Pasca Insiden Dugaan Keracunan MBG di SDN 01 Meruya Selatan, Orang Tua Murid Was-Was dan Minta BGN Lakukan Evaluasi
- account_circle Ochin
- calendar_month Sab, 1 Nov 2025

CDN.id, KEMBANGAN- Insiden dugaan keracunan massal setelah mengonsumsi paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa SDN 01 Pagi Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (29/10/2025), memicu keresahan mendalam di kalangan orang tua murid.
Rasa takut, trauma dan kekhawatiran akan dampak jangka panjang masih menyelimuti mereka hingga hari ini.
Seorang orang tua murid yang juga tergabung dalam Kantor Hukum Harapan Hasibuan & Partner, kepada wartawan pada Sabtu (01/11/2025) petang, menyampaikan bahwa insiden tersebut sudah cukup membuat para orang tua was-was setiap kali anak mereka menerima paket MBG.
“Anak saya memang tidak terdampak. Tapi sangat jelas, insiden ini menimbulkan rasa takut dan trauma. Baik bagi orang tua, bagi siswa lain, apalagi bagi mereka yang terdampak dugaan keracunan itu. Intinya, kami was-was, kami resah,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Program MBG yang diinisiasi Presiden Prabowo Subianto memiliki tujuan baik, salah satunya untuk mendukung kecerdasan dan pemenuhan gizi anak bangsa. Namun, lanjutnya, insiden ini menjadi alarm bagi semua pihak bahwa aspek keamanan pangan tidak boleh diabaikan.
“Setelah kejadian ini, kita tidak tahu apakah akan muncul dampak jangka panjang atau tidak. Karena itu, kami meminta Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program ini,” pintanya.
Menurutnya, keamanan makanan yang disalurkan melalui Program MBG harus menjadi prioritas utama. Ia berharap insiden serupa tak kembali terulang, baik di SDN 01 Meruya Selatan maupun sekolah lainnya di Jakarta Barat.
“Kondisi anak-anak yang terdampak, alhamdulillah sudah berangsur membaik. Pada 31 Oktober kemarin, para orang tua yang anaknya menjadi korban sudah bertemu penyelenggara MBG,” jelasnya.
- Penulis: Ochin
