Dari Daun Sirih Menjadi Sabun Cuci Piring, UMKM Bunda Fresh Siap Perluas Pasar Berkat Pendampingan PT Timah
- account_circle Ochin
- calendar_month Jum, 17 Jul 2026

“Banyak daun sirih di kebun KWT yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Saya berpikir bagaimana tanaman ini bisa memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Akhirnya saya mencoba membuat sabun cuci piring berbahan daun sirih,” katanya.
Proses pengembangan produk berlangsung hampir empat bulan. Roteni melakukan berbagai percobaan untuk menemukan formulasi yang tepat, mulai dari tingkat kekentalan, daya bersih, hingga tingkat keasaman atau pH produk.
Daun sirih dipilih sebagai bahan utama karena dikenal memiliki kandungan antibakteri alami. Untuk menghasilkan aroma yang lebih segar, Roteni memadukannya dengan ekstrak jeruk nipis.
Produk Bunda Fresh pada awalnya dipasarkan kepada anggota KWT, kelompok PKK, serta masyarakat di lingkungan sekitar. Respons positif dari konsumen kemudian mendorong Roteni untuk terus mengembangkan usahanya.
Saat ini, Bunda Fresh tersedia dalam berbagai ukuran kemasan, mulai dari pouch 250 mililiter, 450 mililiter, botol pump 500 mililiter, botol dan pouch 750 mililiter, kemasan 1 liter, hingga jeriken 5 liter.
Roteni mengatakan, dukungan PT Timah memberikan manfaat besar bagi pengembangan usahanya. Selain membantu proses administrasi, dukungan tersebut juga meringankan beban biaya pengurusan berbagai legalitas yang cukup besar bagi pelaku UMKM.
“PT Timah membantu biaya pengurusan sertifikat halal, izin edar, sampai Hak Kekayaan Intelektual. Saya merasa benar-benar didampingi dan dibina, sehingga prosesnya lebih cepat. Ini sangat membantu kami dan kami merasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Setelah mengantongi izin edar, Roteni mulai menyiapkan strategi untuk memperluas pemasaran Bunda Fresh. Ia membidik pasar yang lebih luas, termasuk supermarket, minimarket, dan toko modern.
- Penulis: Ochin
