Ketika Scroll Tanpa Henti Menggantikan Proses Berpikir: Nalar Dikalahkan oleh Algoritma
- account_circle Ochin
- calendar_month Ming, 7 Jun 2026

Disorot dari perspektif kesehatan kognitif kondisi ini bukan sekadar perubahan kebiasaan, kondisi ini dapat memengaruhi kemampuan otak dalam mempertahankan fokus dan mengolah informasi yang diterima. Sebuah systematic review dan meta-analysis terhadap puluhan penelitian menemukan bahwa penggunaan layar digital yang berlebihan (disordered screen use behaviours) berkaitan dengan penurunan kemampuan perhatian (attention) dan fungsi eksekutif, seperti kemampuan merencanakan, mengambil keputusan, dan mengendalikan perilaku (Moshel et al., 2024).
Selain itu, World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa penggunaan internet, komputer, dan telepon pintar secara berlebihan telah menjadi perhatian kesehatan masyarakat karena berpotensi menimbulkan dampak psikologis, perilaku, dan kognitif (World Health Organization, 2015). Terkhusus lagi bagi pelajar, dampaknya bisa lebih terasa. Saat seseorang terlalu sering berpindah dari satu konten ke konten yang lain, kemampuan fokus, konsentrasi, dan berpikir mendalam dapat melemah.
Pada titik itu dapat dilihat bahwa masyarakat perlu membangun kembali kebiasaan berpikir kritis dengan membiasakan diri memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya. Membaca informasi secara utuh, membandingkan berbagai sumber yang kredibel, dan tidak mudah terpancing oleh judul sensasional merupakan langkah sederhana untuk memulai membangun kecerdasan dalam literasi digital.
Di tengah derasnya arus informasi, kemampuan berpikir kritis menjadi benteng utama agar masyarakat tidak mudah terjebak hoaks dan manipulasi algoritma. Teknologi memang memberi kemudahan dan praktis, tetapi kemudahan itu harus diimbangi dengan kontrol diri dan literasi digital sehingga masyarakat tidak hanya menjadi konsumen informasi yang pasif, melainkan mampu berpikir kritis, memverifikasi kebenaran informasi, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta, tidak hanya terus mengikuti apa yang sedang viral.
Dengan membatasi konsumsi konten instan dan membiasakan membaca secara mendalam, kita dapat menjaga agar nalar tetap memimpin dan membangun proses berpikir yang lebih baik lagi, bukan sekadar mengikuti algoritma.(*)
- Penulis: Ochin
