Dari Daun Sirih Menjadi Sabun Cuci Piring, UMKM Bunda Fresh Siap Perluas Pasar Berkat Pendampingan PT Timah
- account_circle Ochin
- calendar_month Jum, 17 Jul 2026

CDN.id, PANGKALPINANG — Berawal dari keprihatinan melihat daun sirih yang belum dimanfaatkan secara optimal, Roteni (54), pelaku UMKM asal Kota Pangkalpinang, mengubah potensi tanaman tersebut menjadi produk sabun cuci piring bernilai ekonomi.
Melalui merek Bunda Fresh, Roteni mengembangkan sabun cuci piring berbahan dasar ekstrak daun sirih yang dipadukan dengan jeruk nipis. Setelah sempat memasarkan produknya secara terbatas, kini langkahnya untuk memperluas pasar semakin terbuka setelah mendapat pendampingan dari PT Timah (Persero) Tbk.
Pendampingan tersebut diberikan melalui program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK), khususnya dalam pemenuhan legalitas usaha dan produk. PT Timah turut membantu proses pengurusan izin edar, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI).
Bagi Roteni, legalitas menjadi salah satu kunci penting untuk membawa Bunda Fresh keluar dari pasar terbatas di lingkungan sekitar.
“Sebelumnya saya belum berani memasarkan secara besar-besaran karena belum memiliki izin edar. Penjualannya masih di lingkungan teman-teman dan anggota kelompok saja. Tapi sekarang izin edar sudah keluar sehingga bisa memasarkannya lebih luas,” ujar Roteni.
Ide mengolah daun sirih menjadi sabun cuci piring bermula ketika Roteni aktif di Kelompok Wanita Tani (KWT) Pandan Wangi, Jalan Pahlawan 12, Kelurahan Keramat, Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang.
Saat itu, ia melihat daun sirih yang tumbuh di kebun KWT belum dimanfaatkan secara maksimal. Sebagian tanaman hanya dijual dalam bentuk segar, bahkan dipangkas ketika tumbuh terlalu lebat.
Roteni kemudian mencari cara untuk meningkatkan nilai tambah tanaman tersebut. Setelah mempelajari berbagai referensi, ia mulai melakukan uji coba membuat sabun cuci piring berbahan dasar daun sirih.
- Penulis: Ochin
