Hilirisasi Mineral Jadi Motor Baru Pertumbuhan Ekonomi
- account_circle Vritimes
- calendar_month Ming, 4 Okt 2026

Dampak kebijakan tersebut mulai terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Hilirisasi nikel telah mendorong berkembangnya industri pengolahan yang menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi, mulai dari feronikel hingga bahan baku baterai kendaraan listrik. Komoditas yang sebelumnya diekspor dalam bentuk bijih kini menjadi bagian dari rantai pasok industri global yang memberikan manfaat ekonomi yang jauh lebih besar bagi Indonesia. Indonesia kini memiliki pabrik produksi baterai milik Indonesia Battery Corporation (IBC) di Karawang yang menjadi bukti bahwa kekayaan alam nikel Indonesia dapat diolah lebih lanjut di Indonesia, guna mampu mengahsilkan produk hilir yang lebih bermanfaat untuk industri kendaraan listrik
Implementasi serupa juga terlihat pada pembangunan ekosistem bauksit-alumina-aluminium terintegrasi di Mempawah, Kalimantan Barat. Proyek yang dikembangkan Grup MIND ID tersebut mengubah bauksit yang semula hanya bernilai sekitar US$40 per metrik ton menjadi alumina dengan nilai sekitar US$350 per ton, dan selanjutnya menjadi aluminium yang nilainya mencapai sekitar US$3.200 per ton.
Peningkatan nilai tambah tersebut tidak hanya memperbesar nilai ekonomi komoditas, tetapi juga menciptakan aktivitas industri baru di dalam negeri, memperkuat rantai pasok manufaktur nasional, serta membuka peluang peningkatan kontribusi penerimaan negara dari sektor pertambangan dan industri pengolahan mineral.
- Penulis: Vritimes
