Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Jabatan, Popularitas & Baju

Jabatan, Popularitas & Baju

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Kam, 22 Feb 2024

Kepada Caleg yang datang, sedari awal selalu saya katakan sama, baik sebelum Pemilu maupun sesudah Pemilu, bahwa jabatan dan popularitas itu hanyalah sekedar baju. Baju bernama jabatan itu hanya sementara, pun demikian baju bernama popularitas. Baju itu hanya bukan milikmu, tapi milik semua yang digunakan secara bergiliran. Ketika hari ini kita gunakan baju bernama jabatan dan popularitas, yakinlah bahwa kapanpun, dimana pun, baju itu pasti lepas atau dilepaskan. Apakah ia lepas oleh sendirinya karena habis masa pakai (sewa)-nya ataukah dilepas paksakan karena kita dianggap sudah tak berhak lagi menggunakannya. Selain itu, yang namanya baju, pasti ada kemungkin robek atau dirobekin. Entah itu robek karena kelalaian dirimu saat memakainya atau tersangkut paku dan duri saat berkegiatan ataukah sengaja “direnjut” (ditarik) orang terdekatmu hingga mengalami robek. Yang saya maksud baju robek disini adalah aib. Artinya, ketika aib terbuka, itu artinya baju yang kamu kenakan robek. Jika baju sudah robek dan robeknta sangat terlihat, lantas kamu masih memaksakan untuk memakainya, ada 2 kemungkinan yang terjadi dalam dirimu, yaitu (1) kamu tak tahu malu (2) kamu tak punya baju yang lain untuk memantaskan diri guna dipakai ditengah masyarakat. Bahasa mudahnya, Fakir. Yakni fakir iman, fakir rasa dan fakir akhlak.

Sedangkan baju yang dipakai akan tertempel debu atau kotoran, itu sudah pasti! Artinya? Apapun jabatan & popularitas kehidupan yang kita sandang, entah itu pejabat negara, Rektor, Ustadz, Kiyai, Tokoh, Budayawan, Akademisi, Polisi, TNI, Pendeta, Pastur, Ibu Rumah Tangga, Pimpinan Pesantren, Ketua MUI, Pengamat, Penulis, Wartawan, Pengusaha, Petani, Guru, dan lain sebagainya, pasti ada kotornya. _So,_ bahasa gaulnya: “Jangan sok bersih deh….”.

Pointnya, diri kita bukanlah baju yang kita kenakan. Sebab baju tidak melekat pada tubuh yang memakainya. Yang melekat dalam diri kita adalah karakter. Apakah kita lebih berkarakter ataukah baju yang kita kenakan itu mengalahkan karakter dalam diri kita? Sehingga ketika kita gunakan baju itu, diri kita tidak lagi dikenal oleh orang sebab demikian berubah.

Karakter diri, seperti integritas jauh lebih berharga ketimbang baju bernama popularitas. Karakter diri yang kokoh pendirian & menjaga nilai keimanan jauh lebih bernilai ketimbang baju bernama jabatan.

Setiap kita bukanlah baju yang kita pakai saat ini. Tapi banyak orang yang dirinya adalah baju itu. Sehingga ketika baju itu tidak melekat lagi ditubuhnya, dirinya hilang tak lagi terlihat keberadaannya, hilang aktifnya, hilang otaknya, hilang mulutnya, hilang pemikirannya, hilang karyanya, sebab dirinya memang tak pernah ada. Karena yang ada hanya bajunya saja.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolres Bangka Tengah Gelar Sosialisasi Tolak Geng Motor di SMAN 1 Koba

    Kapolres Bangka Tengah Gelar Sosialisasi Tolak Geng Motor di SMAN 1 Koba

    • calendar_month Sen, 20 Jan 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Kegiatan sosialisasi ini dikemas dengan pendekatan yang interaktif. Setelah penyampaian materi, Kapolres mengadakan sesi tanya jawab dan kuis edukatif dengan hadiah menarik bagi para siswa yang aktif berpartisipasi. Suasana semakin semarak dengan antusiasme siswa-siswi mengikuti sesi tersebut. Selain sosialisasi, deklarasi penolakan aktivitas geng motor dilakukan dengan pembacaan ikrar oleh para siswa, yang dipimpin oleh perwakilan […]

  • Hilal Tidak Bisa Diamati 1 Ramadan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024

    Hilal Tidak Bisa Diamati 1 Ramadan 1445 H Jatuh Pada 12 Maret 2024

    • calendar_month Ming, 10 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Cecep mengatakan hasil kesepakatan MABIMS (Menteri Agama Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia dan Singapura), kriteria visibilitas hilal berubah menjadi ketinggian hilal 3 derajat dan elongasi 6,4 derajat. Berdasarkan kriteria tersebut, hilal di Indonesia sore ini tidak bisa diamati. “Hilal tidak bisa diamati,” kata Cecep. Pernyataan Cecep itu disampaikan dalam acara pemaparan posisi hilal di Indonesia sebagai […]

  • PT Timah Tbk Tindak Tegas Pelaku Pencurian Bijih Timah di Tempilang

    PT Timah Tbk Tindak Tegas Pelaku Pencurian Bijih Timah di Tempilang

    • calendar_month Sel, 12 Agu 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Menurut Gatot, pelaku pencurian telah diserahkan ke Aparat Penegak Hukum dalam hal ini Polsek Tempilang. Dirinya juga mengapresiasi dukungan dan sinergitas Aparat Penegak Hukum. “PT Timah mengapresiasi dukungan dan peran aparat penegak hukum dalam menjaga aset negara dalam hal ini PT Timah Tbk,” tutupnya. (*) Sumber: PT Timah Tbk      

  • Cerita Penerima Beasiswa Program PBS PT Timah, Siapkan Diri Lanjut ke Perguruan Tinggi

    Cerita Penerima Beasiswa Program PBS PT Timah, Siapkan Diri Lanjut ke Perguruan Tinggi

    • calendar_month Sab, 5 Apr 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Dalam melaksanakan program Pemali Boarding School, PT Timah tidak hanya memberikan beasiswa pendidikan akademis tapi juga membina mental dan keterampilan agar para alumni siap menghadapi tantangan di masa depan. Para orang tua juga menyampaikan apresiasi kepada PT Timah atas program beasiswa yang tidak hanya memberikan akses pendidikan berkualitas, tetapi juga membekali peserta didik dengan keterampilan […]

  • Dukung Ketahanan Bumi Serumpun Sebalai, Kapolres Bateng Harap Berdampak Positif

    Dukung Ketahanan Bumi Serumpun Sebalai, Kapolres Bateng Harap Berdampak Positif

    • calendar_month Rab, 30 Apr 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Penanaman ini dipimpin langsung oleh Kapolres Bangka Tengah AKBP Dr. I Gede Nyoman Bratasena, S.I.K., M.I.K., dan diikuti oleh seluruh Pejabat Utama Polres Bangka Tengah. “Jadi ini adalah bentuk perhatian Polri kepada kelestarian alam mengingat saat ini bumi kita dalam gangguan ekosistem pemanasan global,” ujar AKBP Bratasena dalam keterangannya di sela kegiatan. Lebih lanjut Kapolres […]

  • Urgensi Reformasi Hukum Kepailitan dalam Menjamin Kepastian Hukum bagi Kreditor dan Debitor

    Urgensi Reformasi Hukum Kepailitan dalam Menjamin Kepastian Hukum bagi Kreditor dan Debitor

    • calendar_month Ming, 15 Mar 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Pertama, bagi kreditor, ketidakpastian hukum berarti kerugian finansial yang berkepanjangan. Bayangkan sebuah perusahaan bangkrut dengan utang miliaran rupiah; kreditor bank atau supplier harus menunggu bertahun-tahun hanya untuk menerima dividen minim, seringkali di bawah 10 persen dari tagihan. Data dari Mahkamah Agung menunjukkan ribuan perkara kepailitan mandek di pengadilan, akibat beban kasus yang overload dan kurangnya […]

expand_less