Zyrex Jadi Merek Indonesia Pertama yang Meluncurkan AI Mini Workstation Berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395
- account_circle Vritimes
- calendar_month 29 menit yang lalu

CDN.id, JAKARTA – Zyrex APEX menghadirkan 128GB unified memory dan performa AI hingga 126 TOPS untuk mendukung komputasi AI secara lokal.
PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk memperluas portofolio solusi komputasi berbasis artificial intelligence (AI) melalui peluncuran Zyrex APEX, AI mini workstation yang dirancang untuk menjalankan berbagai kebutuhan AI secara lokal.
Peluncuran ini menempatkan Zyrex sebagai merek Indonesia pertama yang menghadirkan AI mini workstation berbasis AMD Ryzen AI Max+ 395, sekaligus memberikan alternatif bagi perusahaan, pengembang, dan profesional yang membutuhkan performa AI tinggi, kapasitas memori besar, serta kendali lebih penuh atas data dan infrastruktur AI mereka.
Mengusung pesan “Data-Center-Class AI Memory. Desktop-Sized.”, Zyrex APEX memadukan kapasitas memori besar untuk beban kerja AI dengan desain desktop yang ringkas. Unified memory sebesar 128GB memberikan ruang bagi pengguna untuk menjalankan large language models (LLM) secara lokal, sementara kombinasi CPU, GPU, dan NPU menyediakan akselerasi komputasi untuk berbagai jenis workload AI.
“Dengan Zyrex APEX, kami ingin membantu perusahaan dan pengembang di Indonesia memanfaatkan teknologi AI secara lokal dengan kendali yang lebih besar terhadap keamanan dan pengelolaan data mereka. Kapasitas unified memory yang besar dalam perangkat ringkas ini memberikan fondasi yang ideal untuk menjalankan model AI secara independen dan membangun solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis,” ujar Aliudin Sutedja, Chief Marketing Officer (CMO) Zyrex.
Zyrex APEX ditujukan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari asisten AI internal, pencarian dan analisis informasi dari dokumen perusahaan, penyusunan dokumen, hingga pengembangan perangkat lunak dan coding.
Perangkat ini juga dapat menjadi fondasi untuk membangun private Retrieval-Augmented Generation (RAG), yaitu sistem AI yang mampu memberikan respons berdasarkan basis pengetahuan internal perusahaan. Dengan pendekatan tersebut, organisasi dapat mengembangkan sistem AI yang memanfaatkan dokumen dan data internal tanpa harus menjadikan data tersebut bagian dari layanan AI publik.
Melalui konsep Private Local AI, model, data, dan proses inferensi dapat disimpan serta dijalankan pada infrastruktur yang dikelola sendiri. Dalam implementasi yang sepenuhnya lokal, dokumen perusahaan tidak perlu dikirimkan ke layanan AI berbasis cloud, sehingga pengguna memiliki kendali lebih besar terhadap penyimpanan, pemrosesan, serta tata kelola data.
- Penulis: Vritimes
