambah korban baru, bukan solusi bagi mereka yang sedang berusaha.(*)
- Penulis: Ochin
