Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Masjid Raya Tuatunu & “Cen Bekuncit” Hongky Listiyadhi

Masjid Raya Tuatunu & “Cen Bekuncit” Hongky Listiyadhi

  • account_circle Ochin
  • calendar_month Sen, 25 Mar 2024

MENDAPAT amanah langsung sebagai arsitek pembangunan Masjid Raya Tuatunu, membuat Hongky harus benar-benar menyelami kehidupan masyarakat Tuatunu. Hampir setiap hari ia berada di Tuatunu, duduk di depan area rencana pembangunan Masjid, diskusi dengan warga, bergaul dengan masyarakat dan melihat bangunan-bangunan rumah masyarakat di Tuatunu. Sampai-sampai sosok Hongky yang unik dengan rambut kuncir “Cen Bekuncit” (China rambut di kuncir) tidak hanya dikenal oleh tokoh Masyarakat Tuatunu, tapi juga oleh anak-anak kecil. “Saya sering disapa anak-anak kecil di Tuatunu, Om Hongky…. rasanya senang banget”, kenang Hongky mengingat kenangan indah membangun Masjid Raya Tuatunu Pangkalpinang.

Makanya hingga hari ini, tak heran jika kegiatan-kegiatan besar di Tuatunu, terutama di Masjid Raya, Hongky Listiyadhi selalu diundang dan sampai hari ini beliau sering didatangi masyarakat tuatunu untuk sekedar diskusi. Sebab, dirinya sudah dianggap bagian dari masyarakat Tuatunu. Seperti kemaren, (Minggu 24 Maret 2024), dilaksanakan Buka Puasa Bersama sekaligus liputan “Jejak Petualang” Stasiun Televisi Trans 7 yang mengambil moment “budaya nganggung”. Hongky Listiyadhi bersama Pj. Gubernur, Safrizal ZA, hadir di Masjid Raya Tuatunu. Kegiatan yang dihadiri ratusan masyarakat dan tokoh ini, ternyata sempat ada orag yang rese’ dengan menyebutkan Pj. Gubernur Safrizal membawa Hongky Listiyadhi ke Masjid. Sebab Hongky Listiyadhi disangka bukan muslim, sehingga dianggap merusak marwah negeri Melayu. Hal rese’ yang didasari ketidaktahuan namun selalu pengen punya suara agar dianggap ada (“mina minta tegur”: istilah orangtua tempo doeloe), beginilah jadinya, “tukang karoh yang selalu bikin keroh”. Padahal untuk dianggap ada dan punya nilai, tak harus melulu bersuara, tapi berkarya dan memiliki prestasi dan karakter diri yang menguatkan bahwa kita punya nilai kehidupan ditengah Masyarakat. Berapa banyak orang-orang berjasa dan berprestasi serta penuh karya di negeri ini adalah orang-orang yang tak bersuara.

Kembali ke soal Masjid Raya Tuatunu, jika kita melihat fisiknya (arsitektur), nampak sekali keunikan dan kemegahannya. Menurut Hongky, bentuk dan arsitektur Masjid ini terinspirasi dari bentuk rumah-rumah tua warga Tuatunu. Konsepnya bagaimana Masjid kebanggaan ini tidak terpisahkan dari kehidupan Masyarakat Tuatunu. Masjid dan umat bagaikan air dan ikan. Selain itu, terinspirasi dari buah (biji) karet yang konsepnya ditutup oleh tudung saji. Filosofi dari sini menurut Hongky, biji karet adalah rezeki dan tudung saji itu adalah penutup. Rezeki agar ia bersih dari debu dan kuman, ditutupi biar higienis untuk dinikmati bersama sebagaimana filosofi Dulang dan Tudung Saji sebagai budaya masyarakat Bangka Belitung.

Menurut Hongky, Panitia Pembangunan Masjid Raya Tuatunu sangat menginginkan memiliki Masjid yang besar, yakni dengan lebar 50 meter. Keinginan ini saya penuhi, dari ujung teras ke ujung teras ukurannya 50 meter. Ruang dalam 29 meter dan selasar 10 meter kanan dan kiri. Juga Masjid ini dilengkapi fasilitas untuk disabilitas termasuk tempat wudhu disabilitas. Menara Masjid ini pun memiliki ketinggian 49 meter, Menara Masjid tertinggi di Bangka Belitung. Soundsystem memakai merek Bose yang konon setara dengan soundsystem yang ada di Masjidil Haram serta beduk digital.

Pembangunan Masjid Raya Tuatunu ini memakan waktu selama 2 tahun. Tepat tanggal 20 Maret 2008 M/12 Robiul Awal 1429 H, Masjid ini diresmikan oleh Meteri Pendayagunaan Aparatur Negara RI, Taufik Effendi dengan didampingi Walikota Pangkalpinang, Zulkarnain Karim.  Sosok Pak Zul selaku Walikota Pangkalpinang menyerahkan sepenuhnya Pembangunan Masjid Raya Tuatunu ini kepada masyarakat Tuatunu dan Hongky Listiyadhi. Karena menurut Pak Zul pembangunan Masjid jangan jadi alat politik dan legacy pemimpin untuk pencitraan. Pembangunan Masjid Raya Tuatunu 100 persen keinginan dan kepentingan umat. Sehingga jangan sampai menjadi “masjid politik kepentingan elite”.

Dalam peresmian Masjid Raya Tuatunu, oleh masyarakat dan Panitia Pembangunan Masjid, Hongky Listiyadhi diminta memberikan sambutan. “Saya menahan tangis, haru sekali, sampai sekarang masyarakat Tuatunu adalah bagian dari diri saya, makanya sampai sekarang warga Tuatunu selalu rajin komunikasi dengan saya” ujar Hongky Listiyadhi.

Kamis, 31 Juli 2008, Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) & Ani Yudhoyuno beserta Menteri Kabinet RI memperingatai Isra’ Mi’raj Nasional di Masjid Raya Tuatunu. Dengan didampingi Gubernur Eko Maulana Ali dan Walikota Zulkarnain Karim, kehadiran orang nomor 1 di Republik ini membuat keberadaan Masjid Raya Tua Tunu menjadi semakin membanggakan, terlebih bagi masyarakat Tuatunu. Apalagi, Masjid Raya Tuatunu masuk dalam 100 Masjid terindah di Indonesia.

Hongky Listiyadhi saat memberikan sambutan saat peresmian Masjid Raya Tuatunu

Sosok Hongky memang tak ingin disebut-sebut memiliki jasa, namun Ketika ada suara sumbang yang menyebut kehadirannya di Masjid Raya Tuatunu saat berbuka puasa Bersama Pj. Gubernur Safrizal ZA kemaren dianggap merusak marwah Melayu sebab dikira dirinya non muslim, membuat masyarakat Tuatunu dan beberapa sahabat dekat Hongky Listiyadhi serta keluarganya menjadi sedikit murka. Padahal, bukan hanya Masjid Raya Tuatunu, tapi banyak bangunan lain yang diarsiteki oleh Hongky Listiyadhi, termasuk Masjid At-Taqwa Semabung Pangkalpinang.

 

Memilih Islam di Usia Muda

TAHUN 1987, kala sedang menempuh kuliah S-1 di Universitas Tarumanegara Jakarta, tepatnya di semester 3, Hongky Listiyadhi menyatakan diri masuk Islam dengan bersyahadat di Musholla kediaman Ustadz Mulia Tarmizi (Mubaligh yang kerap tampil di stasiun tivi, TPI), di Kompleks Angkatan Laut (AL) Cinere Jakarta Selatan. Sebagai salah satu saksi keislaman Hongky Listiyadhi adalah Jenderal Bintang 1 AL, Laksamana Pertama, Joko Supriadi. Keduanya (Ustadz Mulia Tarmizi & Joko Supriadi) turut hadir dalam peresmian Masjid Raya Tuatunu.

Hongky Listiyadhi menikahi gadis Kebumen, Endang Sri Hastuti pada tahun 1996 dan memperoleh 2 orang putri, Auriska Martha (Co Produser Film “Budi Pekerti”) dan Aulia Oktadiputri (eks Editor Majalah News Week Tokyo). Hongky Listiyadhi mengawali pendidikannya di SD Budi Mulia Pangkalpinang, SMP PAX Jakarta dan SMA Regina Facis Jakarta. Sedangkan S1 dan S2 jurusan Aristektur di Universitas Tarumanegara. Hongky Listiyadhi adalah pemerkarsa berdirinya jurusan Arsitektur Universitas Bangka Belitung (UBB).

Mengapa memilih Islam? Kepada Penulis, Hongky Listiyadhi kerapkali menyatakan bahwa Agama Islam adalah agama yang sangat modern dan termodernkan, maju termajukan, sesuai dengan perkembangan zaman, up to date dan relevan dengan perkembangan zaman. Hanya saja banyak orang Islam yang kerdil dan mengerdilkan syiar agamanya sendiri. Budaya dan agama itu berbeda, agama pun masuk ke dalam budaya dan berada bersama kehidupan masyarakat. Islam itu bukan penampilan, berjubah, bergamis dan berkopiah. Jangan dikira yang tidak berkopiah bukan Islam dan jangan pula yang bergamis dan berjubah serta berkopiah dianggap Islam. Agama Islam itu sangat terbuka dan menyenangkan, cuma seglintir umat yang seringkali berperilaku meresahkan. Dalam hal ini, Penulis teringat kalimat satir yang mengkategorikan umat Islam itu ada 3 jenis: (1) Muslim Beriman (2) Muslim Musiman (3) Muslim Musingin. Yang kategori “Muslim Musingin” ini yang paling sering menampilkan diri dan berkoar-koar, sehingga meresahkan ketenangan dan kenyamanan umat lainnya.

  • Penulis: Ochin

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dukung Produktivitas Masyarakat Pesisir PT Timah Bangun Jalur Akses Nelayan di Bangka Selatan

    Dukung Produktivitas Masyarakat Pesisir PT Timah Bangun Jalur Akses Nelayan di Bangka Selatan

    • calendar_month Sen, 29 Jun 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Ia menjelaskan, pembangunan awal dilakukan secara gotong royong selama sekitar dua pekan dengan memanfaatkan dana swadaya masyarakat, bantuan pedagang setempat, serta hasil pengelolaan parkir. Namun, keterbatasan anggaran membuat pembangunan belum dapat diselesaikan secara optimal. Dalam perkembangannya, kawasan Batu Kodok menjadi salah satu destinasi wisata yang semakin ramai dikunjungi. Kondisi tersebut turut mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, […]

  • Diduga Abaikan Bukti Visual Saat Sidang, Hakim PN Palembang Dilaporkan ke KY

    Diduga Abaikan Bukti Visual Saat Sidang, Hakim PN Palembang Dilaporkan ke KY

    • calendar_month Sen, 24 Agu 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Namun, kata dia, ketika JPU hendak memperlihatkan rekaman tersebut di persidangan, majelis hakim tidak mengizinkannya. “Ketika JPU hendak memperlihatkan video tersebut, majelis hakim melarangnya. Padahal, video itu menurut kami merupakan bukti visual yang penting untuk melihat rangkaian peristiwa,” ujarnya. Afdhal juga mempersoalkan keterangan terdakwa yang menyebut hanya memukul Irza sebanyak tiga kali menggunakan kayu kecil. […]

  • Your Paradise Bali 2026 x Tropical Temptation Beach Club

    Your Paradise Bali 2026 x Tropical Temptation Beach Club

    • calendar_month Rab, 29 Jul 2026
    • account_circle Vritimes
    • 0Komentar

    Selain rangkaian pertunjukan musik, akhir pekan di Tropical Temptation Beach Club juga diisi pilihan all-day dining, sunset session, area VIP, serta paket perjalanan dan layanan shuttle yang memudahkan pengunjung dari berbagai wilayah di Bali. Semua dirancang agar orang bisa menikmati festival dengan mudah tanpa harus berpindah-pindah tempat. Lebih dari sekadar festival musik, Your Paradise Bali […]

  • Rakornas Bapemperda se-Indonesia Akan Putar Roda Ekonomi Kepulauan Babel

    Rakornas Bapemperda se-Indonesia Akan Putar Roda Ekonomi Kepulauan Babel

    • calendar_month Kam, 6 Jul 2023
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Sementara, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Babel, Herman Suhadi, menyebut pelaksanaan Rakornas Bapemperda se-Indonesia, merupakan wadah untuk bersilaturahmi, saling bersinergi, dan saling berkolaborasi dalam membangun pemahaman terkait tugas dan wewenang Bapemperda, sebagai ujung tombak dalam penyusunan Peraturan Daerah (Perda). Menurutnya, kemampuan Bapemperda melakukan sinkronisasi dan harmonisasi terhadap perda yang dibuat, dapat menghadirkan […]

  • Police Goes To School SMPN 159 : Wakapolsek Tambora Tegaskan Tawuran Bentuk Tindakan Kriminal

    Police Goes To School SMPN 159 : Wakapolsek Tambora Tegaskan Tawuran Bentuk Tindakan Kriminal

    • calendar_month Sen, 2 Feb 2026
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    “Selain sanksi pidana, AKP Sudargo mengingatkan adanya dampak administratif yang dapat memengaruhi masa depan pelajar,” ujarnya. “Di antaranya pencabutan hak atas bantuan pendidikan seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP), serta rekam jejak digital yang berpotensi menghambat akses ke perguruan tinggi maupun dunia kerja,” lanjutnya. AKP Sudargo menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan langkah terakhir (ultimum remedium), namun […]

  • Pj Gubernur Kep. Babel Ridwan Djamaluddin Hadiri Pembukaan Mentok ,_Arts Festival_ 2022

    Pj Gubernur Kep. Babel Ridwan Djamaluddin Hadiri Pembukaan Mentok ,_Arts Festival_ 2022

    • calendar_month Sen, 5 Sep 2022
    • account_circle Ochin
    • 0Komentar

    Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Ridwan mengatakan bahwa MAF 2022 merupakan sebuah ekspresi budaya yang membangkitkan kejayaan masa lalu, sejarah Kota Muntok yang menjadikan pembelajaran bagi kita semua. MAF 2022 juga bagian dari industri kreatif yang saat ini sudah didukung oleh pemerintah. “Kalau kita lihat dari foto-foto sejarah yang ditampilkan di sini, kita dapat melihat Muntok […]

expand_less