Asa Kemandirian Ekonomi dari Santri Al-Fatah Temboro melalui Rumah Tempe Higienis
- account_circle Vritimes
- calendar_month Rab, 4 Nov 2026

“Ada empat orang yang bekerja rutin untuk memproduksi tempe. Mereka juga dibantu delapan orang santri dalam memproduksi tempe,” ujar Hasan kepada wartawan.
Dia mengatakan kapasitas produksi akan ditingkatkan secara bertahap agar mampu memenuhi kebutuhan pangan sekitar 20.000 santri.
Hasan berharap keterampilan yang diperoleh para santri tidak berhenti di lingkungan pesantren. Ketika lulus dan kembali ke daerah masing-masing, mereka diharapkan mampu membuka usaha sendiri, khususnya sebagai produsen tempe atau pelaku usaha aneka olahan berbahan dasar tempe.
Menyiapkan Regenerasi Perajin Tempe
Rumah Tempe Higienis Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro merupakan salah satu program FKS Empower untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat melalui potensi lokal.
VP of Corporate Communications and Sustainability FKS Group, Beatrice, menjelaskan program tersebut menjadi bagian dari upaya pemberdayaan berbasis pesantren.
Dia mengatakan, FKS Foundation melakukan hal yang sama di lima ponpes lainnya dalam kurun 3 tahun terakhir antara lain di Medan, dua ponpes di Rembang, Kediri dan Madiun.
Program tersebut tidak berhenti pada produksi tempe. FKS Empower juga mendorong kreativitas santri melalui pengembangan aneka produk olahan berbasis kedelai, seperti nugget tempe, rolade tempe, kukis, dan produk lainnya. (*)
- Penulis: Vritimes
