Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Hilirisasi Kakao: Kemewahan Industri Di Atas Penderitaan Petani

Hilirisasi Kakao: Kemewahan Industri Di Atas Penderitaan Petani

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 10 jam yang lalu

OLEH: JEFFRY

Mahasiswa Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikananan, dan Kelautan, Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Ada ironi besar yang tersembunyi di balik narasi keberhasilan hilirisasi pertanian Indonesia. Ketika pemerintah dengan bangga mengumumkan bahwa nilai ekspor kakao dan olahannya menembus US$ 2,62 miliar pada 2024 melonjak lebih dari 118 persen dibanding tahun sebelumnya (BPS, 2025).

Kenyataan di lapangan justru berbicara lain: para petani kecil yang menjadi tulang punggung produksi masih terjebak dalam kemiskinan struktural yang tak kunjung terselesaikan. Hilirisasi kakao Indonesia adalah contoh sempurna kebijakan yang tampak sukses di permukaan, tetapi gagal total di tingkat akar rumput.

Angka ekspor yang memukau itu memang menggembirakan bagi korporasi dan laporan kinerja kementerian. Namun, siapa sebenarnya yang menggerakkan produksi kakao nasional? Menurut data Indonesia Investments (2024), lebih dari 99 persen produksi biji kakao nasional disumbang oleh petani kecil perkebunan rakyat yang mengelola lahan rata-rata di bawah dua hektare.

Ironinya, justru merekalah yang paling sedikit menikmati nilai tambah dari rantai hilirisasi yang diklaim berhasil itu. Berdasarkan data Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian, produksi kakao nasional pada 2024 hanya mencapai 617 ribu ton dari luas areal 1,37 juta hektare, turun dari 1,70 juta hektare pada 2015. Angka sementara 2025 bahkan tidak lebih menggembirakan, yakni hanya sekitar 616 ribu ton.

Yang lebih mengkhawatirkan adalah tren penurunan produksi yang terus berlanjut. Estimasi terbaru dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyebut produksi biji kakao Indonesia bisa anjlok hingga hanya 200 ribu ton pada 2025 jauh di bawah kebutuhan industri pengolahan dalam negeri yang mencapai hampir 400.000 ton per tahun. Pengamat pertanian dari Center of Reform on Economics (CORE), Eliza Mardian, menegaskan bahwa akar masalahnya ada pada produktivitas petani yang stagnan: rata-rata hanya 500-700 kilogram per hektare per tahun, padahal potensi agronomisnya bisa mencapai 2.000 kilogram per hektare. Artinya, ada potensi produksi ratusan ribu ton yang hilang setiap tahun bukan karena petani malas, melainkan karena mereka tidak pernah benar-benar didukung.

Akibat dari pengabaian sektor hulu ini pun tidak bisa lagi disembunyikan. Pada awal 2025, nilai impor kakao dan olahannya melonjak 119 persen secara bulanan dari 140 juta dolar AS pada Desember 2024 menjadi 304,4 juta dolar AS pada Januari 2025 sebagian besar berupa biji mentah dari Ekuador. Sepanjang 2024, Indonesia bahkan terpaksa mengimpor 157 ribu ton biji kakao, dengan 63 persen di antaranya adalah biji mentah. Negara penghasil kakao terbesar ketiga di dunia, mengimpor bahan baku untuk pabriknya sendiri. Fakta ini bukan sekadar ironi statistik ini adalah bukti nyata kegagalan kebijakan yang membiarkan hulu terus melemah sementara hilir dipaksa tumbuh.

Dampak dari krisis pasokan ini kini sudah menjalar hingga ke jantung industri itu sendiri. Kementerian Perindustrian mencatat sembilan industri pengolahan kakao nasional terpaksa menutup operasionalnya akibat kelangkaan bahan baku dan lonjakan harga biji kakao dunia. Padahal, kapasitas terpasang industri pengolahan kakao nasional mencapai 739.000 ton per tahun, tetapi realisasi produksinya hanya sekitar 422.000 ton kurang dari 60 persen kapasitas yang ada. Ironisnya, meski harga impor jauh lebih mahal, industri pengolahan tetap lebih memilih mendatangkan bahan baku dari luar negeri. Data menunjukkan rata-rata harga biji kakao kering non-fermentasi dari petani lokal hanya sekitar Rp 70.000 per kilogram, sementara kakao fermentasi impor sempat melonjak hingga Rp 139.000 per kilogram pada September 2024. Jurang harga yang menganga ini adalah cermin dari ketimpangan sistemik, nilai dihisap dari tangan petani, lalu mengalir deras ke korporasi di tingkat hilir.

Di Sulawesi, yang selama ini dikenal sebagai jantung produksi kakao nasional dengan kontribusi sekitar 65 persen dari total produksi nasional, para petani kecil masih terjebak dalam siklus yang sama dari generasi ke generasi dengan menjual biji mentah atau setengah olah dengan harga rendah dan tidak menentu. Mereka tidak melakukan fermentasi dengan benar bukan karena tidak tahu manfaatnya, tetapi karena tidak memiliki waktu, fasilitas, maupun jaminan bahwa kualitas yang lebih baik akan menghasilkan harga yang lebih adil.

Desakan kebutuhan ekonomi sehari-hari memaksa mereka menjual hasil panen terburu-buru, kerap di bawah jeratan sistem ijon yang menyekik. Posisi tawar mereka nyaris nol, mereka selamanya menjadi price taker yang dikendalikan tengkulak, sementara pabrik di kota menikmati margin berlipat dari cocoa butter, cocoa powder, hingga cokelat siap konsumsi.

Di sisi hilir, ekspor kakao Indonesia memang meningkat signifikan dari sekitar US$ 1,1 miliar pada 2021 menjadi mendekati US$ 3,5 miliar pada 2025, dengan struktur yang telah bergeser dari biji mentah ke produk antara seperti cocoa butter dan cocoa powder.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPD KNPI Bateng Periode 2024-2027 Resmi Dilantik

    DPD KNPI Bateng Periode 2024-2027 Resmi Dilantik

    • calendar_month Sab, 15 Mar 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKA TENGAH – Dewan Pimpinan Daerah Bangka Tengah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI Bateng) periode 2024-2027 akhirnya resmi dilantik oleh Sekertaris KNPI Provinsi Bangka Belitung di ruang rapat VIP Bupati Bangka Tengah, Sabtu (15/3/2025). Ketua KNPI Bangka Tengah periode 2024-2027 Utomo Manggala mengucapkan banyak terima kasih kepada semua elemen yang mendukung diri ya […]

  • Pemkot Sosialisasikan Perubahan Nomenklatur untuk Tiga Klasifikasi Jabatan Ini

    Pemkot Sosialisasikan Perubahan Nomenklatur untuk Tiga Klasifikasi Jabatan Ini

    • calendar_month Sel, 9 Mei 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Pemerintah kota (Pemkot) Pangkalpinang melakukan sosialisasi perubahan nomenklatur jabatan pelaksana di lingkungan Pemerintah kota. Mie Go, sekretaris daerah kota Pangkalpinang mengatakan, banyaknya nomenklatur jabatan menginisiasi Kementerian Pan-RB untuk menerbitkan aturan penyederhanaan jabatan pelaksana terbaru. Dalam aturan tersebut nomenklatur jabatan pelaksana disederhanakan menjadi tiga klasifikasi jabatan meliputi klerek, operator dan teknisi.

  • Diskominfo Pangkalpinang Sayangkan Pengunduran Diri Bela Haprinda dari Tenaga PHL

    Diskominfo Pangkalpinang Sayangkan Pengunduran Diri Bela Haprinda dari Tenaga PHL

    • calendar_month Sel, 19 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Kepala Diskominfo Febri Yanto, menyayangkan keputusan pengunduran diri Bela Haprinda sebagai tenaga Pegawai Harian Lepas (PHL) Kominfo Pangkalpinang, Febri membenarkan informasi tersebut, bahwa surat pengunduruan diri Bela Haprinda telah diterimanya hari ini. “Iya benar, hari kami telah menerima surat pengunduran diri PHL kami Bela Haprinda, yang disampaikan langsung ke kantor,” kata Febri Yanto, […]

  • Santuni Anak Yatim Piatu Sobat Aksi Ramadan Berbagi Kebahagiaan di Musala Al Muktibin Bangka Barat

    Santuni Anak Yatim Piatu Sobat Aksi Ramadan Berbagi Kebahagiaan di Musala Al Muktibin Bangka Barat

    • calendar_month Ming, 16 Mar 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKABARAT– Sejumlah anak-anak di Desa Mayang, Kecamatan Simpang Teritip, Kabupaten Bangka Barat tampak tertegun menyimak cerita yang disampaikan oleh Tim Agent PT Timah dalam rangkaian kegiatan Sobat Aksi Ramadan 2025 yang dilaksanakan di Musala Al Muktibin, Desa Mayang, Kabupaten Bangka Barat, Jumat (14/3/2025). Anak-anak tampak antusias menyimak story telling yang mengisahkan tentang Keledai dan […]

  • Siapa Helena Lim? Ini Dia Profilnya

    Siapa Helena Lim? Ini Dia Profilnya

    • calendar_month Rab, 27 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA – Belakangan ini, nama Helena Lim santer muncul di publik, baik itu di platform sosial, maupun pemberitaan media cetak maupun elektronik. Helena Lim sendiri, merupakan seorang pengusaha wanita keturunan Tionghoa, yang memiliki kekayaan melimpah, dari bisnis yang dijalankannya. Dalam kesehariannya, janda kelahiran 19 November 1976 itu, acap kali tampil dengan gaya glamour. Lantaran […]

  • Menyambut Bulan Ramadan, PJ Ketua BKOW Kep. Babel Hadiri Kajian Ceramah IIKT

    Menyambut Bulan Ramadan, PJ Ketua BKOW Kep. Babel Hadiri Kajian Ceramah IIKT

    • calendar_month Kam, 7 Mar 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG – Penjabat (Pj) Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel), Safriati Safrizal berkesempatan hadir kajian dan ceramah menyambut bulan Ramadan yang digelar Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT), Rabu (6/3/2024). Bertempat di gedung Graha IIKT, kehadiran Safriati Safrizal disambut Ketua Umum IIKT Helda Dani serta pengisi ceramah agama Ust Firdaus […]

expand_less