Musim Barat Menjadi Aura Baru Keindahan Pantai Tanjung Kelayang
- account_circle Ochin
- calendar_month Ming, 16 Nov 2025

OLEH: ADINDA ARBAI’AH
Mahasiswi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Bangka Belitung
CDN.id, BABEL- Akhir-akhir ini Pantai Tanjung Kelayang di Belitung kembali mencuri perhatian sebagai salah satu destinasi wisata paling memesona di Indonesia. Dengan bentang pasir putih yang bersih, air laut sebening kaca, serta gugusan batu granit raksasa yang menjadi ciri khas Belitung, kawasan ini menawarkan panorama yang sulit ditandingi.
Banyak wisatawan menyebutnya sebagai “Maldives ala Belitung” julukan yang tidak berlebihan mengingat keindahannya benar-benar membuat siapa pun tertegun. Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Tanjung Kelayang terus menanjak, terutama setelah masuk dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata serta menjadi tuan rumah berbagai agenda internasional. Bagi pengunjung yang pertama kali datang, pemandangan gradasi laut biru kehijauan yang membentang sejauh mata memandang kerap membuat mereka hanya mampu berkata, “indah bukan kepalang.”
Namun siapa sangka musim barat atau sering disebut musim penghujan, yaitu periode angin muson barat yang bertiup dari Benua Asia ke Benua Australia, melewati Indonesia yang terjadi antara bulan Oktober hingga April ini menjadi periode keindahan bagi salah satu kawasan wisata khususnya pantai Tanjung Kelayang, dimana musim penghujan yang tinggi menambah debit air laut sehingga beberapa kawasan menjadi terendam banjir, namun di Tanjung Kelayang debit air yang naik justru menambah eksotis pantai untuk dijadikan sebagai salah satu tempat liburan keluarga.
Kawasan ini juga terkenal karena keelokan alamnya, karena beragam aktivitas wisata yang ditawarkan. Salah satu yang paling digemari adalah island hopping, perjalanan mengunjungi pulau-pulau mungil di sekitar Tanjung Kelayang dengan perahu tradisional. Rute yang paling populer tentu saja Pulau Lengkuas, yang berdiri megah dengan mercusuar tua peninggalan Belanda. Wisatawan dapat menaiki mercusuar tersebut hingga ke puncaknya dan menikmati pemandangan laut lepas yang tampak seperti hamparan biru tak berbatas.
- Penulis: Ochin
