OJK Amankan Rp 825 Miliar Dana Korban Penipuan, Investor Kripto Waspadai Modus Scam
- account_circle Vritimes
- calendar_month 1 jam yang lalu

“Memilih platform yang memiliki izin dan berada di bawah pengawasan OJK merupakan langkah awal yang penting. Namun, investor tetap perlu memahami karakteristik aset yang diperdagangkan, membaca ketentuan layanan, serta tidak mudah percaya pada pihak yang mengatasnamakan platform untuk meminta data pribadi atau akses ke akun,” tambahnya.
Waspadai Modus Penipuan yang Mengatasnamakan Platform
Modus penipuan di sektor aset digital dapat dilakukan melalui berbagai cara, mulai dari penyebaran tautan palsu, penyamaran sebagai layanan pelanggan, hingga penawaran investasi dengan imbal hasil yang tidak realistis.
Pelaku dapat memanfaatkan komunikasi melalui media sosial, aplikasi pesan, maupun situs tiruan untuk memperoleh informasi sensitif seperti kata sandi, kode one-time password (OTP), atau akses ke akun pengguna.
Yudho mengingatkan investor agar tidak membagikan informasi rahasia akun kepada pihak lain, termasuk kepada pihak yang mengaku sebagai perwakilan resmi platform.
“Jika menerima pesan atau panggilan yang mengatasnamakan FLOQ, pengguna perlu melakukan verifikasi melalui kanal resmi, termasuk fitur Live Chat di aplikasi FLOQ. Jangan langsung mengikuti instruksi atau mengklik tautan yang dikirimkan oleh pihak yang belum terverifikasi,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penggunaan fitur keamanan tambahan, seperti autentikasi dua faktor (2FA) dan Passkey, untuk membantu melindungi akun dari akses yang tidak sah.
Selain menjaga keamanan akun, investor perlu memahami perbedaan karakteristik dan risiko produk yang tersedia di pasar aset kripto. Perdagangan spot, staking, dan futures memiliki mekanisme serta tingkat risiko yang berbeda.
Penggunaan leverage dalam perdagangan futures, misalnya, dapat memperbesar potensi kerugian ketika harga bergerak berlawanan dengan posisi investor. Dalam kondisi tertentu, pergerakan harga tersebut dapat memicu likuidasi posisi.
Perlindungan Konsumen Menjadi Perhatian Global
Risiko perlindungan dana nasabah juga menjadi perhatian regulator di luar negeri. Pada 22 Oktober 2026, Central Bank of Ireland mengumumkan denda sebesar €3,25 juta terhadap sebuah bursa aset digital global terkait pelanggaran kewajiban perlindungan dana nasabah dan tata kelola alih daya.
- Penulis: Vritimes
