Ketika Sawah Kalah Oleh Beton: Dilema Pembangunan Dan Masa Depan Pangan Indonesia
- account_circle Ochin
- calendar_month 5 jam yang lalu

OLEH: RANGGA REZIKI SATRYADI
Mahasiswa Program Studi Agribisnis, FPPK Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Pertanian tetap menjadi sektor yang sangat vital dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain berfungsi sebagai penyedia makanan, sektor ini juga berperan sebagai sumber penghasilan bagi jutaan petani yang berada di berbagai daerah. Namun, di tengah upaya pemerintah untuk menguatkan ketahanan pangan nasional serta mencapai swasembada untuk berbagai komoditas penting, terdapat masalah yang sering terabaikan, yaitu semakin berkurangnya lahan pertanian karena perubahan fungsi lahan.
Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan kawasan industri, perumahan, jalan tol, dan berbagai proyek nasional lainnya mengalami pemajuan yang signifikan. Proses pembangunan ini memang diperlukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan kerja baru. Namun, banyak lahan pertanian yang subur yang harus dikorbankan untuk memberikan tempat bagi pembangunan tersebut. Sebagai akibatnya, luas lahan sawah di berbagai wilayah terus menyusut dari tahun ke tahun.
Situasi ini menimbulkan pertanyaan yang mendasar. Bagaimana mungkin Indonesia ingin mencapai ketahanan pangan jika lahan yang digunakan untuk menghasilkan pangan justru semakin berkurang? Peningkatan produksi bisa dicapai melalui penggunaan benih unggul, mekanisasi, dan teknologi pertanian modern. Meski demikian, semua inovasi ini tetap memerlukan lahan sebagai faktor produksi utama. Tanpa lahan yang memadai, peningkatan produktivitas akan menemui batas yang sulit dijangkau.
Dari perspektif agribisnis, peralihan fungsi lahan tidak hanya berdampak pada produksi pangan, tetapi juga berpengaruh terhadap keberlanjutan usaha tani. Banyak petani memilih menjual lahan mereka karena tawaran harga yang diberikan oleh pengembang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan keuntungan dari bertani. Walaupun keputusan ini mungkin menguntungkan dalam jangka pendek, sering kali menimbulkan masalah baru dalam jangka panjang. Setelah menjual lahan, petani kehilangan aset produktif yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan mereka.
- Penulis: Ochin
