Harga Website Company Profile untuk UMKM dan Enam Komponen yang Wajib Dibandingkan
- account_circle Vritimes
- calendar_month 1 menit yang lalu

CDN.id – JAKARTA, Harga website company profile bisa selisih belasan juta rupiah karena isi paketnya berlainan. Rilis ini merinci enam hal yang perlu ditanyakan UMKM, yaitu domain, hosting, SSL, email perusahaan, blog, dan revisi, lalu memakai paket BisnisOn Rp1,5 juta per tahun sebagai contoh cara mencocokkannya.
Harga website company profile yang ditawarkan vendor bisa selisih belasan juta rupiah untuk kebutuhan yang kelihatannya sama. Penyebabnya jarang soal desain. Biasanya ada komponen yang masuk di penawaran satu vendor dan tidak masuk di penawaran vendor lain.
BisnisOn, penyedia jasa pembuatan toko online dan website company profile di Jakarta, menurunkan harga paket company profile dari Rp3.000.000 menjadi Rp1.500.000 per tahun, dibayar di awal. Angkanya mudah dibandingkan. Cakupannya yang menentukan apakah perbandingan itu adil.
Harga Website Company Profile Rp1,5 Juta dan Rp25 Juta, Mana yang Lebih Mahal?
Next IT, agensi pengembang web di Bandung, menulis di blognya pada 8 Agustus 2026 bahwa company profile 5 sampai 10 halaman di pasar berkisar Rp8 juta sampai Rp25 juta. Vendor template, menurut artikel yang sama, biasanya memasang Rp2 juta sampai Rp5 juta. Next IT menyebut kisaran harga pembuatan itu dikumpulkan dari proyek mereka sendiri, jadi pantas dibaca sebagai gambaran, bukan patokan resmi.
Harga pembuatan baru separuh cerita. Next IT juga mencatat biaya berulang yang wajib dianggarkan setiap tahun, yaitu domain Rp200 ribu sampai Rp500 ribu, hosting Rp1 juta sampai Rp5 juta, sertifikat SSL dari gratis sampai Rp2 juta, ditambah pemeliharaan 10 sampai 15 persen dari biaya pembuatan.
Bila semua komponen itu ditagih terpisah, website dengan biaya pembuatan Rp8 juta paling sedikit memerlukan sekitar Rp2 juta per tahun untuk tetap aktif. Angka itu berasal dari domain Rp200 ribu, hosting Rp1 juta, SSL gratis, dan pemeliharaan 10 persen atau Rp800 ribu. Pada website Rp25 juta di batas atas, biaya tahunannya bisa mencapai sekitar Rp11,25 juta, dari domain Rp500 ribu, hosting Rp5 juta, SSL Rp2 juta, dan pemeliharaan 15 persen atau Rp3,75 juta.
Jadi penawaran yang paling murah di depan belum tentu paling murah setelah beberapa tahun. Penawaran Rp25 juta tetap wajar bila memang memuat pekerjaan yang tidak ada di paket murah, misalnya desain atau fitur yang dibuat khusus. Yang sebenarnya lebih mahal adalah penawaran dengan baris kosong paling banyak, karena baris yang kosong akan ditagih belakangan.
Enam Baris yang Sering Hilang dari Penawaran
Selisih sebesar itu membingungkan pemilik usaha karena penawaran jarang ditulis dengan daftar yang sama. Satu vendor memasukkan hosting, yang lain menagihnya terpisah. Satu memberi revisi sampai puas, yang lain membatasi dua kali. Sebagai pembanding harga komponen, panduan harga domain Hostinger edisi 2026 menaruh rata-rata domain di Rp140.000 sampai Rp280.000 per tahun.
Ada enam pertanyaan yang layak diajukan secara tertulis sebelum menyetujui penawaran apa pun.
- Penulis: Vritimes
