Doa Mengusir Semut yang Bisa Dilafalkan Kaum Muslimin
- account_circle Ochin
- calendar_month Sab, 4 Mei 2024

Ulama Ad-Damiri turut menyatakan pendapatnya, “Firman Allah (pada hadits qudsi riwayat Abu Hurairah di atas) ‘Mengapa tidak membunuh seekor semut saja?’ merupakan alasan bagi diperbolehkannya membunuh hewan yang membahayakan. Membunuh hewan jika ada manfaatnya atau karena menolak bahaya, maka tidak berdosa menurut para ulama.”
Para ulama mengartikan semut yang dilarang untuk dibunuh dalam sabda Nabi SAW, bukanlah mencakup seluruh jenis semut melainkan semut besar dan panjang yang termuat di kisah Nabi Sulaiman AS. Sehingga semut jenis lain boleh dibunuh, apabila mengganggu manusia.
Bahkan bila semut besar dan panjang itu menyakiti manusia, maka larangan untuk dibunuhnya menjadi hilang. Dengan demikian, semut itu boleh saja dibunuh.
Kisah Nabi Sulaiman dan Tentara Semut
Syofyan Hadi dalam Tafsir Qashashi Jilid III mengisahkan tentang Nabi Sulaiman AS yang bertemu semut. Suatu hari, ia mengumpulkan pasukannya dari berbagai golongan, mulai dari jin, manusia, serta burung untuk melakukan parade.
Melihat rombongan Nabi Sulaiman AS yang sangat banyak, ratu semut memerintahkan pasukannya untuk menghindar dan memberi jalan. Semut-semut itu lantas bersembunyi di dalam lubang-luang agar tidak terinjak oleh rombongan Nabi Sulaiman AS.
Sebagai seorang nabi yang dikaruniai mukjizat berbicara dengan hewan, Nabi Sulaiman AS mendengar perkataan semut-semut tersebut. Lalu ia membaca doa agar hewan mungil itu diberi petunjuk oleh Allah SWT.
- Penulis: Ochin
