Wali Kota Surakarta dan Wali Kota Padang Sampaikan Usulan Perumahan kepada Menteri PKP, BP Tapera Sampaikan Perkembangan FLPP
- account_circle Vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu

Selain itu, Pemkot Surakarta mengusulkan pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit Oriented Development (TOD), terutama di sekitar Stasiun Jebres. Integrasi kawasan permukiman dan transportasi publik diharapkan dapat memperkuat konektivitas. Respati juga mengusulkan layanan shuttle gratis pada pagi dan sore hari dari kawasan permukiman menuju stasiun, serta menyampaikan rencana kelanjutan pembangunan gedung B.
Menteri PKP mendorong pemerintah daerah untuk menghadirkan terobosan dan memastikan program menghasilkan manfaat nyata. “Biasanya sukses saja tanpa hasil. Ini kan tidak mungkin,” ujar Menteri, seraya mengingatkan agar pendekatan pembangunan tidak berhenti pada keberhasilan administratif. Menteri juga mendorong pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan pola kerja lama, tetapi membuka ruang kolaborasi dan inovasi sesuai karakteristik wilayah.
Untuk mendukung ekosistem usaha perumahan, Menteri juga mendorong pemanfaatan Kredit Program Perumahan (KPP) bagi kontraktor, pengembang, distributor, dan toko bahan bangunan. Skema yang disampaikan mencakup subsidi bunga sekitar 5 persen, sehingga beban bunga yang semula sekitar 11 persen menjadi sekitar 6 persen, dengan plafon pembiayaan hingga Rp20 miliar. Penyaluran KPP secara keseluruhan disebut telah mencapai sekitar Rp1,4 triliun. Khusus Kota Surakarta, penyaluran tercatat sekitar Rp187 miliar dengan 1.016 penerima; sebanyak 915 di antaranya memanfaatkan pembiayaan untuk renovasi rumah.
Menteri turut menyampaikan rencana dukungan anggaran Rp1 triliun untuk program gentengisasi di Solo Raya, dengan cakupan satu kota dan lima kabupaten serta rencana penyaluran satu juta genteng. Balai Kota Surakarta disebut sebagai lokasi kegiatan yang direncanakan.
- Penulis: Vritimes
