Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Editorial » Membaca Tragedi Sumatera Dengan Kacamata ‘Green Criminology’

Membaca Tragedi Sumatera Dengan Kacamata ‘Green Criminology’

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sel, 23 Des 2025

Negara dalam Posisi Ambigu

Secara normatif, Indonesia memiliki kerangka hukum lingkungan yang relatif kuat. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup menegaskan prinsip pencegahan, kehati-hatian, serta tanggung jawab negara dalam melindungi lingkungan hidup. Namun dalam praktik pembangunan, perlindungan lingkungan kerap kalah oleh logika pertumbuhan ekonomi berbasis eksploitasi sumber daya alam.

Sejumlah kajian green criminology menyebut kondisi semacam ini sebagai state–corporate crime, yakni situasi ketika kebijakan negara, pemberian izin, atau lemahnya pengawasan justru membuka ruang bagi terjadinya kerusakan lingkungan oleh aktor korporasi. Dalam konteks Sumatera, pemberian izin usaha di wilayah hulu dan kawasan rawan bencana tanpa analisis risiko ekologis yang memadai berpotensi memindahkan beban kerusakan kepada masyarakat lokal. Ketika dampak ekologis ditanggung warga, sementara manfaat ekonomi terkonsentrasi pada segelintir aktor, negara tidak lagi sekadar gagal melindungi, melainkan ikut memproduksi risiko. Kondisi semacam ini merupakan bentuk kekerasan struktural terhadap lingkungan dan manusia sekaligus. Mengutip Hall (2013), korban dalam kejahatan lingkungan bukan hanya manusia yang kehilangan rumah dan nyawa, tetapi juga sungai, hutan, tanah, dan satwa yang mengalami kerusakan sistemik. Berbagai studi menunjukkan bahwa kelompok miskin, masyarakat adat, dan komunitas pinggiran hampir selalu menjadi pihak yang paling terdampak.

Belajar dari Kasus Global

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa bencana ekologis semakin dipahami sebagai kegagalan tata kelola, bukan sekadar kecelakaan. Tragedi tumpahan minyak Deepwater Horizon di Amerika Serikat pada 2010, misalnya, memperlihatkan bagaimana kelalaian korporasi yang dipadu lemahnya pengawasan negara dapat dikategorikan sebagai corporate environmental crime (kejahatan lingkungan oleh korporasi). Sebelas pekerja tewas, jutaan barel minyak mencemari Teluk Meksiko, merusak ekosistem laut, dan menghancurkan mata pencaharian komunitas pesisir — sebuah bentuk victimization yang nyata dan luas.

Sebaliknya, skandal emisi Volkswagen pada 2015 menunjukkan wajah lain kejahatan lingkungan. Manipulasi teknologi yang meningkatkan polusi udara tidak menimbulkan korban tewas secara langsung, tetapi menghasilkan korban yang bersifat struktural dan difus (dampaknya menyebar luas, senyap, tidak terlihat, dan dirasakan masyarakat dalam jangka Panjang). Masyarakat perkotaan dan lingkungan hidup menjadi invisible victims — korban yang dampaknya tidak segera terlihat, namun akumulasinya serius dan merugikan.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Terkait Gotong Royong Abang Hertza Apresiasi Pemkot Pangkalpinang

    Terkait Gotong Royong Abang Hertza Apresiasi Pemkot Pangkalpinang

    • calendar_month Sen, 11 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Bukan hanya di lingkup Pemerintah Kota Pangkalpinang saja, namun gotong royong ini juga terkadang mengajak anak-anak sekolah untuk bersama menjaga lingkungan sekolah dan sekitar rumah. Melihat ini, Abang mengatakan jika ini sangat bagus untuk mengedukasi anak-anak. “Upaya ini untuk menumbuhkan solidaritas, wujudkan kebersamaan gotong royong dan peduli lingkungan bersih di Kota Pangkalpinang, jadi anak-anak juga […]

  • Percepatan Pengentasan Stunting dan Malnutrisi Tahun 2024, TP PKK Babel Mantapkan Launching Rampak Gemintang

    Percepatan Pengentasan Stunting dan Malnutrisi Tahun 2024, TP PKK Babel Mantapkan Launching Rampak Gemintang

    • calendar_month Sen, 6 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Lebih lanjut Safriati menjelaskan, PKK berperan dalam mengkoordinir dan memberdayakan TP PKK Kabupaten/Kota pada lokus stunting dalam pelaksanaan pemberian makanan tambahan (PMT), kemudian memberikan sosialisasi dan pendidikan gizi bagi Kader PMT, serta melakukan kunjungan dan pembinaan ke lokus PMT tahun 2024. “Peran ini tentunya tidak dapat dilakukan oleh PKK saja, tetapi kami bersinergi dengan OPD […]

  • Cak Imin Cerita Awal Mula Jadi Panglima Santri

    Cak Imin Cerita Awal Mula Jadi Panglima Santri

    • calendar_month Kam, 1 Feb 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Ini sejarah tidak boleh ditutup-tutupi, karena zaman Orde Baru peran ulama ditutup-tutupi. Begitu reformasi terwujud, mulai kita rintis pengakuan ulama-ulama sebagai pejuang masuk menjadi mata pelajarah sejarah seluruh pendidikan nasional kita,” tutur dia di Pondok Pesantren Syaichona Moh Cholil, Bangkalan, Rabu (31/01/2024) malam. Kala itu, Muhaimin dan sejumlah mahasiswa berlatar belakang santri Nahdlatul Ulama (NU) […]

  • Menggali ‘Harta Karun’ Selain Timah: Mendorong Potensi Ekonomi Kreatif dan UMKM Bangka Belitung

    Menggali ‘Harta Karun’ Selain Timah: Mendorong Potensi Ekonomi Kreatif dan UMKM Bangka Belitung

    • calendar_month Rab, 5 Nov 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ketika wisatawan datang ke Tanjung Kelayang atau Pulau Lengkuas, mereka tidak cari timah. Mereka cari pantai berpasir putih, batu granit raksasa, dan pengalaman budaya lokal. Mereka mau bawa pulang kerajinan tangan, mencicipi ketam isi dan otak-otak Bangka, merasakan kehangatan masyarakat kita. Itu semua datangkan uang tanpa harus melubangi tanah. Kenapa Susah Maju? Jujur saja, UMKM […]

  • Pajak & Kebodohan Mengelola Negara

    Pajak & Kebodohan Mengelola Negara

    • calendar_month Sab, 27 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Diskusi bubar karena mereka tidak bisa menjawab. Karyawan saya sebagai penonton ketawa ngakak. “Kapok! Boss kita dilawan” begitu celetuk salah satu karyawan saya yang dikenal paling judes. Negeri Salah Kelola KEMERDEKAAN yang diperjuangkan oleh para orangtua kita dulu agar terlepas dari kesengsaraan di rumah sendiri. Negeri kita yang dikenal kaya raya, gemah ripah loh jinawi toto […]

  • Seleksi Sekolah Asrama Pemali Berlanjut, PT Timah Perkuat Akses Pendidikan bagi Siswa Berprestasi

    Seleksi Sekolah Asrama Pemali Berlanjut, PT Timah Perkuat Akses Pendidikan bagi Siswa Berprestasi

    • calendar_month Jum, 24 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Dukungan dari orang tuanya semakin memperkuat tekadnya. Ia bahkan menyatakan kesediaannya untuk tinggal di asrama jika lolos seleksi. Keyla berharap dapat mengembangkan potensinya dan meraih mimpinya menjadi seorang dokter. “Saya siap, dan orang tua saya sepenuhnya mendukung saya. Bahkan jika saya tidak berhasil kali ini, saya akan tetap termotivasi dan tidak menyerah,” tambahnya. Dia menjelaskan […]

expand_less