Unitree As2 Resmi Hadir di Indonesia: Robot Quadruped Industri di Kelas Harga Baru
- account_circle Vritimes
- calendar_month 54 menit yang lalu

CDN.id – JAKARTA, Unitree, pemimpin global untuk robot humanoid dan quadruped enterprise, meluncurkan As2, platform robot industri andalan yang tersedia dalam dua versi: berkaki dan beroda. Keduanya mengangkut payload 15 kg atau lebih secara kontinu, menggunakan aksesori dan baterai yang sama, serta mendukung integrasi terbuka untuk sensor dan perangkat pihak ketiga.
Robot quadruped As2 dirancang untuk survei pertambangan, inspeksi gardu induk, patroli pabrik, serta riset robotika di universitas dan bidang AI. Halo Robotics, distributor resmi tunggal di Indonesia untuk Unitree, kini menghadirkan kedua versi tersebut di Indonesia.
“As2 adalah terobosan pasar yang revolusioner, menjadikan platform robot quadruped tercanggih di dunia mudah digunakan dan tersedia pada harga yang terjangkau untuk adopsi massal di berbagai industri,” ujar Johannes Soekidi, Managing Director Halo Robotics.
“Ini momen besar yang serupa dengan peluncuran seri drone Mavic oleh DJI: menjadikan platform teknologi canggih menjadi compact dan mudah digunakan, pada harga yang mudah disetujui seorang operations manager. As2 dapat dikustomisasi dengan mudah, dioperasikan sepenuhnya secara otomatis untuk operasi 24/7, dan berharga sepertiga dari kompetitor terdekat yang ada. Kami memperkirakan As2 akan digunakan secara luas di sektor pertambangan, energi, kelistrikan, dan industri berat di Indonesia, sekaligus mendukung generasi baru peneliti AI dan engineer robotika Indonesia,” tambahnya.
Kaki atau Roda
As2 berjalan dengan empat kaki. Robot ini menaiki tangga hingga 25 cm, mampu menanjak hingga 40°, dan mengangkut 15 kg secara kontinu dengan beban statis 65 kg. Kaki cocok untuk area dengan tangga, ruang dalam pabrik, scaffolding, dan medan tidak rata yang tidak dapat dilalui roda.
As2-W menambahkan roda di ujung setiap kaki. Robot ini mencapai 6 m/s, menempuh 30 km per pengisian baterai, dan mengangkut 16 kg secara kontinu dengan beban statis 150 kg, sekaligus menaiki undakan 30 cm dan hambatan hingga 0,8 m. Roda unggul pada jarak dan kecepatan. Kaki unggul pada medan paling sempit dan paling berat.
Keduanya memiliki tingkat proteksi IP54, baterai 15.000 mAh, dan akses pengembangan terbuka. As2 menggunakan 12 motor sendi, As2-W menggunakan 16.
Lini As2 Edu
Lini Edu adalah keseluruhan jajaran komersial dan riset: Standard, Smart, Plus, dan Ultimate, dalam versi berkaki maupun beroda. Keempatnya hanya berbeda pada sensor dan komputasi AI onboard. Sasis, payload, dan mobilitas identik di seluruh lini, dan setiap konfigurasi mencakup semua fitur konfigurasi sebelumnya.
Apa yang Sebenarnya Diubah oleh Sensor
Dua sensor menjelaskan seluruh lini ini.
Depth camera memungkinkan robot mengenali apa yang dilihatnya: gauge, valve, orang, atau flange yang terkorosi. Tanpa depth camera, robot mendeteksi ada objek di depannya tetapi tidak dapat mengenali objek tersebut. Depth camera juga penting untuk pekerjaan yang melibatkan robotic arm, karena menggenggam objek memerlukan data kedalaman rapat pada jarak dekat yang tidak disediakan LiDAR.
LiDAR navigasi 360° membuat peta lokasi, lalu menentukan posisi robot di dalam peta tersebut. Inilah pembeda antara mesin yang dikendalikan operator dari jarak jauh dan mesin yang menjalankan rute tetap sendiri, kembali ke charging dock, lalu mengulang misi keesokan hari tanpa operator.
Namun tidak satu pun dari kedua sensor ini diperlukan untuk pergerakan. Menaiki tangga, bekerja di tanjakan, dan melintasi medan kasar berjalan dengan set sensor standar pada setiap konfigurasi, karena pergerakan berkaki bergantung pada umpan balik sendi dan keseimbangan, bukan pada kamera.
ISS 3.0 Intelligent Side-Follow
Setiap konfigurasi As2 Edu dilengkapi ISS 3.0, Intelligent Side-follow System dari Unitree. Robot berjalan di samping operator dengan akurasi posisi tingkat sentimeter, membawa peralatan, sampel, atau sensor sementara operator tetap bekerja.
- Penulis: Vritimes
