Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Swasembada Pangan: Antara Ambisi Politik dan Nasib Petani Indonesia

Swasembada Pangan: Antara Ambisi Politik dan Nasib Petani Indonesia

  • account_circle Ochin
  • calendar_month 3 menit yang lalu

OLEH : YOSI VIOLA WINATA

Mahasiswi Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung

CDN.id, BABEL- Swasembada pangan sering muncul seperti kemenangan besar yang dibungkus rapatโ€‘rapat dalam pidato kenegaraan, rapat koordinasi, dan laporan tahunan kementerian. Di satu sisi, swasembada diukur dari angka produksi, cadangan, dan penurunan impor; di sisi lain, di lapangan, banyak petani kecil masih bertahan hidup di ambang kemiskinan, terjepit biaya produksi, modal, dan harga yang tak menentu. Di tengahโ€‘tengahnya berdiri politik agribisnis: sebuah arena di mana kebijakan, kekuasaan, dan modal bertemu, tetapi sering kali melompati kehidupan nyata mereka yang mengolah tanah.

Swasembada sebagai proyek nasionalisme modern

Sejak era 1980-an, Indonesia pernah mengklaim diri sebagai negara swasembada beras. Pada 1984, program intensifikasi padi dan modernisasi pertanian membawa hasil; namun kemudian, ketika situasi politik dan ekonomi berubah, label โ€œswasembadaโ€ menjadi lebih bersifat simbolik dari pada faktual. Dalam dua dekade terakhir, tagโ€‘line swasembada pangan kembali naik daun, kali ini bukan hanya soal beras, melainkan juga jagung, gula konsumsi, dan garam konsumsi.

Pemerintah masa kini meletakkan swasembada sebagai bagian dari narasi kedaulatan pangan dan kebangkitan nasional. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan guncangan rantai pasok global, Indonesia dipromosikan sebagai โ€œnegara yang mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa bergantung pada impor berasโ€. Capaian swasembada pangan dinilai bukan hanya prestasi teknis, tetapi juga politis: bentuk keberhasilan model kepemimpinan dan kebijakan yang dianggap tegas dan berorientasi hasil.

Namun, di balik narasi nasionalisasi pangan, muncul pertanyaan: โ€œUntuk siapa sebenarnya swasembada ini?โ€ Apakah kebijakan pangan dibuat untuk mengamankan stabilitas politik, memperkuat citra pemerintah, atau benarโ€‘benar untuk mengerek kesejahteraan petani kecil? Di sanalah letak gesekan antara ambisi politik dan realitas lapangan.

Politik agribisnis: relasi antara negara, korporasi, dan petani

Agribisnis, dalam praktiknya, bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga soal rantai nilai, modal, dan kekuasaan. Sistem agribisnis di Indonesia dinilai masih timpang: banyak mata rantai, banyak pemodal, dan banyak perantara yang berjalan jauh di atas para produsen kecil di ujung hilir. Dalam kondisi seperti ini, posisi tawar petani menjadi sangat lemah, sementara korporasi dan pengusaha agribisnis lebih mudah menikmati manfaat ekonomi dan bahkan perlindungan dari kebijakan.

Dalam relasi itu, negara berperan ambivalen. Di satu sisi, pemerintah mengatur harga, subsidi, dan penyerapan melalui lembaga seperti Bulog dan program bantuan pupuk; di sisi lain, regulasi hulu hilir agraria juga membuka ruang bagi konsentrasi lahan dan investasi skala besar. Kebijakan pembangunan pertanian, misalnya, bisa saja dirancang untuk meningkatkan produksi, tetapi tanpa mengatur ulang struktur kepemilikan lahan dan akses modal, hasilnya sering kali hanya menambah surplus komoditas, bukan kemakmuran petani.

Karenanya, banyak analis menilai bahwa politik agribisnis di Indonesia cenderung lebih โ€œberpihakโ€ kepada pelaku modal besar dari pada petani kecil. Ketika swasembada diukur dari angka gabah terkumpul dan cadangan beras, paket kebijakan yang dikeluarkan sering kali menekankan efisiensi, intensifikasi, dan modernisasi, sementara aspek keadilan sosial, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan petani kecil menjadi pertanyaan lanjutan, bukan prioritas utama.

Ambisi swasembada vs. nasib petani di lapangan

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kanwil IX Jakarta 2 Serukan dan Dukung Penuh Program Badai Emas Pegadaian 2025

    Kanwil IX Jakarta 2 Serukan dan Dukung Penuh Program Badai Emas Pegadaian 2025

    • calendar_month Sel, 17 Jun 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- PT Pegadaian kembali menghadirkan program loyalitas berupa undian berhadiah melalui Program Badai Emas Pegadaian 2025. Program ini dibuat khusus untuk mengapresiasi nasabah yang setia menggunakan produk Pegadaian, serta untuk mendorong nasabah memanfaatkan layanan aplikasi Pegadaian Digital. Periode program dimulai pada bulan Mei hingga akhir Desember 2025 dengan dua (2) periode undian. disaksikan oleh […]

  • PT Timah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Bangka, Dorong Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-260 Sungailiat

    PT Timah Perkuat Sinergi dengan Pemkab Bangka, Dorong Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-260 Sungailiat

    • calendar_month Sel, 28 Apr 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKA – PT Timah (Persero) Tbk terus menunjukkan peran strategisnya dalam mendorong pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Bangka. Kontribusi perusahaan meluas melampaui sektor ekonomi, termasuk sinergi aktif dengan pemerintah daerah di berbagai program pembangunan. Bertepatan dengan peringatan 260 tahun Sungailiat, PT Timah menjalin kesepakatan kerja sama Pemanfaatan Lahan Bersama (PPLB) dengan Pemerintah Kabupaten Bangka […]

  • Ketua BKSAP Tegaskan Pentingnya Peran Parlemen untuk Kemajuan Demokrasi Lingkungan

    Ketua BKSAP Tegaskan Pentingnya Peran Parlemen untuk Kemajuan Demokrasi Lingkungan

    • calendar_month Kam, 23 Mei 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BALI– Ketua Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI Fadli Zon, dalam kapasitasnya sebagai Presiden Organisasi Anggota Parlemen Anti-Korupsi Asia Tenggara (Southeast Asia Parliamentarians Against Corruption/SEAPAC), menegaskan pentingnya peran parlemen dalam memajukan demokrasi lingkungan (environmental democracy) dan mengatasi korupsi hijau. Hal itu disampaikan Fadli saat mengikuti Diskusi Regional SEAPAC yang berlangsung di Bali, Rabu […]

  • Gubernur Babel: Guru Garda Terdepan Membangun Karakter dan Masa Depan Bangsa

    Gubernur Babel: Guru Garda Terdepan Membangun Karakter dan Masa Depan Bangsa

    • calendar_month Sen, 3 Nov 2025
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, KOBA- Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Hidayat Arsani, menjadi keynote speaker sekaligus membuka Seminar Pendidikan yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2025, di Gedung Serba Guna Komplek Pemda Koba, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng), Senin (3/11/2025). Dalam sambutannya, Gubernur Hidayat mengucapkan […]

  • Puluhan Ponton Isap Gasak Hutan Lindung Pantai Desa Bedukang

    Puluhan Ponton Isap Gasak Hutan Lindung Pantai Desa Bedukang

    • calendar_month Sel, 21 Feb 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, BANGKA – Berbagai upaya dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab agar dapat melakukan penambangan secara bebas tanpa merujuk dan mematuhi aturan yang ada. Hal tersebut terbukti dengan adanya aktifitas tambang illegal jenis ponton isap dan jenis Pron (Sebu) berjejer rapi di kawasan Hutan Lindung di Desa Bedukang Kec. Riau Silip Kab. Bangka, tepatnya […]

  • Aksi Heroik TKI RI Banjir Pujian Saat Gempa Dahsyat di Taiwan

    Aksi Heroik TKI RI Banjir Pujian Saat Gempa Dahsyat di Taiwan

    • calendar_month Ming, 7 Apr 2024
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    CDN.id, JAKARTA- Kejadian gempa dahsyat di Taiwan memiliki kisah menyentuh dari para tenaga migran dari Indonesia. Aksi heroik mereka menjadi viral di media sosial terutama di Taiwan. Sebelumnya, pada Rabu (3/4) sekitar pukul 07.58 pagi terjadi gempa berkekuatan magnitudo (M) 7,5 yang menghantam Taiwan. Banyak bangunan tinggi rubuh, jalan rusak hingga memakan korban jiwa. Berdasarkan […]

expand_less