Wali Kota Surakarta dan Wali Kota Padang Sampaikan Usulan Perumahan kepada Menteri PKP, BP Tapera Sampaikan Perkembangan FLPP
- account_circle Vritimes
- calendar_month Sab, 7 Nov 2026

Sementara itu, Fadly meminta dukungan percepatan pembangunan hunian tetap (huntap), terutama penyediaan PSU di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah. Dari rencana 340 unit rumah, 138 unit merupakan tahap pertama dan 202 unit direncanakan pada tahap kedua tahun 2027. Pembangunan tahap pertama melibatkan Yayasan Buddha Tzu Chi, sedangkan Pemkot Padang telah mengupayakan PSU dengan nilai lebih dari Rp20 miliar. Sekitar 50–60 rumah disebut telah selesai dibangun. “Kami memohon bantuan PSU untuk rumah-rumah yang belum terjangkau pembangunan infrastruktur, agar seluruh kawasan dapat dilengkapi fasilitas dasar,” ujar Fadly.
Fadly juga menyampaikan pembangunan 183 unit hunian di kawasan Sungkai yang didukung Kementerian PKP. Selain itu, ia meminta fasilitasi penyelesaian persoalan lahan yang ditempati masyarakat di kawasan aset PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), meliputi Teluk Bayur sekitar 5,9 hektare, Gaung 14,4 hektare, dan Pelabuhan Muara 3,7 hektare. Pemerintah Kota Padang berharap koordinasi lintas pihak dapat membantu mencari kepastian pemanfaatan lahan dan legalitas masyarakat, sekaligus mempertimbangkan potensi pengembangan kawasan industri dan Kota Tua Padang.
Melalui pertemuan ini, kedua pemerintah daerah menyampaikan kebutuhan pembangunan yang memerlukan koordinasi dengan pemerintah pusat. BP Tapera turut menyampaikan data penyaluran FLPP sebagai gambaran perkembangan akses masyarakat terhadap rumah subsidi di tingkat nasional dan daerah.
BP Tapera mengajak masyarakat yang belum memiliki rumah untuk memanfaatkan program FLPP sebagai akses pembiayaan rumah pertama yang layak dan terjangkau. Informasi program dapat diperoleh melalui tautan https://bit.ly/HunianPertamaTapera
- Penulis: Vritimes
