Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Saat Kebijakan Pemerintah Membuat Harga TBS Sawit Anjlok Setengahnya

Saat Kebijakan Pemerintah Membuat Harga TBS Sawit Anjlok Setengahnya

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Kam, 4 Jun 2026

OLEH : ANITA

Mahasiswi Program Studi Agribinis FPPK Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Pertengahan Mei 2026, petani sawit di berbagai wilayah Indonesia tiba-tiba dikejutkan oleh kabar yang menyakitkan. Harga tandan buah segar (TBS) yang sebelumnya bertahan di kisaran Rp3.000 hingga Rp3.700 per kilogram tiba-tiba anjlok menjadi Rp1.500 hingga Rp2.500 per kilogram hanya dalam hitungan hari. Di Sumatera Selatan, harga turun dari Rp3.577 menjadi Rp2.722 per kilogram. Di Jambi, dari Rp3.266 menjadi Rp2.944 per kilogram.

Bahkan di beberapa wilayah lain, harga TBS petani swadaya dilaporkan jatuh hingga Rp800 hingga Rp1.200 per kilogram. Petani yang sudah berbulan-bulan merawat kebun terpaksa menjual buah dengan harga yang tidak cukup untuk menutup biaya produksi mereka.

Penyebab utama dari kejatuhan harga ini bukanlah bencana alam atau krisis ekonomi global. Pemicunya adalah pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai rencana kebijakan ekspor komoditas strategis, termasuk minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), melalui satu pintu yakni BUMN PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Kebijakan ini dimaksudkan untuk memperbaiki tata kelola ekspor, menekan praktik under invoicing dan transfer pricing, serta memperkuat devisa negara dari sektor komoditas. Tujuannya mulia. Namun masalahnya, kebijakan sebesar ini diumumkan tanpa sosialisasi yang memadai kepada seluruh pemangku kepentingan, terutama petani kecil yang berada di ujung paling bawah rantai pasok sawit nasional.

Ketidakpastian yang muncul pasca pengumuman itu langsung memicu kepanikan di pasar. Para pengusaha, pedagang, pabrik kelapa sawit (PKS), refinery, dan eksportir memilih menahan diri karena tidak mengetahui secara pasti bagaimana mekanisme perdagangan baru akan dijalankan. Akibatnya, aktivitas pembelian TBS dari petani langsung melambat. Sejumlah pabrik memanfaatkan momentum ketidakpastian ini untuk menekan harga pembelian TBS jauh di bawah nilai wajarnya.

Ketua Umum APKASINDO, Gulat Manurung, menegaskan bahwa penurunan harga TBS di berbagai provinsi berkisar antara Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram dan tidak sebanding dengan koreksi harga CPO di pasar, sehingga memunculkan indikasi adanya pemanfaatan situasi oleh pihak-pihak tertentu.

Fenomena ini sebenarnya bukan yang pertama kali terjadi. Pada tahun 2022, kebijakan larangan ekspor CPO dan penerapan Domestic Market Obligation (DMO) juga pernah menyebabkan harga TBS petani anjlok hingga di bawah Rp1.000 per kilogram di beberapa daerah. Ketua Umum POPSI, Mansuetus Darto, mengingatkan bahwa penurunan harga yang mendekati 50 persen seperti yang terjadi saat ini sangat memukul pendapatan petani swadaya, dan mengkhawatirkan apabila ketidakpastian berlangsung dalam jangka menengah dan panjang, harga TBS bisa kembali terjun bebas seperti kejadian 2022. Pola ini menunjukkan satu kelemahan mendasar dalam tata kelola politik sawit Indonesia: kebijakan besar selalu dibuat di tingkat pusat tanpa mempertimbangkan dampak turunannya secara serius terhadap petani kecil di lapangan.

Dari sudut pandang akademik, persoalan ini bukan sekadar soal fluktuasi harga semata. Penelitian yang dimuat dalam jurnal hukum Universitas Lancang Kuning (2024) menjelaskan bahwa hubungan antara petani swadaya dan perusahaan dalam rantai pasok kelapa sawit bersifat sangat asimetris. Petani tidak memiliki kekuatan tawar dalam menentukan harga TBS mereka, sementara perusahaan sebagai pembeli tunggal di banyak wilayah memiliki kendali penuh atas proses negosiasi harga.

Ketiadaan perlindungan hukum dan kelembagaan yang kuat terhadap petani sawit swadaya menguatkan argumen bahwa negara belum hadir secara maksimal untuk menjamin keadilan distribusi dalam sektor perkebunan. Situasi ini diperparah ketika kebijakan baru lahir tiba-tiba tanpa mekanisme transisi yang jelas, sehingga petanilah yang pertama menanggung dampaknya.

Sigiro dkk. (2026) dalam penelitiannya tentang peran akses pasar bagi petani sawit swadaya di Muaro Jambi menyimpulkan bahwa kebijakan pemerintah menjadi variabel paling berpengaruh dalam membentuk akses pasar petani. Artinya, ketika kebijakan berubah secara tiba-tiba tanpa sosialisasi, akses pasar petani langsung terganggu dan berdampak langsung pada pendapatan mereka.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jaga Ekosistem Laut PT Timah Tenggelamkan Artificial Reef di Perairan Tanjung Kubu Bangka Selatan

    Jaga Ekosistem Laut PT Timah Tenggelamkan Artificial Reef di Perairan Tanjung Kubu Bangka Selatan

    • calendar_month Sen, 30 Jun 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKASELATAN — Penenggelaman artificial reef yang dilakukan PT Timah di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya untuk menjaga ekosistem laut tapi juga memberi manfaat bagi nelayan. PT Timah berkolaborasi dengan nelayan, komunitas lingkungan, Pemerintah Daerah dan Persatuan Olah Raga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tidak hanya menenggelamkan tapi juga melakukan monitoring […]

  • Kolaborasi dengan BKKBN Provinsi Kepri dan Pemkab Karimun, PT Timah Tbk Wujudkan Generasi Emas 2045 Lewat Program GATI

    Kolaborasi dengan BKKBN Provinsi Kepri dan Pemkab Karimun, PT Timah Tbk Wujudkan Generasi Emas 2045 Lewat Program GATI

    • calendar_month Kam, 11 Des 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, KUNDUR – PT Timah Tbk terus berperan aktif dalam mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas Indonesia 2045. Salah satu langkah konkret PT Timah Tbk melalui Division Area Kundur menyelenggarakan Seminar Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), sebuah program nasional yang diinisiasi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) untuk mendorong keterlibatan aktif ayah dalam pengasuhan […]

  • Ditreskrimsus Polda Babel Tangkap Sindikat Pengoplos Gas Elpiji

    Ditreskrimsus Polda Babel Tangkap Sindikat Pengoplos Gas Elpiji

    • calendar_month Kam, 25 Jan 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, PANGKALPINANG- Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menangkap kawanan sindikat pengoplos gas elpiji di wilayah Pangkalpinang. Pelaku berinisial Z, ZA, ES, dan Bi di sebuah gudang tertutup di Jalan Air Mawar Kelurahan Air Mawar Kecamatan Bukit Intan Pangkalpinang. “Tersangka Z,merupakan pemilik gudang dan pihak yang memerintahkan untuk mengoplos gas. Sedangkan […]

  • HUT Museum Timah Muntok, Pj Gubernur Kep Babel Sarankan untuk _Go Digital_ dan Ramah Disabilitas

    HUT Museum Timah Muntok, Pj Gubernur Kep Babel Sarankan untuk _Go Digital_ dan Ramah Disabilitas

    • calendar_month Ming, 27 Nov 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MENTOK – Di era milenial yang tak lepas dari teknologi yang menjadi satu kesatuan dengan internet dan media sosial, Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) Ridwan Djamaluddin memberikan saran agar wisata sejarah, seperti Museum Timah Indonesia Muntok untuk mulai memanfaatkan digitalisasi dalam hal promosi dan memperkenalkan ke khalayak yang lebih luas. Hal […]

  • Tenis Meja Tampil, Pembuktian De Jure dan de Facto Tak Ada Lagi Dualisme PTMSI

    Tenis Meja Tampil, Pembuktian De Jure dan de Facto Tak Ada Lagi Dualisme PTMSI

    • calendar_month Jum, 13 Sep 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, MEDAN– Cabang olahraga tenis meja hadir kembali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara (Sumut). Bahkan sudah menyelesaikan pertandingan nomor beregu putra dan putri di Gedung Olahraga Angsapura, Medan, Sumut, Kamis (12/9/2024) malam. Tampilnya kembali tenis meja di ajang PON XXI setelah tidak dipertandingkan di PON XX Papua […]

  • Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Timah Gelar Aksi Kumpulkan Sampah Plastik Hingga Tanam Pohon di Pantai Teluk Dalam

    Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PT Timah Gelar Aksi Kumpulkan Sampah Plastik Hingga Tanam Pohon di Pantai Teluk Dalam

    • calendar_month Sab, 7 Jun 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, KUNDUR- Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2025, Division Area Kundur PT Timah Tbk menggelar kegiatan bersih pantai dan juga menanam pohon cemara di kawasan Pantai Teluk Dalam, Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (4/6/2025). Penanaman pohon dan kegiatan bersih pantai dengan mengumpulkan sampah plastik tidak hanya bertujuan untuk memeringati momen Hari Lingkungan Hidup, […]

expand_less