Harga Minyak WTI Berpotensi Melemah, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik
- account_circle Vritimes
- calendar_month Ming, 18 Okt 2026

CDN.id – JAKARTA, Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah tertahan di zona resistance US$94,39–US$96,51. Analisis harian Dupoin Futures menunjukkan bahwa kondisi tersebut membuka peluang koreksi melalui pola ABC Correction, dengan target penurunan menuju area support US$89,53–US$87,92.
Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, menilai zona resistance tersebut menjadi area penting untuk menentukan arah pergerakan minyak selanjutnya. Selama harga belum mampu menembus resistance US$94,39–US$96,51, tekanan bearish masih berpotensi berlanjut. Kegagalan melewati area tersebut dapat mengindikasikan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk mendorong harga bergerak lebih tinggi.
Dalam skenario teknikal, pola ABC Correction membuka peluang bagi harga untuk mengalami koreksi setelah pergerakan sebelumnya. Apabila tekanan jual tetap mendominasi, WTI berpotensi bergerak menuju support US$89,53–US$87,92. Namun, perkembangan fundamental dapat mengubah arah harga dan memengaruhi validitas skenario tersebut.
Salah satu faktor yang berpotensi mendukung harga minyak adalah meningkatnya risiko geopolitik di Timur Tengah. Ketegangan di kawasan tersebut dapat memicu kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dan distribusi energi global. Jika risiko gangguan meningkat, pelaku pasar berpotensi memperhitungkan kemungkinan terbatasnya ketersediaan minyak, sehingga harga memperoleh dorongan untuk kembali menguat.
- Penulis: Vritimes
